Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 21 Part 2

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 21 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa… Untuk tindakan medis, saya hanya kasih gambaran saja. no dialog, dialognya istilah medis semua.

Karena takut. Bukannya menelepon Woo Jin. Eun Jae malah menelepon Ah Reum yang ia pura-purakan mendengar suara Woo Jin.

Wkwkwkwkwkw Ah Reum yang polos dia malah bingung di telepon. Jadi, Eun Jae bikin kabar sendiri kalau Woo Jin sakit dan nggak datang.

***

Ah Reum tahu dari perawat Joo kalau Eun Jae saat ini berada dengan tamu yang berasal dari Seoul.

***

“Woo Jin sakit. Dia pasti flu berat. sepertinya dia kelelahan karena banyak pasien. Bagaimana Sunbaenim?”

“Apakah kamu bilang pada Woo Jin aku di sini? Dia bilang apa?”

“Dia sangat senang sunbaenim di sini.” Wkwkwkwkkw bohong banget. Sunabenya tentu aja merasa aneh.

“Kamu pikir aku bodoh? Kamu meremehkanku karena reputasiku ternoda. Berikan ponselmu. Kamu bilang habis menghubungi Woo Jin. Aku akan menghubungi sendiri.”

***

Ah Reum ada di pintu, mencari Woo Jin. Woo Jin menelepon Eun Jae. Tapi ditutup terus sama Eun Jae.

Akhirnya. Woo Jin masuk ke ruangan dan bertemu dengan Sunbaenya. Ia meminta Eun Jae untuk keluar.

*Ah Reum dan Eun Jae hanya menguping di luar.

***

“Aku dengar Boo Yong Joo terluka.” Ucap Do pada Min Guk.

“Dari apa yang kudengar. Tidak ada yang serius.”

“Tentang CTS nya juga?”

“Ya.”

“Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang itu? Kupikir kita ada di pihak yang sama.” Ucap Do.

“Maaf. Tapi aku tidak berpihak pada siapapun. Aku hanya percaya tanganku, seni kedokteran, dan keyakinanku. Orang-orang di doldam jauh lebih kompeten dari apa yang kukira. Sebaiknya, transfer mereka ke rumah sakit Mirae.”

“Apa kamu yakin itu sebuah pilihan?”

“Aku akan memulai permainan.” Ucap Min Guk.

***

Eun Tak melamun. “ini tentang Kim Sabu. Aku mengkhawatirkannya.” Ucapnya pada Nona Oh. “Bagaimana kalau ini adalah kesalahan kita?”

“Apa maksudmu?”

*Eun Tak ingat ucapan Seo Woo Jin. “Bagaimana jika dia terus memaksakan diri. Bagaimana jika itu benar?”

***

Di ruangannya. Kim Sabu membalut lukanya sendiri.

Dan tbtb Kim Sabu dapat telepon dongggg….

“Ya. Seo Jung Ah…” wkkwkwkwk dokter lama cuy. Ingat nggak? “Aku baru saja membuka file yang kamu kirim kemarin. Aahh tentu saja, semuanya baik-baik saja di sini. Dokter Yoon juga baik-baik saja.”

Kim Sabu mencetak datanya dan memasukkanya ke dalam file.

***

Woo Jin bicara dengan Sunbaenya.

“Aku ada sesuatu untuk diurus di sini.” Ucap Sunbae. “Ternyata kamu juga bekerja di sini. Aku ingin tahu bagaimana hidupmu. Tapi kamu tidak terlihat buruk sama sekali.”

“Benarkah?”

“Kamu tidak penasaran denganku?”

“Bagaimana denganmu?”

“Hidupku berantakkan. Itu yang terjadi. Lisensi medisku ditangguhkan selama tiga tahun. Dan aku kehilangan rumah untuk membayar pinjaman. Kredibilitasku buruk. Pernikahanku berakhir. Apa gaji di sini cukup? Bisa membayar utangmu? Kamu masih dikejar rentenir itu?”

“Jika tidak ada yang ditanyakan lagi. Aku akan kembali bekerja.”

“Mau kurekomendasikan tempat yang lebih baik?”

Di luar. Eun Jae dan Ah Reum sudah bersama dengan Mr. Koo. Wkkwkw.

Sunbae memberikan kartu nama. “Ini untuk mereka yang membutuhkannya. Aku punya koneksi dengan rs kaya. Dalam hal gaji, mereka memberi 150% lebih banyak. Bisa dinego. Bagaimana?”

“Aku tidak tertarik.”

“Kamu bahkan punya diskon teman dan keluarga.”

“Kamu harus mencari orang lain.”

“Hei berengsek. Kamu tidak berubah. Kamu tidak menyesal bukan?”

“Aku bisa mengatakan hal yang sama untuk sunbaenim. Aku tidak menyesal atas apa yang aku lakukan.”

***

Woo Jin keluar. Koo, Eun Jae dan Ah Reum langsung tanya keadaannya sambil bengong-bengong. Kwkkwkw.

***

Eun Jae bersedia memberikan bantuannya pada Woo Jin. “Semua mengarahkan jari mereka padamu, tapi Hyun Joon Sunbae yang telah melanggar hukum. Dia yang menerima suap.”

“Kenapa kamu tertarik dengan urusanku?”

“Aku mengkhawatirkanmu. Kamu merasa terbebani aku mengatakan ini? aku minta maaf.”

“Tidak sampai segitunya. … aku bertanya, “apakah dia punya perasaan padaku?” kalau aku tanya, apa aku melewati batas?” wuwuwuuwuwuwuwuuwuwuwuwuuwuwuuwuwuwuwuw cintaaa yang diutarakan!!! Kwkwkwk.

Terus pergi dong abis itu. Kwkwk.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *