Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 5 Part 2

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 5 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaa…

“Kudengar dia monster. Rumor tidak sepenuhnya salah.” Ucap dokter yang memfitnah dokter Seo Woo Jin.

“Kita lihat saja saat kite melepas topengnya.” Ucap Park. “Entah dia monster atau orang sombong yang bersembunyi di balik topeng.”

Tiga dokter ini akan pergi.

Dari lantai dua. Nona Oh melihat mereka dan mengumpat. Hahahhaa….

***

Kim Sabu melihat riwayat dokter Park. Dia lulusan John Hopkins dan pernah kecelakaan di bus 11 tahun yang lalu.

****

Esok tiba. Dokter Yoon A Reum mengendarai sepeda saat akan ke rumah sakit. Di depan Doldam, dia melihat dokter Park muncul dan memberikan keterangan pada media.

****

Dokter Cha bangun. Ia melihat Woo Jin yang tidur. naluri isengnya keluar. Ia akan mencoret muka Woo Jin. Namun sebelum ia melakukannya. Woo Jin bangun dan balik mencorat-coret wajah Cha Eun Jae.

Kkkkkkkk….

Cha Eun Jae berusaha membersihkan tapi susah. Ia menyelinap di koridor dan berhasil menemukan masker dan berpura-pura kalau dirinya kurang enak badan di depan perawat Oh.

****

Dokter Park memberikan keterangan pada media.

“Aku dr Park Min Guk dari RS Geodae. Seperti yang kamu dengar, Menteri Pertahanan Nasional mengalami cidera akibat kecelakaan mobil dan dilarikan ke RS cabang Geodae. Kondisinya terlalu parah, untuk dipindahkan ke Seoul. Jadi, operasi pertamanya dilakukan di RS ini. namun kondisinya masih kritis, karena itulah operasi kedua akan dilakukan kepadanya hari ini.”

“Akankah dokter Boo yang menangani operasi pertama akan melakukan operasi lagi?”  tanya wartawan.

“Tidak. Aku akan melakukannya sendiri.”

Yang lain menonton. Nona Oh sangat kesal mendengarnya.

****

Dokter Shim bertemu dengan dokter Woo Jin. Shim ini yang numpang tidur di tempat Cha.

“Jangan melawanku. Aku hanya mengikuti perintah dan melakukan tugasku.” Ucap Shim.

“Apa kamu seperti ini karena pasiennya menteri?”

“Tentu saja. jika bukan menteri, kenapa kita harus repot repot? Berkat dia, semua perhatian tertuju pada kita. Untuk seseorang yang menarik perhatian, ini hal terbaik yang bisa terjadi.”

“Tetap saja. kamu tidak bisa mengambil alih pasien seperti ini. ini salah. Ini yang akan dilakukan oleh preman.”

“Lihatlah dirimu Seo Woo Jin, kamu sudah berubah. Dulu, kamu tidak seperti ini. kembalilah menjadi dirimu yang biasanya. Kamu membingungkan orang dengan bersikap seperti ini. lagi pula, semua keputusan dibuat oleh atasan kita. Kamu harus tetap berpegang pada perintah awal.”

****

Seo Woo Jin menghadap Kim Sabu yang lagi mau tidur.

“Biarkan saja mereka.” Ucap Kim Sabu.

“Membiarkan mereka?”

“Tentu saja. aku senang punya waktu luang di tanganku.”

*saat itu ada Park Eun Tak juga.

“Apa kamu menghindari situasi ini?” Tanya Seo Woo Jin.

“Anggap saja aku mengamati.”

“Bagaimana bisa kamu hanya mengamati?”

“Kenapa kamu lebay? Bukankah kamu setuju tinggal selama seminggu di sini?”

“Tidak, kamu seharusnya mengevaluasi ulang kesepakatan setelah sepekan.”

“Itu hanya jika kamu berhasil meyakinkanku. Namun, kamu masih jauh dari meyakinkan.”

“Kamu sungguh akan membiarkan mereka mengambil pasienmu?”

“Jangan khawatir. Mereka juga dokter hebat. Lulusan Johns Hopkins. Aku ragu dokter elite seperti mereka akan salah menusukkan jarum.”

“Kim Sabu, aku sudah selesai.” Ucap Park Eun Tak. Nggak tahu lagi mencatat apa.

“Eun Tak kamu juga harus tidur. mungkin kamu terpaksa begadang. Ah.. kali pertama dalam berbulan-bulan. Aku bisa tidur siang. Dokter Seo, kalau tidak penting, jangan bangunkan aku.”

****

Seo berkata pada Park.

“Apa ini? kenapa tbtb berubah sikap? Apa hanya aku yang bingung?”

“aku mengerti kekecewaanmu.”

“Lalu kenapa kamu tidak melakukan apapun?”

“Karena itu adalah keputusan Kim Sabu.”

“Saat Kim Sabu memberikan keputusan. Seharusnya kita turuti saja? apa kita semua boneka di sini?”

“Bukan karena kita tidak punya pendapat sendiri. kami mengikuti keputusan karena rasa hormat.” Jawab Eun Tak.

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *