Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 16 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti ya… huhuhuhuhu!!!!!!

“Apakah kamu mengajakku berkencan?” tanya Ah Reum.

“Aku tidak akan memperlambat lagi. Kamu tidak boleh makan ayam kalau ada janji denganku.”

Aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,,,,

sukaaaaa……………………………………

****

Napi itu sakit. Ada polisi mengawal. Ibunya menangis. “Tolong izinkan aku menemui putraku sekali ini saja.”

“Anda tidak boleh masuk jika bukan jam besuk.” Ucap polisi.

“Astagaaa… bagaimana nasibnya.”

Cha Eun Jae keluar. Ia mengatakan kondisi napi. Ia kesulitan mencari pembuluh darah sebab ada tato yang bernanah. Kemungkinan akan memburuk juga sebab 3 hari tidak cuci darah.

Ahjumma ibunya Choi pun melihat kejadian ini.

***

Seo Woo Jin memberikan kartu donor pada ahjumma. “Kim Sabu memerintahkanku untuk memberikan ini.”

“Kudengar dia ditindas di sekolah. Pemuda yang menerima hukuman seumur hidup. Ibunya memberinya obat yang bisa membantunya berkonsentrasi agar nilainya lebih bagus. Karena itulah ginjalnya rusak. Dia selalu menjalani cuci darah dan itulah yang membuatnya ditindas. Setelah lama ditindas, dia tidak tahan lagi. Karena itulah akhirnya dia membunuh dua orang.”

***

Kilas balik.

Curhat sang ibu napi.

“Itu salahku. Aku terobsesi dengan uang. aku terlalu fokus menghasilkan uang hingga tidak tahu apa yang dialami oleh putraku. Aku hanya memintanya mendapatkan nilai yang bagus. Itu semua salahku. Anak-anak itu mati karenaku. Bukan karena putraku.” Ahjumma itu menangis di sebelah Ibunya Choi.

****

“Seperti itulah seorang Omma. Saat hal-hal buruk menimpa anak-anak mereka. Mereka selalu berpikir itu salah mereka.” Ucap Ibunya Choi pada Seo Woo Jin. “Organ donor. Ayo lakukan itu. Keahlian putriku membantu dan menyelamatkan orang-orang yang menderita. Mungkin di masa-masa terakhirnya…kurasa dia ingin menyelamatkan seseorang.”

***

Berita sudah sampai bahwa donor akan diberikan.

“Kita harus melakukan yang terbaik untuk menghormati donor dan ibunya sampai langkah terakhir. Mari bersikap hormat dalam prosedur berikutnya.” Ucap Kim Sabu.

Nona Choi, Eun Tak dan Seo Woo Jin mengiyakan.

***

Ninu ninu berbunyi kembali.

Ada helikopter juga.

Rupanya pasien akan dibawa. Juga Nona Choi, sang pendonor.

Doldam memberikan penghormatan terakhir untuk Nona Choi. Sumpahhh…. ini mengharukan banget.

***

“Selamat tinggal, gadis kecilku. Terima kasih sudah menjadi putri Omma. Sarangeee…” Ahjumma memberikan salam terakhir pada putrinya.

“Ommonie, kami akan membawanya sekarang.” Ucap Kim Sabu.

***

Nona Choi sudah masuk ruang operasi.

Ahjumma menangis. Ibu Napi menangis. Dokter Eun Jae menangis. Mimin pun menangis.

*Sumpaaahhhh ini drama top banget.

****

Di ruang Nona Choi. Dokter anestesinya ada Pak Nam.

***

Di ruang Napi. Dokter anastesinya ada dokter Shim.

Napi berkata. “Tolong sampaikan terima kasihku.”

“Kamu bisa memberitahunya sendiri setelah kamu sembuh.” Ucap Shim. “Aku akan memberikan anestesi. Tolong berikan profopol.”

Napi pun menangis.

***

Kalian tahu? Dokter di bagian Nona Choi banyak banget. Jantung diambil, kemudian bagian paru juga. Makanya tadi banyak dokter asing. Karena satu-satu diambil.  Kim Sabu mengambil bagian lever.

Serius… diambilin satu-satu dan langsung ditaruh di dalam es.

Kemudian ginjal diambil.

***

Di ruangan napi. Dokter Park Min Guk yang mengurus pergantian ginjalnya.

***

Aksi mengharukan lagi. Bagian-bagian tubuh itu langsung dikirim ke rumah sakit lain. Ada yang pakai heli dan ada yang mobil ambulance.

Sepertinya banyak nyawa yang akan ditolong.

Lanjut ke bagian terakhir. Klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!