Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 9 Part 3

Sinopsis Dr Romantic 2 Episode 9 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. catatan; karena ini drama medis. Untuk tindakan seperti operasi dan tindakan medis.

“Harukah dia mati kalau begitu?” tanya Kim Sabu pada Seo Woo Jin.

“Dia sudah memutuskan untuk mati.”

“Apa? apa yang baru saja kamu katakan?”

***

Seo Woo Jin sebenarnya berkaca-kaca. Pasien keadaanya memburuk dan tentu saja Kim Sabu yang akhirnya turun tangan.

***

Kilas baliknya adalah ketika Seo Woo Jin yang masih anak-anak menelepon meminta bantuan karena anggota keluarganya bunuh diri.

Saat itu. Ibunya dan dirinya dibawa ke rumah sakit.

Seo Woo Jin kecil harus melihat kematian ibunya dengan mata dan kepalanya sendiri.

***

Saat Seo Woo Jin keluar UGD. Ia malah bertemu dengan penagih utang.

“Aku bilang tempat ini dilarang.” Ucap Woo Jin.

“Aku menunggu jawaban. Berhentilah kabur dan buatlah keputusan. Kami tidak memintamu untuk membunuh seseorang. Jadi, untuk apa dipikirkan?”

“Bagaimana jika melakukan seperti yang kamu katakan membahayakan lisensi medisku?”

“Itu sebabnya ia berharga 70.000 dolar. Bagaimana bisa adil jika tidak mau ambil resiko sebesar ini? kamu harus memberikan keputusan. Temui kami jam 10 malam. Mengerti?”

Kemudian ada Cha Eun Jae memanggil. “Seo Woo Jin sonsaeng!”

Seo Woo Jin malah pergi disusul oleh Cha Eun Jae.

***

“Siapa itu?” tanya Cha.

“Itu bukan urusanmu.”

“Bagaimana kamu mengenalnya?”

“Mengapa kamu ingin tahu?”

“Dia tampak seperti mafia. Dia antara penjahat dan genster. Itulah tebakkanku.’

“Biarkan aku sendiri. aku tidak ingin ada orang sekarang.”

“Oke. Aku tidak peduli karena ini urusanmu. Dan, kamu tidak bisa membiarkan semua orang bekerja sendirian. Terutama ketika ada kegilaan di UGD.”

“Aku tidak di UGD. Tidak ada alasan untuk siaga di sana.”

“Apa aku juga merawat pasen karena aku sedang berjaga di UGD?”

“Kalau begitu jangan lakukan.” Ucap Seo Woo Jin.

“Bagaimana aku tidak melakukan apa-apa. ketika pasien berdatangan ke UGD kecil ini?”

“Sejak kapan doldam menjadi perhatian terbesarmu?” tanya Woo Jin.

“Bukan rumah sakit yang aku khawatirkan.”

“Ataukah ini caramu untuk mengkompensasi karena kamu tidak pernah bisa ada di meja operasi?”

“Benar. Aku melakukannya karena tidak bisa melakukan operasi. Begitulah caraku mendapatkan penghasilan. Tapi aku melakukannya karena tidak punya pilihan. Aku tetap dokter.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *