Sinopsis Drama Korea Crash Landing on You Episode 1 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan ini… guwawooo guys…

Pimpinan Kapten tertawa. “Tentu bukan, kapten Ri.”

“Aku sudah janjikan kapten selatan bahawa kita akan investigasi ini. aku ingin memegang janji.”

“Baik. Silakan pegang janjimu. Tapi bisakah kamu berjanji juga, kapten Ri? Aku Cho Cheol Gang, tidak akan bersikap lunak kepada siapapun. Jika kamu melakukan sesuatu yang mengancam keamanan tentara, dan tertangkap olehku, kamu pasti dihukum berat. tentu, kamu tidak akan melakukan hal semacam itu. Tapi konon, sesuatu atau seseorang akan selalu berubah seiring waktu. bukankah hidup memang seperti itu?”

***

Kini masuk ke gosip para tentara.

“Jika dia seangkuh itu kepada petugas badan keamanan, nasib kita bagaimana?” tanya seorang tentara. “Kurasa dia bisa tampak keren dan tangguh, tapi badan keamanan akan mengawasi kita. Mulai sekarang karena itu. Itulah maksudku.”

“Kenapa kapten Ri ditempatkan di pos perbatasan?” tanya tentara lainnya. “Dia dari Pyeongyang mungkin juga dari keluarga berada. Kenapa dia tidak menikmati hidup di sana?”

“Karena itulah kamu harus hati-hati dengan orang kaya. Mereka ingin mengendalikan semuanya agar bisa menerima cinta dari jenderal Kim.”

“Ahh begitu…”

Para tentara ini pun minum arak yang katanya sudah puluhan tahun.

****

Seri nyangkut di pohon. Udah kayak kuntilanak aja.

Di tempat paralayang. Pak Hong satu-satunya yang resah karena bosnya tidak kunjung kembali. Hong hanya resah melihat langit. Beberapa orang kembali, tapi tidak dengan Nona Yoon.

***

Esok pun tiba.

Nona Yoon masih bergelantungan dan sadar.

“Apa? Aku pingsan? Aku ada di mana? Sakitnya, apa ini????? ini Seri, jawab aku, Pak Hong.” Seri menggunakan walkie talkie tapi nggak jadi.

Seri pun mulai berteriak minta tolong.

***

Ada dua tentara patroli.

“Apa kamu mendengar sesuatu?”

“Maaf. Aku tidak dengar, Pak.”

Ri Jung Hyuk berkata, “Suara wanita. Tampaknya dia menangis.”

“Hentikan. Kamu menakutiku.”

Belum selesai malahnya. Ada panggilan untuk memperbaiki pagar. Rekan Ri pun pergi.

****

Ri akhirnya melihat Seri yang bergelantungan di pohon.

“Di sini. Ada orang di sini.” Ucap Seri. “Ahh kamu seorang tentara. Apakah pasukan tentara di dekat sini ditugaskan mencariku?”

Ri malah menodongkan pistolnya. Seri pun melihat logo utara di topi Ri.

“Kata sandi.” Ucap Ri.

“Apa itu?” Seri bingung. “Jangan mendekat. Bicaralah dari sana.”

“Turunlah.”

“andaikan aku bisa. Di sini tinggi sekali. Aku sudah tidak punya tenaga lagi.”

Ri mulai memainkan senjatanya. Ri takut. “Omooo…. aku akan turun. Sabuknya…

Dan jatuhlah di pekukkan Hyun Bin. Wkwkwkwk.

“Pekerjaan dan namamu?” tanya Letnan Ri.

“Aku bekerja untuk perusahaan mode. Kurasa kamu tidak tahu namanya. Dan aku tidak nyaman memberitahu namaku karena kita baru saja bertemu. Dan… kamu membuat keputusan sulit. Selamat datang di daehan mingguk.”

“Daehan Mingguk?”

“Apa namanya? Pembelot, kamu pembelot dari utara bukan? Ahh mungkin bukan. Komunis bersenjata… mata-mata… atau kamu pasukan elite korea utara yang ditugaskan untuk menjalankan misi khusus? Apapun itu, jangan khawatir. Aku tidak akan melaporkanmu. Aku tidak mengurus urusan orang lain. Aku sibuk dengan urusanku. Aku pergi dulu.”

“Berhenti… “

“Aku diam” wkwkkwkw Seri langsung angkat ketek. “Dengar, bisakah kamu membiarkan aku pulang?”

“Alamatmu?”

“Seoul, Gangnam Gu, Cheong… aku tidak bisa beri detailnya.”

“Jauh sekali.”

“Aku akan cari jalan. Terima kasih.”

“Pasti ada salah paham. bukan aku yang di selatan. Kamu yang datang ke utara.”

“Nort Korea?” wkwkwkwk “Astagaa… jangan becanda. Bagaimana mungkin? Yang benar? Ayolah, jangan becanda.” Seri pun melihat ke sekeliling.

“Kita berada di zona demiliterasi paralel ke 38. Garis batas utara.”

“Tempat film Joint Security area? Berarti ini tidak sepenuhnya korut.”

“Ini wilayah demokratis kora. Warga korsel tidak dikenal memasuki wilayah. Kamu harus jalani…”

“Tunggu. Aku tidak masuk tanpa izin. Lihat… aku sedang paralayang. Pada awalnya, cuaca cerah. Tbtb memburuk dan tornado datang. Itu bahkan tidak ada di ramalan cuaca, traktor dan babi semuanya beterbangan dan menyeret kami. Aku terbawa angin juga. Lalu aku pingsan. Tbtb aku di sini. Maksudku, ini kecelakaan. Bukan disengaja.”

Letnan Ri menyimpan senjatanya. “Baik.”

“Terima kasih. Kamu paham.”

“jelaskan itu saat kamu diperiksa.”

“Apa? Kenapa aku harus diperiksa.”

Lanjut ke bagian 5 yaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!