Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 24 Part 2

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 24 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

“Anda ditahan atas pembunuhan Yoon Hyung Pyo.” Ucap Soo Young pada Direktur Song.

“Apa? Pembunuhan? Tunggu.”

“Pernyataan anda bisa dipakai untuk melawan di pengadilan, anda berhak diam dan didampingi seorang wawancara.”

Saat digelandang polisi, Woo Kyung melihatnya.

***

Pak Song diputarkan video pembunuhan oleh Ji Hun di ruang interogasi.

“Anda mengakui itu? kenapa anda membunuhnya? Kenapa anda melakukannya?”

“Aku sungguh tidak bermaksud membunuhnya. Tapi saat itu, dia terus mengancam akan mengatakannya kepada ayahku. Aku sangat takut dan marah.”

“Memberitahu apa? Bahwa anda menggelapkan uang hanul center? Anda membagi-bagikannya dengannya dan dia meminta lebih?”

“Jangan beritahu ayahku soal itu.” Direktur Song ketakutan. “Dia akan membunuhku jika tahu. Aku bisa mati.”

“Toh anda akan tetap di penjara. Ayah anda yang menakutkan tidak akan mengikuti sampai sana. Saat kami menangkap Lee Eun Ho, apa yang anda pikirkan? Dia bertanggung jawab atas perbuatan anda. Anda tidak merasa bersalah?”

“Tentu saja aku merasa bersalah. Karena itulah kutawarkan untuk mempekerjakan pengacara.”

“Pengacara?”

“Aku sangat merasa bersalah. Hanya saja. aku sangat takut.”

“Berhenti menangis, apa yang anda lakukan setelah membunuhnya? Apa yang anda lakukan usai mematikan cctv?”

“Aku pikir harus membereskan semua. Aku mengelap, membersihkan dan mencuci. Bagaimana kamu menemukan memori itu?”

***

Ji Hun kembali menanyai Eun Ho.

“Bagaimana direkturmu mengelola pusat anak-anak dengan otak seperti itu? apa ayahnya sepenting itu?”

“Perubahan suasana hatinya dramatis, tapi dia orang yang baik.” Kesel saya kalau Eun Ho bilang Direktur orang baik.

“Dia membunuh seseorang dan hanya menyaksikan saat orang lain disalahkan. Yaa… dia baik sekali. Aku pun tidak merasa kamu normal.sebenarnyam orang macam apa direktur kepala itu sampai putranya sendiri ketakutan seperti itu?”

“Dia selalu, merawat kami dengan penuh cinta.”

“Kamu tahu apa kesahalanmu? Kamu mengaku, tapi menyembunyikan kebenarannya. Kamu harus bertanggung jawab untuk hal itu. penyidikan akan berlanjut meski kamu dibebaskan. Selain itu, aku tidak pernah meragukanmu karena latar belakangmu. Situasimulah yang cukup untuk membuat curiga. Baik di masa lalu dan sekarang.”

“Aku tahu anda tekun. Anda hanya melakukan kewajiban. Otakku memahaminya. Tapi di dalam hatiku, aku diperlakukan tidak adil.”

“Yak… tinggalkan hanul center. Kamu berbakat. Pasti menemukan pekerjaan lain. mau kucarikan? Aku punya firasat untukmu sebagai orang yang lebih tua. Menjauhlah dari direktur kepala.”

***

Direktur kepala mengelap senjatanya. Eun Ho masuk ruangan.

“Dia akhirnya membunuh seseorang?”

“Ya.”

“Apa yang kamu lakukan?”

“Maafkan aku.”

Eun Ho malah ditodong. “Sudah aku bilang dia lemah, kubilang dia pasti akan mengacau suatu hari nanti. Karena itulah aku menyuruhmu menjaganya.”

Eun Ho yang bego tidak melawan dan terjatuh.

***

Kebalikannya. Eun Ho menelpon Woo Kyung untuk mengatakan terima kasih dan Eun Ho juga berkata bahwa Direktur Kepala tidak memperlakukannya dengan buruk.

***

Kwon berkata. “Hyung, bukankah Direktur Song tidak bisa mengoerasikan komputer? Aku sedang memeriksa komputernya dan menurutku dia tidak bodoh. Dia sering masuk p2p dan kasino daring. Bahkan berinvesatasi di Bitcoin. Bahkan ada akses dia mengakses Razorhead.”

“Song Ho Min mengakses situs rahasia?”

“Dia menghapus paksa direktori webnya. Pemilik komputer ini menghapus situs rahasia itu.”

“Song Ho Min adalah Red Cry?”

Penggelesahan selanjutnya pun berlanjut. Di dalamnya para detektif menemukan topeng dan sepatu mencurigakan.

***

Eun Ho memilih buku di ruang kepala direktur.

“sudah lama kamu menghibur hatiku, untuk pertama kali sejak sekian lama.” Ucap Direktur.

Eun Ho membaca puisi. “merasa sedih karena sinar matahari dan birunya langit, saat bulan terbit di atas ladang jelai…”

***

Woo Kyung membaca di depan Se Kyung. “Seekor unta tahu dia akan mati, dan sejak kehidupan sebelumnya, dia membawa dia makam di punggungnya.”

Se Kyung terdengar mengeluarkan suara.

***

Eun Ho masih membaca puisi pengidap lepra.

***

Se Kyung membuka matanya dan mengatakan Unnie…

Merinding saya…

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *