Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 24 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 24 Part 1 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Soo Young melaporkan pada Ji Hun. “Hasil dari NISI sudah keluar. Tidak ditemukan darah di sepatu Lee Eun Ho.”

Kwon berkomentar. “Sepatu santai itu terlalu pasaran. Peternakan anjingnya tidak berkaitan dengan Lee Eun Ho.”

“Siapa yang berpikir pelaku pembunuhan berantai di kedai kue beras adalah Red Cry? Kenapa?” tanya Ji Hun.

“Seperti yang sunbae tegaskan. TKP-nya berantakan. Belum ada kepastian tentang disiksanya anak korban.” Ucap Soo Young.

“Tidak ada apa-apa di laptop dan ponsel Eun Ho. Tidak ditemukan jejak situs ataupun red cry.” Kwon melaporkan.

“Kenapa Lee Eun Ho membunuh Yoon Hyung Pyo?”

“Karena kebencian atau untuk kepuasan diri.”

“Dia sungguh membunuhnya?”

“Serpihan dari CCTV itu…”

“Benda itu ada di atas lemari. Mungkin saja terjatuh di sepatunya Eun Ho.” Ucap Ji Hun pada Soo Young. “Sejujurnya, benda itu hanya membuktikan Eun Ho memang berada di TKP. Kita belum menemukan motif pembunuhannya. Kita tidak bisa mendakwanya dengan bukti yang sekarang.”

“Ada petunjuk yang menandakan bahwa dia tersangkanya, tapi tidak ada bukti penting.”

“Kenapa semua petunjuk itu, mungkin kita terlalu fokus dan mencurigai Eun Ho.” Tumben nih Ji Hun bela Eun Ho. “Berikan aku berkas Yoon Hyung Pyo.”

“Tidak ada yang aneh.  Dia punya reputasi yang bagus dan terlalu baik untuk punya musuh.”

Ji Hun membaca berkasnya dan menemukan sesuatu. “Dia pernah dituduh atas penggelapan uang.  itu saat dia masih bekerja di devisi keuangan Hanul.”

“Tuntutan itu segera dicabut dan dia tidak diadili karena kekurangan bukti.” Ucap Soo Young.

“Ini penggelapan uang. meski begitu, dia tetap bekerja di sana selama lebih dari setahun. Bukankah itu aneh?”

***

Ji Hun kini menanyai Direktur Hanul Center.

“Aku sangat mengenalnya. Aku memercayainya, maka kuserahkan urusan keluarga kami kepadanya. Apakah itu masalah?”

“Karena dia amat bisa dipercaya, Anda pasti terkejut saat dia dituduh atas penggelapan uang.”

“Sudah aku bilang, itu salah paham. haruskah kuulangi ucapanku? Dia tidak diadili kerena kekurangan bukti. Ada seseorang tewas, kenapa kamu mempermasalahkan ini? apa pentingnya masa lalu? Tahukah kamu betapa sedihnya aku? Mereka adalah orang yang bekerja untukku. Kenapa berandal itu melakukannya?”

“Benar. Kenapa dia membuat masalah?”

“Eun Ho tidak mau angkat bicara?”

“Dia masih menyangkal tuduhannya.”

“Lantas, kenapa kamu menangkapnya?”

“Kami menemukan bukti di TKP.”

“Begitu ya?”

“Le Eun Ho dan mendiang Yoon Hyung Pyo, anda tahu di antara mereka ada konflik apa?”

“Tentu saja tidak. Tunggu… tampaknya Pak Yoon, selalu meminjam uang Eun Ho tiap butuh uang cepat.”

“Eun Ho meminjamkan uangnya? Dia bahkan tidak punya tempat tinggal?”

“Pasti jumlahnya tidak seberapa. Tetap saja, berapapun jumlahnya, uang bisa menghancurkan hubungan orang-orang. Orang bisa saling menikam hanya karena beberapa won. ada apa? Kenapa menatapku begitu?”

Ji Hun curiga. “Tahu dari mana Yoon Hyung Pyo tewas karena luka tusukkan pisau?”

“ada rumor beredar, kabarnya dia tewas kerena ditikam. Rumor cepat menyebar. Tidak ada rahasia di dunia ini.”

“Anda bilang sudah kenal Eun Ho sejak dia masih kecil?tampaknya dia kalem dan penurut. Seperti ucapan anda sebelumnya, apa menurut anda dia mampu menikam seseorang secara impulsif? Mampukan Lee Eun Ho membunuh?”

“Semua orang memiliki tempramen.”

“Lantas. Menurutmu dia mampu?”

“Ayolah… maksudmu, kamu, aku, Eun Ho, pasti mampu malakukannya, kita semua manusia biasa.”

Kerena kesaksian Direktur Song yang aneh, akhirnya profil tentang kasusnya dicari. Nyatanya banyak kasus yang menimpa Direktur Song, terutama masalah uang.

Saat diselidiki lebih lanjut juga. Ji Hun curiga karena menurut istri Pak Yoon, suaminya tidak pernah meminjam uang pada Eun Ho. jI hun juga curiga karena Pak Yoon punya kedai yang sebenarnya cukup aneh jika ia memilikinya dengan pendapatan yang dia miliki.

***

Kini Direktur meminta Woo Kyung untuk mengunjungi Eun Ho.

“Eun Ho sangat menyukaimu, katanya kamu pantas dikagumi karena amat tulus kepada anak-anak.”

“Direktur….”

“Kamu tidak kasihan kepadanya? Dia sedang dikurung dan tidak punya sanak saudara.” Direktur memberikan amplop. “pasti di sana dingin. Belikan dia kaos kaki dan pakaian dalam panjang. Belikan dia makanan juga.”

Direktur Song terus marah dan membujuk Woo Kyung menjenguk Eun Ho. Pesan dari Direktur adalah Eun Ho mengakui kesalahannya maka dia akan mempekerjakan pengacara hebat untuk Eun Ho.

***

Woo Kyung akhirnya mengunjungi Eun Ho.

“Kamu pasti terkejut. Aku datang? wajahmu tidak seperti orang yang dituduh atas pembunuhan.”

“Karena aku senang melihat Anda.”

“Direktur mengirimku ke mari. Aku memintanya untuk menemuimu langsung, tapi dia tidak berani menghadapimu.”

“Seperti itulah dia. selalu menghindari situasi yang tidak nyaman.”

Woo Kyung pun mengatakan pesan sebenarnya dari Direktur Song dan Eun Ho malah menangis.

“Jika kamu berpikir begitu, maka kamu akan terus hidup begitu. seseorang mengatakan hal serupa seperti yang anda katakan.” Emosi Eun Ho tiba-tiba aneh dan dia marah. Woo Kyung akhirnya mempu mengerti bahwa Eun Ho menutupi kejahatan Direktur Song dan memintanya mengatakan kepada polisi.

Saat Eun Ho mengurusi baju ke Direktur Song. Ia menemukan diska lepas dan melihatnya di laptop.

Ada bukti pembunuhan di sana. Eun Ho menaruh memorinya di dalam mobil mainan anak-anak di hanul.

Eun Ho buka suara dan polisi menemukan memori CCTV tersebut.

Alasan di balik mengapa Eun Ho menanggung atas apa yang tak ia lakukan adalah karena dia takut kepada Direktur Kepala. Sejak dulu, dia adalah kambing hitam atas apa yang dilakukan oleh Dokter Song. Ji Hun tak bisa memahami hal itu.

Bersambung ke bagian 2 klik di sini,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *