Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 17 Part 3 – EPISODE SEBELUMNYA DI SINI. SELENGKAPNYA KAMU BISA CARI TAHU DI TULISAN YANG INI… HALOOO MINNN NGGAK USAH NGEGAS NGEGAS MIN. WKWKWKWKKW….

“Dia tidak ada di sana?” Ucap Eun Tak pada Woo Jin.

“Ya. Manager Jang bilang dia belum bekerja. Aku sudah meneleponnya dua kali. Tapi dia tidak menjawab.”

“Apa yang terjadi? Dia tidak pernah seperti ini.” Ucap Eun Tak.

“Omong-omong, sejak kapan lengan Kim Sabu sakit? Tampaknya cukup buruk.”

“Pergelangan tangannya? Dia terluka 3 tahun lalu. Saat terlalu lelah, dia akan kesakitan.” *namun Woo Jin menyadari bahwa bukan pergelangan tangan yang sakit.

***

Woo Jin langsung mengakses kesehatan Boo Yong Joo. Akhirnya, dia tahu bahwa dokter yang menangani adalah Bae. Woo Jin langsung menemui Bae.

“Ada yang ingin kukatakan secara pribadi.”

“Kepadaku? Ada apa?” tanya Bae.

“Ini tentang Kim Sabu.”

****

Dokter Nam memberikan berkas bisnis pada Nona Oh. Nona Oh langsung marah. Sedangkan Kim Sabu masih belum mengangkat teleponnya.

Nona Oh langsung melabrak Park Min Guk.

“Apakah ini alasannya kenapa anda tidak mengajakku ke pertemuan mingguan?” kemudian Nona Oh menjatuhkan dokumennya. “Anda mengurangi perawatan trauma darurat dan menutupinya sementara? Ada banyak pasien trauma. Ke mana mereka harus pergi?”

“Itu bukan hal yang harus dipikirkan oleh kepala perawat.”

“Setiap pekan, rata-rata 30 sampai 40 pasien datang ke rumah sakit ini. dengan luka ringan atau parah. Separuhnya datang untuk nyawa mereka. Maksud anda, membiarkan mereka mati?”

“Kenapa mereka harus mati saat pusat trauma yang didanai pemerintah sudah didirikan di seluruh negeri?”

“Yang dekat memang di sini. Kamu tahu dengan lalu lintas itu? Pasien butuh dua sampai 3 jam untuk tiba di sana.”

“kalau begitu, kamu tahu kerugian doldam selama 3 tahun terakhir? Saat ini, rumah sakit mungkin harus tutup selama beberapa bulan. Kamu tahu itu? Aku di sini untuk menyelamatkan rumah sakit ini. jadi, mana rasa terima kasihmu? Beraninya kamu mencoba mengguruiku dengan kisah sedih?”

“Presdir Park.!” Ucap Dokter Nam. Pak Jang langsung meminta Nam tenang.

“Kalau begitu. Tutup saja rumah sakit ini.” Ucap Nona Oh. “Saat golden time, pasien datang dalam keadaan meregang nyawa. Karena kita rugi dan tidak menghasilkan uang, kita harus meninggalkan mereka? Kalau begitu? Kenapa harus repot-repot membuat sistem baru? Tutup saja rumah sakitnya!!!! Para dokter dan perawat lebih memedulikan keuntungan daripada perawatan pasien, semua akan berakhir. Menutup rumah sakit adalah hal yang tepat.” Nona Oh marah dan pergi.

****

“Wowww… kepala perawat memang sangat tegas.” Ucap Dokter Shim. “Senioritas dan Hierarki sepertinya tidak ada. aku tidak percaya dia memarahi presdir seperti itu. Wwaah…”

“Begitulah seharusnya di doldam. Kita tidak peduli senioritas dan hierarki. Tapi kami saling menghormati.” Ucap Nam.

“Selain itu, kamu punya rasa romantis yang konyol. Bagaimana kalian akan bertahan?”

“Dunia meyakini bahwa uang menaklukkan semuanya. Rasa hormat dan kemanusiaan bahkan bisa dijual dengan harga tertentu. Jadi, bukankah seharusnya ada satu tempat saja yang tidak mengikuti tren?”

“Dan ini tempat itu?” tanya Shim.

“Jika tidak, kenapa kami masih ada di doldam?”

***

Park Min Guk pergi dengan kesal. Pak Jang berkata pada dokter Yang. “Maafkan aku. Nona Oh selalu bersemangat jika menyangkut pasien kita.”

“Maksudmu kami tidak peduli tentang pasien?”

“Bukan itu maksudku.”

“Manager Jang, kamu harus memilih memihak pada siapa.”

***

Woo Jin membaca buku tentang sindrom kapal. Ada Cha Eun Jae juga. Eun Jae juga diberitahu kalau Kim Sabu sedang sakit.

Dari luar. Dokter Yang sedang menguping.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!