EPISODE SEBELUMNYA DI SINI. SELENGKAPNYA KAMU BISA CARI TAHU DI TULISAN YANG INI… HALOOO MINNN NGGAK USAH NGEGAS NGEGAS MIN. WKWKWKWKKW….

Dr Shim, dr Bae, Dr Woo Jin, dr Jung, dan yang lainnya. Tbtb dapat sms entah apa itu.

***

“Perawat Oh. Kamu tidak naik?” tanya Dokter Nam. “Aku ditugaskan menghadiri pertemuan mingguan.” Nona Oh mengecek ponselnya. “Kamu tidak dapat?”

“Aku akan tanya manager Jang. Kamu saja yang pergi.”

“Baiklah.”

*****

*Nona Oh berusaha menelepon Pak Jang. Tapi langsung dimatikan oleh Pak Jang.

***

Saat rapat di kantor Pak Park. Woo Jin memberikan kopi pada Yang. “Ini kopi yang kamu mau. Nanti kamu bisa membayar 50 sennya.”

“Kamu menyuruhnya membeli kopimu tanpa memberinya uang?” tanya dokter Shim pada dokter Yang.

“Bukan begitu.”

“Para dokter bedah jantung masih ingin para junior mereka untuk tertib.” Ucap dokter Jung. “Kami para dokter UGD sudah lama tidak meminta kopi. Bukankah salah memakai otoritasmu seperti ini?”

“Kubilang bukan begitu.” Ucap Yang.

***

Park Min Guk memulai rapatnya. Rapat berlangsung tanpa Kim Sabu karena dia tidak ada di doldam tanpa pemberitahuan.

“Maaf. Tapi kepala perawat belum datang.” Ucap dokter Nam.

“Mulai sekarang, pertemuan mingguan akan diadakan oleh para anggota. Apa yang perlu Nona Oh ketahui. Pak Jang akan memberitahunya.”

Dan lagi-lagi Pak Jang menutup panggilan Nona Oh.

“Bagaimana dengan Cha Eun Jae? Kenapa dia tidak di sini?” tanya dokter Nam lagi.

“Dia akan dipindahkan ke rumah sakit lain.” Ucap Yang.

“Cha Eun Jae? Kemana? Untuk apa?” tanya Jang..

“Banyak hal terjadi. Hal itu tidak perlu kamu tahu.” Ucap Yang.

“Ini rencana bisnis baru.” Dokter Park memberikan dokumen. “Rumah sakit Doldam akan diubah total. Pertama, kita kurangi operasi darurat secara medis.”

“Trauma darurat dan cidera adalah keahilan kami.” Ucap Jang. “Jika anda mengurangi itu…”

“Kita akan mengganti sistem untuk fokus pasien rawat jalan dan operasi umum.”

“Tidak ada pasien seperti itu.” Ucap dokter Shim.

“Mulai besok, pasien yang dijadwalkan untuk operasi di Geodae akan dikirim ke sini. Dokter Yang, jadwalkan perawatan yang sesuai dengan kenyamanan pasien.”

Sayangnya nggak ada Kim Sabu. Jadi yang lain hanya menerima.

***

Di UGD, Perawat Yoo memperlakukan perawat yang sedang latihan dengan jutek. “Perawat baru sangat tegang.” Ucap Dokter Yoon Ah Reum.

“Ini hari pertama mereka, sudah seharusnya.”

“Di hari pertamaku sebagai pemagang, aku sangat gugup. Aku tidak tahu apa-apa, tidak bisa melakukan apapun. Dan tidak bisa bertanya pada siapapun. Kuharap salah satu seniorku memberitahuku petunjuk yang baik.”

“Dokter Yoon. Aku bekerja dua hari berturut-turut. Kami kekurangan staf dan pasien terus berdatangan. Aku juga tidak punya tenaga untuk mengajari para siswa. Aku lebih baik menggunakan energi untuk merawat pasien lain.”

“Aku tahu… tetap saja..”

“Aku tahu maksudmu. Aku lebih suka kamu tidak peduli. Kita urus masalah masing-masing, ya?”

Nona Oh memperhatikan mereka dari jauh.

***

“Apa? aku akan pindah ke rumah sakit lain?” tanya Cha Eun Jae.

“Ya.” Dokter Yang mengangguk.

“Siapa yang bilang begitu? Dokter Yang?”

“Ya, dalam pertemuan dengan presdir, dia membuat pengumuman.”

“Waaahhh… dia benar-benar menusuk dari belakang. Dia menyuruhku berjuang dan dia berubah pikiran?”

“Ada apa? kenapa dia menyingkirkanmu?”

“Ceritanya panjang dan menyedihkan.” Ucap Cha Eun Jae. “Buruh sebotol soju dan lima ikan kering untuk menceritakannya.”

“CKCKCKKC… Jadi, kamu sasaran empuknya.”

“Apa kata Kim Sabu? Dia tidak memercayai ucapan dokter Yang bukan?”

“Entah itu keberuntungan atau kesialan, tapi dia tidak ada.”

berlanjut ke bagian 3 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!