Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 18 Part 2

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 18 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaaa…

Ah Reum dan Eun Jae datang kembali.

Jang kaget. “Hah? Kenapa kalian semua kembali?”

“Kami tidak bisa membiarkanmu menjadi keren sendirian.” Ucap Eun Jae.

“Dia bilang tidak sopan membiarkanmu berjaga sendirian dan menyeretku ke dalam gerombolan.” Ucap Ah Reum.

“Ahh kalian begitu setia. Di sini, sudah lazim untuk tetap di rumah sakit saat hujan atau turun salju.”

“Semua orang melakukan itu?”

“Sering kali begitu. Kecuali ada masalah mendesak lain.” Ucap Jung.

“Siapa yang membuat aturan itu?” Ucap Eun Jae. “Kim Sabu?”

“Dia yang pertama melakukannya. Lalu kami mengikutinya.”

“Tidak mungkin. Kerja lembur secara sukarela?” Ucap Eun Jae.

“Hei, adalah yang mau melakukan ini jika dipaksa? Mereka tidak akan melakukannya, bahkan untuk uang.”

“Ya. Aku lebih suka pulang daripada bayaran lembur.” Ucap Ah Reum.

“Memangnya tidak berat?” tanya Eun Jae.

“Aku sudah melakukannya selama 3 tahun.”

“Kamu tidak punya keluhan?”

“Selain terpisah dari istri dan anakku. Sejujurnya, menghadapi pasien terkadang akan lebih mudah. Tinggal di sini yang memungkinkannya.”

“Karena kita di sini. Bisakah kita makan daging dan ayam goreng?” tanya Ah Reum.

“Ya. Silakan makan. Aku juga lapar.”

Tbtb mereka semua mendapatkan sms.

Woo Jin di ruangan lain dapat telepon.

Semua lari.

***

Semua kumpul di UGD.

“Kim Sabu menelepon langsung. Kecelakaan busnya terjadi di lokasi berjarak 10 menit dari RS doldam.” Ucap Nona Oh. “Kim Sabu juga ada di dalamnya.”

“Apa katamu? Kim Sabu mengalami kecelakaan?” tanya Pak Jang. “Bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia terluka parah?”

Kim Sabu menelepon Nam. Semua mendengar lewat speaker ponsel yang dikeraskan.

“Siapa yang ada di RS sekarang?”

“Hampir semuanya. EM, GS, CS, dan para perawat jaga.”

“Gumawo. Termasuk supir, aku melihat ada 12 orang. Woo Jin dan Eun Jae, kalian harus ke lokasi kecelakaan secepat mungkin. Jangan lupa bawa alat darurat.”

Kim Sabu melihat wanita hamil. “Wanita hamil hampir melahirkan tidak begitu baik kondisinya.”

“Kami akan mencari dokter kandungan terdekat.” Jawab Nona Oh.

“Dokter Jung. Kamu penananggung jawab pusat trauma.”

“Apa?aku?”

“Kamu bisa bukan?” tanya Kim Sabu.

“Ya. Jangan khawatir.”

“Saat ini, aku melihat dua pasien trauma berat.”

Kim Sabu sendiri mengaku baik-baik saja. padahal kondisinya sangat buruk juga.

***

Park Min Guk terjebak macet. Ia ada di lokasi tergulingnya bus.

Karena macet. Woo Jin sampai lari ke lokasi. Eun Jae juga ikut lari.

***

Para medis mulai bekerja dan mengevakuasi korban kecelakaan. Keadaan benar-benar kacau.

“Ada dokter di dalam mobil.” Ucap salah satu paramedis pada Park Min Guk.

“Seorang dokter?”

“Ya.”

*dokter Yang pun menelepon Park Min Guk dan mengatakan Kim Sabu adalah salah satu korban.

***

Saat itu wanita yang mengandung mengalami gagal jantung. Woo Jin tidak datang juga. Kim Sabu memukul-mukul tangannya dan akan memberikan pertolongan.

Eun Jae dan Woo Jin datang. Mereka melihat Park Min Guk yang diam saja.

“Ternyata. Aku belum bebas sama sekali.” Ucap Park Min Guk dalam hati.

*Kim Sabu tetap menggunakan tangannya yang kesakitan untuk membantu ahjumma yang mengalami gagal jantung.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *