Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 15 Part 3

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 15 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Sunny menemui Nenek Suri.

“Dari mana saja kamu? aku sangat khawatir.” Sunny menangis di pelukan nenek.

“Nenek, apa yang harus aku lakukan sekarang?” Sunny menangis lagi.

“Pemaisuri. Pemaisuri.”

***

Yu Ra memarahi Na Wang Shik. “Tidak bisakah kamu melakukan pekerjaanmu dengan benar? Bagaimana dia bisa muncul dalam waktu satu hari?”

“Aku minta maaf Yang Mulia. Aku sudah memili bagian terdalamnya. Tapi aku tidak tahu bahwa level air telah berubah.”

“Permasuri tidak bisa berenang sama sekali. Bahkan jika air susut, dia tidak bisa berenang. Seseorang pasti membantunya.”

“Apakah kamu berpikir bahwa pembenci istana juga terlibat?” Ucap Yu Ra.

“Aku akan mencari tahu siapa yang membantunya. Tolong beri aku kesempatan lagi Yang Mulia.”

“Aku percaya kepadamu. Temukan tikus yang membantunya di dalam atau di luar istana. Nona Min, awasi keluarga permaisuri dan pengaruh publik akan hal ini.”

“Aku akan menangani keluarganya.” Ucap Na Wang Shik.

“Tidak perlu. Aku saja yang melakukannya.” Ucap Yu Ra.

***

Na Wang Shik menaruh obat di meja rias kamar Sunny. Tiba-tiba saja Lee Hyuk mendongkan pistol kepadanya.

“Lihat? Dia tidak bisa dipercaya.” Ucap Yu Ra mengompori.

“Jangan berbalik. Tanganku akan gemetar ketika aku cemas. Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Yang Mulia.”

“Jawab aku.”

Na Wang Shik membuka kotak perhiasan di hadapannya. “Kenapa kamu membukanya?” Tanya Lee Hyuk.

“Aku pikir Permaisuri akan mendanai perjudian ayahnya. Aku ingin menjebaknya dengan membuatnya terlihat seperti menjual perhiasaannya.”

“Aku mengakan kepadamu untuk tidak ikut campur. Bagaimana kamu melakukan ini tanpa bertanya?” Ucap Yu Ra.

“Maafkan aku. Aku ingin mengembalikan kepercayaan Yang Mulia kepadaku.” Lee Hyuk menurunkan kembali pistolnya.

“Yang Mulia. Kamu tidak boleh percaya padanya.” Ucap Yu Ra. “Buat dia menjauh dari hal-hal seperti ini.”

“Jangan membuat kesalahan seperti ini lagi. Aku memercayaimu, tapi aku bukan orang yang baik hati.” Ucap Lee Hyuk.

“Ya. Yang Mulia.”

Lee Hyuk pergi. Yu Ra berkata pada Na Wang Shik. “Kita akan segera tahu apakah itu kesalahan atau kesengajaan. Karena Permaisuri selamat hari ini.”

***

Nenek melihat tangan Sunny yang penuh luka.

“Aigoooo… bagaimana ini bisa terjadi?”

“Seseorang yang disuruh Kaisar mendorongku ke tebing. Ke laut yang gelap dan dalam. Bisa saja…insiden derek saat pernikahan mungkin itu juga perintah Lee Hyuk. aku hamir mati dua kali setelah menikah di sini. apakah Anda berpikir bahwa ini adalah kebetulan?”

“Aigooo… kamu pasti takut karena sendirian. Aku sangat menyesal.”

“kenapa nenek suri minta maaf? Kamu satu-satunya orang yang bisa aku percaya sekarang. tolong biarkan aku mengungkap kebenarannya nenek.”

“Jika dia benar-benar mencoba membunuhmu. Bahkan jika dia Kaisar, aku tidak akan membenarkan tindakannya. Namun, ada peraturan kerajaan yang harus diikuti. Jika kamu membuat gerakan secara tergesa-gesa. Kamu mungkin akan terluka.”

“Aku tahu itu. aku akan menyerang setelah menemukan bukti yang asli dan nyata. Aku punya pertanyaan. Kenapa mendiang Permaisuri So Hyun meninggal secara tiba-tiba?”

“Dia menderita serangan jantung.”

“Apakah kamu melihatnya sendiri? bagaimana dia meninggal? Apakah Nenek melihat itu juga?”

***

Kilas balik.

“Yang Mulia. Ayah mertua Anda telah tiba.”

“Dimana Permaisuri? Di mana putriku?”

“Kami sudah mengkremasinya.” Ucap Ibu Suri.

“Kamu mengkremasinya?”

Nenek berkata. “Apa maksudmu? Ayahnya belum melihat Putrinya yang terkahir kalinya. Kamu tidak bisa melakukan ini kepadanya.”

“Aku hanya ingin mengingat kebaikannnya. Terlalu menyakitkan untuk melihatnya.” Ucap Ibu Suri mulai ngeles. “Tolong salahkan aku saja.”

“Apa yang terjadi Yang Mulia. Dia sehat. Serangan jantung? Bagaimana mungkin? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang kamu sembunyikan dariku?” Ucap Ayah mendiang So Hyun dan Lee Hyuk kayak orang bego yang ketakutan.

“Dia tiba-tiba saja meninggal. Apa yang kamu mau dariku????” Lee Hyuk teriak kemudian pergi.

Kilas balik berakhir.

***

“bagaimana jika Permaisuri So Hyun diperlakukan sama sepertiku?” Ucap Sunny pada nenek.

“Itu tidak mungkin.”

“Sekarang, aku tidak bisa memercayai siapapun. Kaisar maupun keluarganya.”

“Aku yakin itu tidak terjadi. Tidak mungkin. Kembalilah dulu ke kamarmu Permaisuri. Aku akan bertemu dengan Kaisar.”

***

Nenek langsung marah saat menemui Lee Hyuk.

“Apa yang kamu lakukan di sini? Yang Mulia?” nenek memberantakkan isi meja. “Aku jelas menyuruhmu datang ke kamarku.”

“Nona Min kamu boleh pergi.” Ucap Lee Hyuk. Yu Ra pun pergi.

“Nenek, aku penasaran kenapa kamu sangat marah. Skandal yang ditimbulkan Permaisuri membuat sakit kepala, aku dan Nona Min hanya…”

Langsung ditampar nenek sampai pipi Lee Hyuk berdarah.

“Aku tidak tahu cucuku bisa begitu sangat tidak tahu malu. Kerjaan sekarang ditutupi oleh kesedihan. Bagaimana kamu bisa menjadi Iblis seperti ini?”

Lee Hyuk tahu pipinya mulai berdarah. “Aku akan mengatakannya dengan jelas.mulai sekarang, aku tidak akan mengakui Oh Sunny sebagai Permaisuri lagi. Bahkan jika nenek tidak menyukainya, aku akan menjadikan Min Yu Ra sebagai permaisuriku.”

“Apakah itu sebabnya kamu berusaha menyingkirkan Permaisuri? Apakah kamu menyuruh orang untuk mendorongnya dari tebing?kenapa kamu tidak menyangkalnya?”

Nenek mendorong Lee Hyuk… “Kenapa…. kenapa… kenapa!!!!”

“Hentikan!!! Aku tidak akan tahan dengan kekasaranmu bahkan jika kamu adalah nenekku.”

“Jika kamu tidak tahan dengan itu, maukah kamu membawaku ke sana dan membunuhku juga?”

“Aku tidak akan bisa!!!”

“Kenapa Permaisuri So Hyun bisa meninggal? Kenapa kamu terlihat kaget? Apakah kamu benar-benar terlibat dengan kematian mendiang Permaisuri dulu?”

“Jaga kata-katamu!!! Aku tidak tahu apa yang aku lakukan jika aku mulai menggila. Aku harap nenek tidak membuatku kehilangan akal di depanmu!!!”

Lee Hyuk pergi dengan wajah ganasnya. Tangis nenek pun pecah.

***

Sunny menemukan obat di meja riasnya.

“Siapa yang menaruh ini di sini? apakah Pria Tua itu mengirimkannya kepadaku?”

Sunny mengingat ucapan ahjussi yang mengatakan mendiang Permaisuri mati tenggelam. “Hati-hati dan sadarlah Oh Sunny. Kamu tidak perlu takut.”

Sunny mengambil ponselnya dan menelpon. “Nona Hong, apakah ada pelayan mendiang So Hyun yang masih bekerja  di istana? Siapa itu?”

klik di sini untuk episode selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!