Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 22 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 22 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Woo Kyung menceritakan tentang dia yang mendapatkan pesan dari Min Ha Jung. “Saat pertama kali menerimanya. Layarnya nampak berbeda. Ada jendela untuk kata sandi di layar hitamnya.”

“Kapan kamu mengeceknya?”

“Saat insiden Go Sung Hwan terjadi.”

“Kamu ingat itu kapan?”

Woo Kyung melihat telponnya dan mengatakan waktunya sama saat hana menelponnya. 21.13.

“Jika diklik lagi pada pukul 23.00 kamu akan melihat layar hitam. Ada dugaan apa kata sandinya?”

“Aku tidak mengerti apa maksudmu.”

“Min Ha Jung pasti memberitahumu sesuatu.”

“Tidak.”

“Lantas kenapa pesan terjadwal seperti ini tanpa tanda apapun sebelum tewas?”

“Dia tidak menyebutkan apapun soal itu.”

“Aku yakin kata sandinya sesuatu yang bisa kamu tafsirkan.ini undangan.”

“apa sebenarnya ini?”

“Situs web rahasia yang terhubung dengan red cry. Polisi sedang mencoba masuk, tapi sulit menebak kata sandinya. Kami butuh bantuanmu, Woo Kyung.”

***

Soo Young membaca surat Red Cry untuk Park Ji Hye. Ia mencoba mencari sesuatu yang bisa menggerakkan Park Ji Hye.

“Kamu menemukan sesuatu?” Tanya Ji Hun.

“Surat ini tidak berbeda dengan surat lainnya. Tapi ada satu hal.Red Cry bilang mereka membuka panti pijat di Seoul.”

“Jangan mencari tahu, itu bohong.”

“Sebelum menikah, Ji Hye pernah bekerja di sana. Bagi Ji Hye yang dibebaskan setelah dua tahun dan harus memenuhi kebutuhannya, fakta bahwa mereka punya panti pijat pasti mengusiknya. Mungkin karena itulah dia memutuskan menghubungi Red Cry sebelum yang lainnya.”

“Red Cry tahu cara membaca psikologis seseorang.”

“Begitulah cara mereka menemukan rahasia hana. Saat yang lain gagal menyadarinya, red cry berhasil membaca tingkah laku hana.”

Ji Jun mendapatkan telpon dari Woo Kyung yang mengatakan layar hitam itu kembali muncul. Kwon kini beraksi lewat komputernya.

“Sudah aku coba beberapa sandinya.”

“Kata sandi apa yang kamu gunakan?”

“tanggal ulang tahunku, eun seo, dan bahkan pernikahanku.”

“Kamu sudah mencoba sesuatu yang kamu tahu dan Ha Jung tahu?”

“Seseuatu yang kami ketahui?” Woo Kyung mencoba lagi.

Anak semua orang…. gagal.

Eun seo. Bit na…. gagal.

“Pikirkan saja. janga terlalu buru-buru. Apa yang kamu biarakan dengan ha jung terkahir kali?” Tanya Ji Hun.

“Dia berterima kasih kepadaku karena sudah membawa Bit Na.”

“Lalu?”

“Katanya dia melakukan ini demi kebaikan Bit Na.”

“Kalian membicarakan sesuatu yang mungkin kalian ingat? Mungkin suatu insiden atau benda.”

“Dia membahas pertemuan pertama kali.”

“Apa yang kalian bicarakan saat itu?”

“Katanya aku membaca buku anak-anak.”

“Buku anak-anak? Yang mana?”

“Aku tidak tahu.”

“Dia bilang apa soal itu?”

“Dia tidak menyukaiku. Aku membuatnya merasa seperti palsu….” Woo Kyung kemudian mengingat dongeng yang dikatakan oleh bit na. Yang tentang harimau menangsa anak-anak itu.”

Woo Kyung ingat sesuatu. “Children of Nobody.”

Dan kata sandi itu cocok. Ia masuk ke panduan pengguna. Kwon mencoba masuk dengan kata sandi yang sama tapi gagal. Hanya Woo Kyung yang bisa mengakses. Woo Kyung mencoba mendaftar di website. Id dan sandi juga digunakan Kwon. Kali ini berhasil.

Ada papan buletin.

“Papan buletinnya dipenuhi laporan yang ada di berita atau yang terjadi di sekitar kita tentang kekerasan pada anak. Lalu laporan yang terpilih dibawa ke Ruang Hakim. Di ruang hakim, para anggota akan membahas dan memutuskan hukumannya. Total ada 7 laoran yang sudah dibahas. Masih ada satu laporan yang sedang menunggu keputusan.”

Ucap Ji Hun.

***

Akhirnya dari papan buletin diperiksa, semua anggota di sana anonim.

Kwon menjelaskan. “Pertama, hanya orang-orang yang mendaftar setelah menerima undangan memiliki titik merah. Aku sudah coba daftar, tapi tidak berhasil. Lalu, ID nya, hanya bervariasu H1 sampai H5. Tapi aku ragu ada 5 anggota. Asal kalian tahu saja, ID Woo Kyung itu H3.”

“Maksudmu ada beberapa ID serupa?”

“Tepat. Semua anggota H1 sampai H5. Mereka tidak dizinkan jumlah anggotanya diketahui. Mungkin ada enam, aau bahkan 500. Untuk bisa mengakses itu kamu harus melewati Razorhead, tapi kebijakan keamanannya memblokir semua ID individual mereka.”

“Jad, apa maksudmu?” wkwkwk muka Ji Hun puyeng.

“Informasi para anggota tidak bisa dipindahkan ke situs ini. maka dar itu, tidak ada yang tahu siapa saja dan berapa banyak mereka. Adminnya pun tidak.”

“Bahkan adminnya tidak tahu?” Tanya So Young.

“Ya. karena di sana tidak ada informasi dan ID-nya tumpang tindih. Jadi, maksudmu, situs ini seperti lautan yang dipenuhi pengguna anonim?”

“Tepat sekali.”

***

Soo Young dan Ji Hun menemui Woo Kyung di Hanul.

“Di antara tujuh laporan yang ada di ruang hakim, ketiganya berhubungan dengan pusat anak hanul.”

“Lantas?”

“Ini artinya Red Cry begitu tertariknya pada pusat atau memang mengenalnya. Kita akan memanfaatkan itu.” Ucap Ji Hun.

Soo Young menambahkan. “Kita akan mengarang kisah berdasarkan insiden dan orang-orang di pusa anak-anak hanul.”

“Kamu memintaku mengarang kisah yang berkaitan dengan kekerasan dan mengirimnya ke papan buletin?” Tanya Woo Kyung.

“Untungnya, karena metode akses situs yang unik, tidak akan ada yang bisa melacakmu. Karena identitasmu tidak akan terungkap, kamu bisa menulis sesuka hati. Kisahmu harus mengingatkannya pada pusat anak hanul.barulah saat itu Red Cry tertipu akan kisahmu. Dia akan mengecek faktanya.” Woo Kyung kemudian melirik pada rumah-rumahan yang dibuat oleh Si Wan.

“Pernah ada anak lelaki yang terjun dari tangga. Dia kehilangan adiknya dalam kecelakaan dan frustasi. Tapi bukan hal biasa jika ada anak 10 tahun terjun dari tangga.”

“Bagus. Pakai saja kisah soal anak terjun dari tangga. Mari buat dia tertarik.” Ucap Ji Hun.

“Bukankah ini berbahaya?”

“Jika ingin menangkap Red Cry, inilah satu-satunya cara. Alih-alih kehilangan adiknya dalam kecelakaan, bilang saja adiknya mendadak sakit. Alih-alih karena stres, katakan dia adalah korban kekerasan.

***

Malam hari, di rumahnya, Woo Kyung mulai mengarang.

Judul ; Bocah lelaki yag terobsesi dengan tangga usai adiknya tewas….*wwwageeelaahhh… judulnya udah kayak artikel tribun.

Setelah kehilangan adiknya karena suatu penyakit, anak ini sengaja terjun dari tangga untuk menyakiti dirinya sendiri. karena ayahnya yang kasar, bocoh itu bertingkah seperti itu. bahkan Ibu bovah itu tidak berdaya di depan suaminya. Ibu bocah itu bilang adiknya tidak tewas karena sakit.Ibu dan anaknya gemetar ketakutan. Adakah cara untuk membantu mereka?”

Kirim.

Langsung para anggota memberikan komentar. Tulisan Woo Kyung mendapatkan perhatian.

Sampai akhirnya, Woo Kyung mendapatkan pesan baru.

Ini kasus yang amat menarik.

Bisakah kami mengirim ini ke ruang hakim?

Kami perlu memastikan beberapa hal. Kamu mengenal baik ibunya?

Tentu saja dia tentanggaku. Lalu bocah itu temannya anakku.

Bagaimana detail kematian anak itu?

Dia terjatuh dari tangga selagi disiksa oleh ayahnya. Setelah itu, kudengar dia dibaringkan di tempat tidur, lalu mati. Anehnya, mereka menganggapnya meninggal akibat penyakit. Aku mencurigai ayahnya yang menjadi dalang semua ini. dia orang berpengaruh.

Bisakah aku berbicara langsung dengan ibunya?

Dia gemetaran karena takut dan enggan bicara dengan siapapun kecuali aku.

Lantas, bagaimana memastikan semua perkataanmu benar?

Dia telah menuliskan daftar kekerasan suaminya. Ada foto, catatan buku harian, dan sertifikat kematian putrinya. Jika kamu minta yang lain bisa kumintakan kepadanya. Kumohon.tolong hakimi dia. tolong selamatkan bocah itu dan ibunya.

Akan aku putuskan setelah melihat buktinya.

Haruskah aku serahkan semua bukti kepadamu?

Di sini dilarang menyingkap informasi pribadi apa pun.

Maaf. Aku lupa soal itu.

Bisa bertemu di alun-alun di dpan pasaraya jiwoo. Pukul 21.00. tanggal 21 desember. Taruh barang buktinya di dalam amplop kuning. Lalu letakkan di bawah pohon natal dengan hadiah lainnya.

Terpancing…. lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *