Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 5 Part 1

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 5 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaa… drama ini drama medis, jadi yang berhubungan dengan tindakan akan saya rekap. Yaahhh masa nulis ngobok-ngobok organ gitu?

Setelah penggerebekan media kemarin. Dokter Cha Eun Jae terjatuh dan dibantu bangun oleh Kim Sabu.

****

Dokter Nam dan Ketua Perawat Oh langsung pergi ke rumah sakit Doldam usai mendengar berita.

***

Di ruangan pasien. Dokter Seo Woo Jin masih menahan pasien dari paksaan ambil alih dokter Park Min Kook dan dua rekannya.

Kemudian, Menteri Ryu mengalami gagal jantung mendadak.

***

Kim Sabu, Pak Manager Jang, Doker Nam dan Nona Oh ada di ruangan Kim Sabu.

“Ini pernyataan perang, Kim Sabu. Kita harus memikirkan tindakan balasan.” Ucap Manager Jang.

“Bagaimana kalau kita siapkan pengarahan resmi mengenai Menteri?” Tanya Dokter Nam. “Setidaknya kita bisa menghadapi media di luar.”

“Ohh… kita menyerang dahulu? Aku siap untuk itu.” Ucap Pak Jang. “Sebelum Pimpinan Do bertindak. Kita harus mengumumkan kondisi saat ini. dan rencana masa depan kita untuk pengobatan.”

Kim Sabu tbtb mendapatkan panggilan darurat.

***

Di dalam ruanga, Seo Woo Jin memberikan pertolongan pertama dengan menekan da da menteri Ryu. Dokter Park dan dua rekannya bersiap memberikan tindakan.

Kemudian Kim Sabu datang.

“Aku akan mengambil alih sekarang.” Ucap dokter Park pada Kim Sabu. “Kamu boleh pergi.”

“Nona Oh. Ambilkan pembuka jahitan dan pisau nomor 10.” Kim Sabu memberikan perintah.

“Tolong jangan memperumit keadaan.” Ucap Dokter Park.

“Minggir.”

“Kamu akan bertanggung jawab jika ada masalah?”

“Kamu yakin bisa menyelamatkan nyawanya?” tanya Kim Sabu. “Itu yang seharusnya kamu lakukan. Bukankah begitu, dokter Park?”

Yang dilakukan Kim Sabu adalah membuka jahitan. Memasukkan tangannya, dan menekan organ dalamnya. Seperti memijat jantung gitu. Gelaaaa gelaaaaa…

Semuanya memperhatikan sambil melongo dan khawatir. Baru lihat orang diobok-obok dan dilakukan tindakan secara langsung begitu. Bahkan ketua keamanan menteri minta tindakan dihentikan. Beruntung, Pak Jang bisa menyakinkannya.

Ketegangan terjadi. Nampak kalut di wajah Seo Woo Jin. Dan keadaan Menteri Ryu kembali normal.

Kim Sabu memuji tindakan Seo Woo Jin.

****

Dokter Cha Eun Jae ada di ruangan istirahat. Seorang dokter Perempuan bernama Shim masuk dan istirahat di tempat Cha Eun Jae, dia tadinya ikut rombongan dokter Park. Ia bahkan meminta bantal lucu milik Cha. Duhhh… btw, bantalnya beli di mana ya?

***

Dengan gemetar, Dokter Seo Woo Jin menjahit kembali. Mungkin ini pengalaman pertamanya melihat kejadian pemijatan jantung secara langsung. Dia nampak kalut. Semua orang memuji kerja Dokter Seo.

“Aku hanya panik dan bingung,” Ucap Seo Woo Jin.

“Kamu mengamankan pasien Kim Sabu sampai dia datang.” Ucap Nona Oh. “Kamu bekerja dengan baik. “Aku akan meminta Pak Park ke atas. Jangan berlebihan dan beristirahat.”

Pokoknya, Dokter Woo Jin sampai lemes gitu.

***

Kim Sabu bertemu dengan Dokter Park dan dua rekan Park di bawah.

“Kamu sungguh luar biasa.” Ucap dokter Park. “Sejujurnya, aku terharu. Dalam hidupku, aku menyaksikan tiga pijatan jantung terbuka. Ini kali pertama pasien selamat.”

“Aku beruntung. Kita belum aman.”

“Saat kamu memiliki keterampilan yang hebat. Kenapa bekerja di rumah sakit desa tanpa nama?”

“Kenapa tempat ini tidak bernama? Kamu tidak melihat di luar yang bertulisan rumah sakit doldam?”

“Kamu punya sindrom schweitzer? Jika tidak, tidak ada cara lain untuk menjelaskan ini. kamu satu-satunya dokter bersertifikat tiga dewan di Korea. Kenapa kamu tetap bekerja di rumah sakit pedesaan? Kamu juga tidak mengumpulkan uang atau ketenaran.”

“Itu karena pasien membutuhkanku.”

“Itu saja?” tanya Park.

“Apa dokter butuh hal lain selain pasien mereka?”

“Untuk waktu yang lama, aku sangat penasaran seperti apa dirimu. Kubilang aku akan datang ke sini karena aku ingin bertemu denganmu secara langsung. Setelah beretemu denganmu, kurasa kamu salah satunya. Kamu gila. Atau kamu pembohong kronis. Aku tidak percaya niat baik tanpa imbalan. Aku belum pernah melihat hal seperti itu.”

Kim Sabu melihat dua dokter di belakang Park. “Karena sudah larut. Lebih kamu istirahat.”

Lanjut ke bagian 2 klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *