Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 1 Part 5

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 1 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Kim Sabu akhirnya bertemu dengan dokter yang berkelit untuk bertemu dengannya. “Apa kamu harus datang kemari dan membuatku tidak nyaman?”

“aku bisa mengatakan hal sama kepadamu. Kenapa kamu menghindariku seolah-olah aku wabah?”

“Kenapa aku menghindarimu?”

“Yak!!!! Lihat waktunya. Kita seharusnya bertemu pukul 10.00. sekarang jam 15.00.”

“Aku kepala pusat. Kamu tahu betapa sibuknya? Kenapa juga kamu membuat keributan saat menunggu? Dokter Lee masih kesal.”

“Bisa-bisanya orang yang tidak kompeten selalu kesal.”

“Jebbal. Kendalikan dirimu. Kamu di Geodae, bukan di Doldam.”

“Bagaimana dengan bantuan yang kuminta?”

“Bantuan apa?”

“Yak… aku sudah memberitahumu sebulan yang lalu. Agar kamu mengirimiku bedah umum.”

“Kami tidak punya orang. Di sini saja tidak cukup.”

“Yakin?”

“Ya. Nggak ada. tidak ada dokter yang mau bekerja di pedesaan dan tidak ada yang bisa menghadapimu sebagai bos. Kamu tahu bagaimana anak-anak zaman sekarang. Gini saja. kamu kemasi barangmu dan datang ke Seol. Akan kucarikan posisi untukmu. Semua dokter muda pergi dan kamu tahu siapa penguasa yayasan yang baru?”

“siapa?”

“Kamu tidak tahu?”

****

Dan Pak Do Yoon Wan sedang memberikan sambutan. Ia menggantikan kekek yang dulu. Kakek yang main Never Twice. Di ceritakaan kakek meninggal.

Tentu saja, Manager Park kaget melihat Do menjadi ketua yayasan.

Mereka tahu seburuk apa Do.

***

Ahjussi Nam Do Il dan manager Jang memberitahu Kim Sabu siapa yang menjadi ketua yayasan usai menghadiri perayaan pengangkatan Do.

“Bagaimana dengan Seol? Kamu dapat dokter yang baru?” tanya Nam Do Il.

Pak Jang berkata. “Dengan segala cara, kamu harus membawa pulang dokter bedah umum. Kamu tahu maksudku, bukan?”

Kim Sabu hanya memenadangi patung kakek Pimpinan Shin. Ia ingat bahwa Pimpinan Shin berkata bahwa Pak Do tidak akan menyerah.

Pak Do juga pernah dengan sombong berkata, ia bukan orang yang bisa disingkirkan dengan mudah.

***

Sekumpulan dokter mendatangi Woo Jin.

“Dokter kita pasti kompeten. Tapi mereka juga harus bermartabat. Kudengar kamu menjalankan pekerjaan paruh waktu yang berbahaya.” Ucap Park pada Woo Jin.

Saksi dokter mengatakan. “Kamu mengatakannya sendiri. kamu menungangkan minuman dan dapat uang. Kamu bahkan menawarkan tempat bagus dengan para wanita cantik.” Ucap rekannya. Ini sih dibumbuin.

“Kurasa ada kesalahpahaman.” Ucap Woo Jin.

“Lebih baik aku tidak memperpanjang masalah ini. cari tempat lain untuk bekerja.”

“Aku bekerja karena divisi kalian kekuarangan staf. Banyak jadwal operasi, tapi tidak cukup dokter bedah. Kamu berpura-pura murah hati dan ingin menugaskanku agar kamu bisa menyuruhku melakukan pekerjaan kotor. Bukankah itu alasanmu mempekerjakanku?” tanya Woo Jin pada Do. “Kalau begitu, suruh saja aku bekerja alih-alih menjadikan kurangnya martabatku sebagai alasan.”

“Mungkin itu sebabnya kepala pusat mempekerjakanmu. Tapi aku tidak.” Ucap Park. “Kamu tidak punya martabat sebagai dokter. Kamu juga tidak peduli hierarki. Kamu tidak punya rasa loyalitas. Kamu hanya bedebah muran yang hanya peduli soal uang. Kamu menentang prinsipku.”

“Apa kamu melakukan ini karena insiden pembocaran rahasia terakhirku?”

“Kemasi barangmu dan pergi hari ini. aku akan melaporkannya ke kepala pusat.”

Yang lain pergi.

Orang yang membuat masalah dengan Woo Jin berkata. “Sebaiknya kamu pergi setelah selesai menangani pasien yang baru dibawa ke ruang operasi.”

Kim Sabu menguping kejadian ini.

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Wkwkwkwk panjang cuy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!