Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 19 Part 2

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 19 Part 2 – Hai guys, untuk bagian medis yang bedah membedah. Saya bakalan rekap. Karena agak sudah. Wkwkwkwk, Episode kali ini juga banyak tindakan medisnya. Jadi, nanti saya hanya kasih gambaran saja. dan ada pemeran lama yang muncul lagi di episode 20. Tunggu saja. hhehehehe… episode sebelumnya di sini. selengkapnya di sini.

“Apa kamu memberitahunya?” tanya Kim Sabu.

“Aku yang pertama mengetahuinya.” Jawab Woo Jin.

“Ini tidak serius. Jangan menyebarkan berita.” Ucap Kim Sabu.

“Anda memberi tahu pasien untuk tidak menyembunyikan rasa sakit mereka. Kenapa Kim Sabu menyembunyikan sakitmu?”

“apa aku pasien?” tanya Kim Sabu.

“Seorang dokter yang sakit bisa menjadi pasien.”

“apa? kamu mengajariku sekarang?”

“Aku khawatir.” Ucap Woo Jin. “Aku di sini selama 10 bulan. Jika anda jatuh sakit, itu tidak ada gunannya bagiku.”

“Sembilan bulan.” Jawab Kim Sabu. “Kamu membayarku dengan upah sebulan. Kamu punya sembilan bulan lagi.

Dokter Bae melihat ada luka di perut samping Kim Sabu. Kim Sabu seharusnya dapat jahitan. Namun, ia menolak karena akan melakukan operasi.

Woo Jin akan mengambil obat. Tapi tbtb Nona Oh datang. Mereka langsung bungkam.

“Kim Sabu. Apa aku mengganggu sesuatu?”

“Tidak. Tentu tidak. Kami sedang mendiskusikan operasi bedah untuk pasien darurat. Kenapa kemari?”

“Kita memiliki pasien koran pemerkosaan di UGD. Kami memanggil polisi, tapi dia tidak mengalami kondisi yang bagus. Ada pendarahan di rongga perut.”

“Yakk.. Seo Woo Jin, bergegas ke UGD, nilai kerusakan dan laporkan kembali.”

“Tapi dok..”

“Yah.. ada pendarahan di rongga perut. Kamu bisa menemukan shocknya. Pergilah.” Woo Jin pergi. “Dokter Bae, kamu juga harus bergegas untuk pasien pengidap crush sindrom.”

Dan Nona Oh hanya diminta kim sabu meminta membantu korban dengan keadaan tertusuk payung.

Nona Oh sebenarnya cukup sadar bahwa ada yang disembunyikan darinya.

***

Polisi berkata pada Ah Reum. “Aku akan membawa ke rumah sakit lain.”

“Dia tidak dalam kondisi untuk dipindahkan sekarang.” Ucap Ah Reum.

“Seberapa parah dia?” tanya dokter Yang.

“Perutnya memar di mana-mana sehingga kami melakukan tes sonografi. Darah menggenang di sekeliling limfanya. CT Scan akan memberitahu kita berapa banyak.”

“Kalau begitu. Pindahkan saja.” Ucap Yang. “Kita bahkan tidak memiliki dokter kandungan di sini.”

“Rumah sakit ini bisa memeriksa korban pemerkosaan darurat. Setelah ST Scan, aku akan memeriksanya, mengambil bukti dan kuberikan pada polisi.”

“Bukti menjadi semakin tidak layak jika semakin lama kita menunggu.” Ucap polisi. “Kita tidak akan bisa menangkap pelakunya.”

“Apakah anda lebih mementingkan pelakunya?” tanya Ah Reum pada polisi.

Kemudia. Pasien itu terbangun. Yoon Ah Reum langsung datang.

***

“Pasien.. kamu ada di rumah sakit.” Ucap Ah Reum. “Tidak apa. sudah aman di sini. Aku akan mengajukan beberapa pertanyaan.”

“Polisi… seorang polisi….”

“Ya. Petugas polisi di luar. Jangan khawatir. Anda mengalami pendarahan…”

“Tolong selamatkan aku.” Pasien pingsan lagi.

***

Dokter Yang memeriksa. Kemudian Seo Woo Jin menawarkan diri untuk membantu. Nggak ada staf lain guys. Dan tumben apa Yang mau mengoperasi ya?

***

Park Min Guk melihat jadwal operasi. Ada dua. Pertama Kim Sabu dengan pasien yang tertusuk payung. Kedua, ada Yang dan Seo Woo Jin yang mengoperasi korban pemerkosaan.

***

Dengan menahan sakit. Kim Sabu mengoperasi dengan Cha Eun Jae.

***

Setelah bukti didapatkan Yoon Ah Reum. Ia memberikannya pada polisi.

“Ini adalah bukti yang dikumpulkan dari korban. Aku harap bisa mengarah pada tersangka.”

“Ahh anda sudah bekerja dengan keras.”

“Baik. Permisi.”

“Dokter, siapa namamu?”

“Yoon Ah Reum.”

“Ah Yoon Ah Reum. Aku ingin menanyakan sesuatu tentang korban. Bisakah anda meluangkan waktu?”

***

Mobil polisi datang. Ia langsung ke UGD dan bicara pada Perawat Uhm.

“Detektif Go.”

“Aigoo. Aku yakin semuanya sibuk karena kecelakan bus.”

“Badai sudah kami lewati.” Ucap Uhm.

“Aku menerima korban pemerkosaan, tapi kami terjebak kemacetan. Di mana korbannya?”

“Dia menjalani operasi beberapa saat lalu. Tapi, petugas polisi sudah datang lebih awal.”

“Apa? salah satu dari kami sudah datang? Aku bahkan tidak tahu. Kamu tahu siapa?”

“Tidak tahu. Ia datang sangat cepat.”

Eun Tak yang ada di ruangan yang sama langsung mencari Yoon Ah Reum.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *