Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 15 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 15 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Permaisuri ada di rumah sakit.

Hel Ro mencoba menghubunginya. Namun telpon sengaja di matikan oleh ahjusshi (paman yang menolong Na Wang Shik). Tak lama, dokter pun datang.

“Bagaimana Permaisuri bisa di sini? apa yang dia lakukan?”

“Jika kamu terlalu banyak. Kamu akan terluka.” Jawab Ahjussi. “Kamu mmberikan obat terbaik untuknya bukan?”

“Aku tidak akan menerima pasien lagi darimu. Jika ini terus berlanjut. Akulah yang akan mati.” Dokter pun pergi.

Sunny terbangun. “Anda sudah sadar sekarang?” Tanya Ahjussi.

“Aku masih hidupkan?”

“Orang mati tidak bisa bicara. Kamu hanyut, jadi aku membawamu. Bukankah kamu adalah Permaisuri?”

Sunny menangguk. “Terima kasih banyak karena telah menyelamatkanku.” Sunny mencoba bangit dan hampir terjatuh.

“Kamu perlu istirahat lebih banyak. Kepalamu mengalami pendarahan dan kamu mendapat banyak jahitan di kakimu.”

“Aku harus kembali ke istana.”

“Aku pikir kau akan dalam bahaya jika kembali ke istana. Itu bukan kecelakaan sederhana yang berakhir di air bukan?”

Sunny mengingat di didorong oleh Na Wang Shik.

“Dahulu kala, mendiang Permaisuri sebelumnya tenggelam di istana. Pada saat itu, Permaisuri So Hyun meninggal.”

“Pemaisuri So Hyun meninggal karena serangan jantung.”

“Itu yang semua orang ketahui. Tapi…itu bukan kebenarannya.”

“Siapa kamu?” Tanya Sunny.

“Aku dulunya adalah pelayan di istana. Tempat macam apa itu? Iblis macam apa yang tinggal di sana. Aku tahu betul.”

Dokter tiba-tiba masuk ke ruangan. Ia langsung menyetel TV dan ada berita tentang Lee Hyuk.

Sang Pemaisuri memiliki kewajiban untuk memberi teladan bagi masyarakat. Aku dengan tulus meminta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan tadi malam. Aku sangat kecewa dengan kejadian ini, bukan sebagai Kaisar, tapi sebagai suami Oh Sunny. Tapi karena ini berkaitan dengan kehidupan pribadi Permaisuri, sebelum merilis pengumuman resmi, aku meminta kalian untuk menahan diri menulis artikel palsu dan berlebihan. Aku sangat sedih menyebabkan penderitaan yang tidak terlukiskan pada kalian yang telah menempatkan kepercayaan kalian kepadaku.

Sunny yang mendengarnya berkata, “Aku mengerti aku meminta terlalu banyak, tetapi tolong bantu aku sekali lagi. Tolong bawa aku ke istana.”

“Apakah kamu sungguh akan baik-baik saja Yang Mulia? Bagaimana jika kamu mengalami musibah lain?”

“Aku tidak takut karena aku sudah mati satu kali. aku akan melaluinya sampai akhir.”

***

Lee Hyuk masih dengan drama konferensi persnya.

“Aku menyadari tanggung jawabku dengan hati yang sakit. Aku takut penjelasan ini bisa membawa kesalahpahaman, itulah mengapa kami tidak bisa mengatakan semuanya saat ini. kami akan memberitahu kalian semuanya nanti ketika waktunya tepat. Sekali lagi, aku minta maaf kepada masyarakat semuanya.” Lee Hyuk membungkuk memberi hormat penuh dengan kepalsuan.

***

Ari dan Permaisuri sedang nonton Lee Hyuk.

“Apa ini? Permaisuri memiliki keterampilan seperti itu juga? Aku iri padanya.” Wkwkwkwk iri bisa selingkuh?

“Ibu, apa yang terjadi sebenarnya? Hal memalukan apa yang dilakukan Permaisuri? Dia tidak pernah melakukan hal seperti itu.”

“Anak kecil tidak tahu apa-apa.”

Nona Seo mengetuk pintu. “Putri Ari, guru menulismu telah tiba. ayo pergi ke ruang belajar.”

“Aku tidak mau!!! Apa gunanya belajar? Kaisar sudah mengayakan jangan menyapanya lagi. Aku tidak mau belajar itu lagi!!!”

Ari ngambek dan pergi. “Kemana kamu akan pergi, Ari?”

“Ahhh bagaimana ini? semua upayamu akan sia-sia.” Ucap Putri.

“Apa maksudmu?” Tanya Nona Seo.

“Berhenti pura-pura tidak tahu. Kamu sedang berusaha mendapatkan sesuatu dari Ari. Kamu kira aku tidak tahu? Mendengar Permaisuri selingkuh dari Kaisar kamu terlihat senang bukan main.”

“Tolong jaga ucapanmu. Aku takut seseorang mendengarnya.”

“AUUUUU benarkah? Lalu aku akan memberitahumu sesuatu yang lebih menakutkan, jadi pasang telingamu baik-baik. Sainganmu sesungguhnya bukanlah Permaisuri, tapi Min Yu Ra.”

***

Sunny sudah kembali ke istana. Dia dihalangi para pengawal untuk masuk ke tempat Kaisar.

“Aku bilang pada kalian untuk minggir.”

“Kaisar memerintahkan kami untuk tidak memperbolehkan siapapun masuk.”

“Minggir sekarang juga. Jika kamu tidak mendengraku, aku harus menggunakan kekuasaanku.”

Di dalm ruangan. Lee Hyuk sedang dipijat oleh Yu Ra.

“Apa rasanya enak?”

“Ini menyenangkan.”

***

Para pegawai perempuan pun mulai datang. “Kamu kira aku tidak punya kekuasaan dan perintah atas personil istana? Aku tidak ingin membuat masalah yang lebih besar kan?”

Akhirnya Sunny pun masuk.

Lee Hyuk dan Si Ular Yu Ra sedang kisseu. Sunny datang menjeprat-jepret sampe puas.!!!!

“Permaisuri bagaimana kamu????” Lee Hyuk kaget dan memakai jubahnya.

“Kalian sangat kaget!!! Apakah kalian baru saja melihat hantu? Kamu kira orang yang kamu bunuh tidak akan pernah kembali?”

Lee Hyuk akan memencet bel mengundang pengawal. Sunny mencegahnya.

“Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu ingin lihat orang-orang melihatmu seperti ini? aku mengerti jika kamu tidak menyukaiku. Kamu bisa menyukai wanita lain. tapi bagaimana kamu bisa membunuh istrimu? Aku benar bodoh.” *baru sadar diaaa…. “AKU BARU SADAR KAMU LEBIH MENJIJIKAN DARIPADA SAMPAH!!!”

Ada kue di meja. Sunny melemparkannya pada Lee Hyuk… yaaakkk bagus!!! Es baru dan air pun dilemparin ke Lee Hyuk.

“kamu pasti sangat meremehkan aku. Kamu berhadapan dengan orang yang salah!!!” Sunny mengamuk dan membanting isi meja.

Saat Sunny keluar. Di luar sudah ada Na Wang Shik. “Berikan ponselmu Yang Mulia.”

“Lepaskan… lepaskan aku!!!” Na Wang Shik ditampar Sunny. Ponselnya terjatuh dan dipungut oleh Na Wang Shik.

“Ini milikku. Kembalikan.”

Tiba-tiba Lee Hyuk keluar dan membanting Sunny hingga terjatuh.

“Sekarang kamu tidak perlu pura-pura lagi bukan?” Ucap Sunny.

“hentikan perilaku vulgarmu. Ada batas untuk kesabaranku.”

Kemudian Yu Ra mulai ngebacot. “Ini tidak akan terjadi jika kamu pergi dengan tenang.”

“Kenapa aku harus pergi? Aku tidak akan mati secara tidak adil seperti Permaisuri So Hyun.”

“Apa yang kamu katakan barusan?”

Sunny bangkit. “melihatmu dengan mataku bagaimana aku menyebut nama Permaisuri So Hyun, pasti ada sesuatu.”

“Tutup mulutmu!!!”

“Apakah menutup mulut adalah hal yang biasa dilakukan kasiar? KAMU ANJING SIALAN!!!”

Si Bacot Yu Ra ngomong lagi. “Beraninya kamu bicara dengana kaisar seperti ini?”

Sunny langsung menjambak Yu Ra. “Berani-beraninya kamu memarahiku. Aku masih Permaisuri. Dan kamu adalah pelayanku.”

Sunny menghadap Lee Hyuk kembali. “Dengarkan baik-baik. Aku menolak untuk diusir. Aku akan membersihkan namaku lalu pergi dengan kepala tegak!!! LEE HYUK!!”

Sunny pun memukul Lee Hyuk dan pergi. Gooooooodddd bagusss… kamu harus lawaaaannn… hajarrr!!!!

“Aaahhhh sibodoh itu.” Lee Hyuk mulai mengeluh.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!