Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 11 Part 3

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 11 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Lanjutan rumah sakit yang gempar karena kedatangan pasien yang kena senggol bacok.

“Ini kekacauan besar.” Bisik perawat pada dokter Yang.

“Tidak ada peraturan dasar, prinsip, dan protokol. Benar-benar kacau.”

“Omong-omong, kemana dokter Park?”

***

Dokter Park melihat para dokter lainnya mengoperasi. Ia ingat saat Kim Sabu mengatakannya ia segala ahli. Dan ia ingat saat Kim Sabu mencoba menyelamatkan seseorang di dalam bus yang kecelakaan.

Peluru berhasil ditemukan. Peluru ada di hati.

Kim Sabu menyambungkan telepon pada Park Min Guk.

“Kamu akan berdiri di sana saja sepanjang malam? Peluru sudah disingkirkan. Dan segmentektomi dilakukan di tujuh segmen. Sudah ditutup selama tujuh menit dengan forsep pringle intestinal. Dan pasien lain menunggu di ruang operasi satu.”

“Kamu meminta bantuanku?”

“Tidak. Aku menyuruhmu melakukan tugasmu.”

Kemudian Park Min Guk pergi.

“Ahh dia baru saja pergi. Bagaimana ini?” tanya dokter Nam yang melihat ke jendela.

“Minta ruang operasi satu memberikan obat bius pada pasien.”

Mereka bingung bagaimana melanjutkan operasi. Karena harus yang sudah berpengalaman. Seo Woo Jin mengajukan diri. Sementara dokter Nam juga bingung.

Tbtb Mark Min Guk masuk. Ia menjadi dokter bedah utama menggantikan Kim Sabu.

***

Dengan istilah pembedahan anu dan anu. Park Min Guk melakukannya dibantu Seo Woo Jin. Yang resah malah dokter Yang karena Park Min Guk mengoperasi tanpa dirinya.

Park bahkan memuji bahwa dokter Seo Woo Jin sangat terampil.

****

“Kapaknya tidak tembus. Itu hanya tersangkut di tulang skapulanya.” Ucap dokter Bae.

“Kita akan mengoperasinya hari ini.”

“Ini masih fraktur terbuka yang harus dioperasi di ruang operasi. Kita harus memeriksa paha untuk melihat lukanya.”

“Semua ruang operasi penuh.” Ucap perawat.

“Kita tunggu saja.” Ucap Bae.

“Tidak perlu. Cabut saja.” Ucap pasien. “Ini bukan pertama kali terkena kapak.”

“Maafkan aku. Tapi tolong menunggu meski kamu tidak nyaman.” Ucap Bae.

“Aku tidak punya waktu untuk menunggu di sini. Cabut sekarang juga. Atau pindahkan aku ke rumah sakit lain.”

“Kamu bisa mengalami pendarahan ketika ke rumah sakit lain. Kamu harus tahu itu fatal. Masih mau pindah?”

Pasien akhirnya mau menunggu.

***

Kim Sabu masuk ke pasien bos preman. Kim Sabu memuji tindakan awal Cha Eun Jae yang bus. Eun Jae bahkan tidak mengalami mual.

***

Para ibu menunggui anak mereka yang sakit. Yang kemarin percobaan bunuh diri dan anak lima tahun yang minum ibuprofen.

***

Surat dari Pak Yeo dibaca Manager Jang.

Semua operasi selesai.

Kemudian Kim Sabu bicara pada Park.

“Bagaimana? Apakah operasinya sukses?” Tanya Kim Sabu.

“Pasien sedang berada di ICU.”

“Bagus.”

“Apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak ikut campur?” tanya Park.

“Bukankah sudah jelas? Aku akan pergi dari satu ruang ke yang lain, dan memastikan semuanya selesai.”

“Kamu terus mengelola rumah sakit ini dengan terus membuat keputusan berisiko dan sembrono itu?”

“Seperti inilah doldam. Pasien tidak terduga berdatangan di saat yang sama. Terkadang, aku mengambil risiko yang tidak bisa dihindari.”

“Berapa banyak pasien yang tewas karena itu?” tanya Park.

“Tetap saja jumlah yang kuselamatkan melebihi jumlahnya.”

“Kamu lebih gegabah daripada dugaanku, dokter Boo.”

“Sudah kubilang, di sini bukan tempat kamu bisa mengoperasi dengen elegan. Sambil mendengarkan musik klasik. Jangan mengambil tanggung jawab yang bisa kamu pikul. Bawa anak buahmu kembali ke tempat asalnya.”

“Aku harus membuat protokol di rumah sakit ini. kamu harus mengontrol tindakkanmu, Dokter Boo Yong Ju.”

“kim sabu. Begitulah aku dipanggi, dokter Park.”

***

Kim Sabu keluar.

Ia malah menunjukkan bahwa dokter Park yang menyelamatkan detektif.

Semuanya berterima kasih pada dokter Park.

Kim Sabu pergi sambil bersiul.

Bersambung… klik d sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *