Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 16 Part 1

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 16 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti ya… huhuhuhuhu!!!!!!

Para dokter mengadakan rapat di ruang Pimpinan Park. Kim Sabu, Seo Woo Jin berkumpul. Mereka mengumumkan hasil medisnya. Semacam deklarasi bersama bahwa pasien Choi dinyatakan mati otak. Ada kepolisian juga di dalamnya.

***

Dan yang dilakukan Cha Eun Jae adalah mengatakan kepada Kim Sabu untuk melakukan uji pencocokan ginjal.

***

“Kita harus memberinya waktu untuk berduka.” Seo Woo Jin marah pada Cha Eun Jae.

“Aku mengerti maksudmu. Tapi dia akan memberikannya kepada orang yang sangat membutuhkan. Selain itu. Dia mengalami pendarahan. Jika waktunya tidak tepat, dia mungkin tidak bisa menyumbangkan organnya sama sekali.”

“Apa kamu… kamu hanya peduli soal penerima donor?”

“Apa salahnya mencoba menyelamatkan pasien selagi bisa?”

“Maksudku, kita harus menunjukkan rasa hormat. Kenapa kamu tidak mengerti maksudku.” Ucap Seo Woo Jin.

“Bukan karena dia tahanan yang dihukum seumur hidup? Dia membunuh dua orang. Itukah alasanmu seperti ini?”

“Kita membicarakan manusia, paham? dia putri seseorang, paramedis, dan seseorang bernama Choi Soon Young. Dia bukan sekadar donor organ. Dia manusia.”

Ibu Nona Choi ada di lorong. “Apa yang baru saja kudengar? Kalian akan memberikan organ putriku kepada siapa?”

***

“Kenapa tbtb ibunya tidak mau menyumbangkan organ putrinya?” tanya seorang dokter, wajah baru, kagak kenal.

“Wajar jika wali berubah pikiran.” Ucap Kim Sabu. “Mari beri dia waktu.”

“Sudah ada enam orang di daftar tunggu. Ada seorang pianos berusia 16 tahun yang tidak bisa melihat dan pria yang menunggu untuk melihat putrinya menikah. Dia akan memberi mereka kesempatan kedua dalam hidup. Bisakah Kim Sabu meyakinkan dia?”

“Tidak. Aku tidak akan melakukan itu. Aku akan sangat bersyukur jika dia bersedia menyumbang. Tapi meski menentangnya, aku enggan menekan ibu Nona Choi untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan. Memikirkan penerima donor memang penting. Tapi sebelum itu, kita harus menghormati keputusan para donor dan keluarga mereka. Harus seperti itu urutannya.”

“Apa aku salah lagi?” Ucap Cha Eun Jae dalam hati.

***

Yoon Ah Reum diajak ngobrol dengan perawat lagi.

“Tampaknya kamu ada kencan dengan Eun Tak.”

“Ah itu. Kami sepakat untuk minum bir.”

“Di On Your Way?”

“Ya.”

“Sudah kuduga. Sudah kuduga pasti kamu. Lupakan… selamat. Masa depanmu…”

“Hah? Belum ada apa-apa diantara kami.”

“Benarkah? Tapi aku merasa hilang kesempatan sebelum bisa melakukan apapun. Ini sangat mengesalkan.” Wkwkwkwk susternya naksir Eun Tak lagi.

Dan perawat lain. Nona Uhm kedip-kedip ke Yoon Ah Reum.

****

Yoon Ah Reum nanya ke Eun Tak.

“Kamu bertanya pada perawat lain bahwa kita akan minum kemarin?”

“Tidak.”

“Bagaimana mereka bisa tahu? Sepertinya Nona Uhm juga tahu.”

“Apa kata Nona Joo?”

“Dia tiba-tiba memberi selamat untuk masa depan kita. Lalu dia bilang tidak ada kesempatan untuk melakukan apa pun. Apa yang harus kulakukan? Bagaimana jika semuanya salah paham?”

“Apa itu salah?” tanya Eun Tak.

“Ya. Tentu saja. tidak ada apa-apa diantara kita.”

“Sepertinya sudah.” Ucap Eun Tak. Aseeek aseeekk…

“Astaga. Kamu sangat terus terang.”

“Apa itu membuatmu tidak nyaman? Kalau begitu, aku akan memperlambat.” Ajajajajajajajjajkkkkk aku sukaaaaa Eun Takkkkk…

“Ahhh kamu tahu caranya mengendalikan tempomu. Kamu sepertinya profesional.”

“Aku pernah menyukai seseorang. Tapi tidak mengungkapkannya sampai dia pergi. Begitulah akhirnya. Aku tidak akan mengulangi kesalahan serupa.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *