Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 19 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 19 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

“Kenapa tidak menghentikan Min Ha Jung saat dia pergi?”

“Katanya dia mau ke toilet. Kupikir tidak masalah selama masih di dalam kafe.” Ucap Woo Kyung saat diinterogasi oleh Ji Hun.

“Menurut kesaksian yang lain, begitu Min Ha Jung pergi, kamu mengikutinya. Barusan kamu bilang tidak masalah selama masih di dalam kafe. Lantas kenapa mengikutinya? Kenapa?”

Woo Kyung kembali mengingat, “Katanya dia sudah sering ke sana. Jika begitu, dia tahu letak toiletnya.”

“Pikirmu kenapa dia bertanya padalah sudah tahu?”

“Kurasa dia mau aku menahannya. Menahan agar tidak pergi. Menahan agar tetap tinggal.”

“Kenapa? kenapa Min Ha Jung melakukan itu?”

“Kurasa dia tidak mau mati.”

Soo Young masuk ke dalam ruangan. “Min Ha Jung sudah meninggal.”

***

Ahjussi Go mendaftarkan akta kelahiran Hana. Di catatan sipil.

“Kepolisian menyimpan hasil tes DNA paternitasnya?”

“Ya. kamu bisa mendapatkannya dari Detektif Kang Ji Hun dari untit jatanras 2 di kepolisian Seoul.”

Episode 19- Rahasia yang tidak bisa dibagikan.

Kwon menyalakan CCTV dan berkata. “Pria bertopi ini. pria itu tiba di konter pada pukul 9,27. Pria misterius itu didaftarkan pukul 9.29.”

“Lantas pasti dia.” Ucap Ji Hun.

“Tidak diragukan lagi.”

“Wahahnya kelihatan?”

“CCTV di konter itu rusak. Resolusinya mungkin buruk, tapi ini satu-satunya bukti yang ada di kantor pos.”

“Tampaknya dia sengaja memilih cabang ini.” Ucap Soo Young.

“Tersangka akhirnya muncul, tapi kita tidak bisa menemukan apa pun tentang dia?”

“Kami melacak pergerakannya untuk menghitung tingginya. Tingginya sekitar 165 sampai 180.” Ucap Kwon.

Ji Hun kesal. “Yak…. jika tingginya di antara itu, maka Soo Young dan aku termasuk. Semua orang termasuk kecuali kamu.”

“Sangat sulit memperhitungkannya.”

“Mudah bagimu bilang begitu.” Ji Hun pun tanya pada Soo Young. “Bagaimana dengan ponselnya?”

“Mereka mengunduh foto-foto Min Ha Jung dari internet dan teksnya adalah dari puisi karya Choi Seung Ja. Tidak ada satupun yang bisa menjadi petunjuk.”

***

Dokter yang mengautopsi berkata pada Ji Hun. “tulang kaki, tulang panggul, bahkan tulang belakangnya patah. Penyebab kematian adalah pendarahan hebat dari patah tulang panggul. Dia pasti amat kesakitan sebelum meninggal.”

“Kamu menemukan hal lain? adakah tanda-tanda pemberontakan atau pemakaian obat?”

“Tidak. Ayolah… rekaman CCTV dan pernyataan para saksi menuntun pada bunuh diri.”

“Kami menemukan aplikasi obrolan bernama Black Chat di ponselnya. Saat penyelidikan sebelumnya, aplikasi itu belum ada.”

“Lantas?”

“Aku ingin tahu dia diancam oleh seseorang melalui itu. aplikasi itu akan terhapus sendiri begitu pesannya terbaca. Tidak bisa dideteksi.”

“Ini rumit.” Ucap Dokter.

“Menurut wanita yang bersamanya sebelum dia melompat, dia merasa mendiang ingin wanita itu mencegahnya pergi.”

“Itu memang tipikal sifat orang yang berniat bunuh diri.” Ucap dokter.

“Tipikal?”

“karena takut dingin, orang memakai baju tebal sebelum melompat ke sungai. Beberapa menggerem mendadak selagi menuju ke arah tebing. Di tengah proses singkat itu, mereka menyesalinya, itu manusiawi. Itu karena kita berhasrat untuk mempertahankan hidup. sudah cukup jelas, tapi naluri manusia selalu memilih hidup dari pada mati.” Ahhh suka nih, dapat ilmu.

“Hyung pasti menyenangkan karena semuanya jelas bagimu.”

“Tidak juga.  Hidupku membosankan.”

“Omong-omong, menurutmu dia sungguh bunuh diri atas kemauannya sendiri?”

***

Ji Hun menulis di papan di bawah foto Min Ha Jung. “Bunuh diri karena melompat. Karena ada tekanan lain.”

***

Woo Kyung mengatar Bit Na untuk berkemas di rumahnya.

“Sudah mengemas semuanya? Jika tidak mau meninggalkan rumah, kamu bisa meminta bibimu untuk datang dan menemuimu di sini untuk sementara waktu.”

Bit Na terdiam dan melihat foto Ibunya. “Aku tidak mau Ibuku meninggal.” Bit Na pun menangis. “Ibu aku merindukanmu. Bu Cha, aku merindukan Ibu.” Bit Na pun menangis sangat bersedih. Dan Woo Kyung memeluknya.

***

“Dia merasa terkejut. Tapi masalahnya, dia merasa bersalah. Dia pikir kejadian yang menimpa Ibunya karena dia.” Ucap Dokter pada Woo Kyung.

“Ibunya tidak bertanggung jawab bahkan sampai saat terakhirnya. Teganya seorang Ibu menginggalkan beban seberat itu kepada anaknya sendiri?”

“Jangan marah lagi. Semuanya sudah terjadi. Dia memiliki kemauan kuat dan berkepala dingin di usianya. Jika terus mendapatkan perawatan, dia pasti bisa pulih. Jadi, bagaimana kabarmu?”

“Aku kenapa?”

“Halusinasimu. Aku mencemaskanmu karena kamu tidak menelpon.”

“Aku tidak menelponmu karena sudah merasa lebih baik. Kurasa aku terus melihat gadis itu karena sedang stres. Bukan masalah besar.”

“Jadi kamu tidak percaya dia adik mendiang anak lelaki dari perisiwa kecelakaan itu?”

“Sudah aku bilang bukan masalah. Kenapa kamu terus bertanya? Min Seok menyuruhmu?”

“Kenapa kamu membahas Min Seok? Kalian punya masalah setelah bercerai?”

“Tidak.”

“Baiklah. Aku ini dokter, Woo Kyung. Min Seok memang temanku, tapi aku tidak akan menceritakan keluh kesah pasienku kepadanya?”

“Aku tahu. Maafkan aku Sunbae. Tiba-tiba aku marah.”

“Lupakan. Kabarmu baik, bukan?”

“Ya. kabarku baik-baik saja. aku baik-baik saja.”

***

Rapat trio detektif dimulai.

“Kamu menemukan sesuatu dari barang-barang Min Ha Jung?” Tanya Ji Hun.

“Bahkan tidak ada sehelai kertas pun yang dianggap sebagai surat wasiat. Tapi ada ini.” Kwon memperlihatkan sesuatu dari monitor laptopnya.”

“Rezorhead? Apa itu?” Tanya Ji Hun.

“Ini yang terkahir dia lihat sebelum tewas.”

“Sebelum meninggal? Kapan?”

“Dia tiba di rumahnya dengan taksi pukul 22.54. dia masuk ke situs pukul 23.03. ini artinya dia menyalakan komputer bahkan sebelum ganti baju. Dia melihat hal-hal mengerikan ini untuk mencari tahu cara bunuh diri? Atau mungkin dia mengenang kembali film horor kesukaannya.”

“Sudah periksa kapan kali pertama dia masuk ke situs itu?”

“Belum.”

“Periksalah.”

Saat diperiksa. Kwon menemukan. “Tanggal masuk pertamanya 12maret 2018.”

Dua detektif mengecek agenda mereka dan menemukan tanggalnya cocok dengan kematian Park Ji Hye.

Soo Young kemudian berkata. “Mulai saat itulah Min berhenti melakukan aksi protes.”

***

Di Hanul Center. Bit Na di interogasi dengan ditemani oleh Woo Kyung.

“Aku melihat Ibuku masuk ke situs itu beberapa kali.”

“Dia suka menonton film horor?”

“Tidak sama sekali.”

“Lantas Ibumu suka film seperti apa?”

“Kami jarang menoton film.”

“Lantas, menurutmu pasti aneh karena ibumu membuka situs itu.”

“Ya.”

“Kamu pernah bertanya kenapa dia membuka situs itu?”

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Karena aku enggan bicara dengan Ibu. Pada saat itu. ada apa dengan situs itu?”

“Begini, aku mencoba mencari tahu alasan Ibumu tewas seperti itu. kami sedang menyelidiki banyak hal.”

“Karena aku menelpon polisi. Bukankah karena itu semua ini menimpa Ibuku?” Bit Na mulai menangis.

“Untuk apa kami menyelidikinya jika itu masalahnya. Bukan karena kamu Bit Na. Tidak ada ibu yang akan melompat dan bunuh diri karena itu. Ibumu tewas karena alasan lain, karena itulah kami mencari alasan sebenarnya. Bit Na, jangan salah paham.”

Bit Na mulai menangis. Dan dibelai oleh Woo Kyung.

***

Saat Ji Hun berjalan di luar. Tiba-tiba ada Hana memeluknya.

“Hana.kabarmu baik-baik saja?” hana pun mengangguk.

“Kamu menghadiri kelasmu ya?”

“Ya.” Hana kini menjawab.

Pengasuhnya pun memanggil Hana untuk pergi. Tapi saat itu Hana malah memeluk Ji Hun lama sekali. Kemudian Hana pun masuk ke Hanul Center.

Di saat yang sama. ada Eun Ho sedang menyapu salju.

“Kamu bekerja keras di cuaca yang dingin begini?”

“Detektif juga bekerja di luar saat cuaca dingin. Kamu jauh-jauh kemari.”

“Lee Bit Na, kamu mengenalnya?”

“Tidak.”

“Siswa SMA Yang dibawa Bu Cha, pernah melihatnya?”

“Belum.” Eun Ho masih menyapu.

“Siswa SMA pasti akan mencolok. Kamu tidak melihatnya? Hah?” karena Eun Ho diam saja sambil nyapu. Ji Hun bersikap kasar. “Kamu melihatnya tidak?”

“Kubilang tidak. Aku tidak memata-matai orang yang datang dan pergi sepanjang waktu.” Eun Ho kembali menyapu. Ji Hun pun pergi.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *