Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 18 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Putri sedang minum namun terhenti ketika mendengarkan ucapan Ari. “Apa yang baru kamu katakan?”

“Aku meminta kepadamu untuk bicara sopan kepadak mulai sekarang.” Ucap Ari.

“Apa? Berani sekali kamu!” Putri akan memukul Ari namun langsung dipegang tangannya oleh Ari.

“Kamu bersikap kasar. Putri So Jin.”

“Putri So Jin?”

“Setelah aku menjadi Putri, aku akan memanggilmu sesuai dengan kastamu. Itu adalah aturan keluarga kekaisaran.”

“Ada apa dengan bocah tengik ini? beraninya kamu? apakah kamu tidak tahu siapa aku?”

“Kamu yang membuangku, dan mengatakan aku bukan anakmu. Kamu tidak mau dipanggil “Ibu” dan aku sebenarnya adalah Putri Kaisar? Kamu jauh di bawah aku dalam status keluarga kekaisaran. Kamu tahu itu bukan?” *anjayy banget nih Ari. Pantes aja anaknya Suneo sih… apalagi emaknya si jahat Seo.

“Song Ari!!!!! Aku benar-benar tidak ingin mengatakan ini,  tapi apa kamu tahu siapa Ibumu?”

“Tentu saja aku tahu. Jika kaisar adalah ayahku, ibuku adalah Permaisuri.” EMAK LU PEMBANTU RIII….

Mendengarnya Putri So Jin pun tertawa. “Bagaimana ini? pengasuhmu belum memberitahumu? Dengarkan baik-baik. Ibu kandungmu adalah…”

Ari langsung menutup telinganya. “Aku tidak mau mendengarnya. Ibuku adalah Permaisuri dan tidak ada yang lain lagi!!!”

Ari pergi dan langsung dijambak oleh So Jin.

“Aku belum selesai bicara. Jangan kemana-mana!!!” Ucap So Jin.

“Jaga sopan santunmu. Akulah pewaris tunggal Kaisar. Jika kamu bicara kasar sekali lagi padaku, walaupun kamu adalah seorang putri, aku tidak akan memaafkanmu!!!”

“Kenapa aku harus dimaafkan? Pengasuhmu, yang berada di pihakmu, menghilang sekarang. kaisar tidak menganggapmu anaknya. kamu harus tinggal di istana selama ini berkat aku, tapi sekarang semuanya sudah berakhir. Keluar…. kamu perlu banyak belajar!!!”  Putri So Jin melemparkan buku hingga kena kepala Ari *ehhh seriusan kena lho.

“Apakah itu sakit?” Tanya Putri So Jin. “Kenapa kamu tidak menangis saja?”

Ari malah bangkit dan berkacak pinggang. “Kamu adalah “Orang Luar”. Apa yang sudah kamu lakukan?”

“Orang luar?”

“Seorang Putri yang sudah menikah harus tinggal di luar istana. Ini adalah hukum keluarga kekaisaran. Tunggu dan lihat saja siapa yang akan ditendang keluar dari istana.” Ucap Ari mengancam.

“Yakkk… kamu anak sialan.”

***

Nona Hong mendekap amplop di ruang tunggu perdana mentri.

Seseorang membawakannya minum.  “Sepertinya, Perdana Mentri akan terlambat.” Ucap Nona Hong bertanya.

“Aku sudah menghubunginya. Jadi dia akan segera datang. jika kamu terburu-buru haruskah aku memberikan kepadanya?” *maksudnya amplopnya.

“Tidak. Aku harus memberikan kepadanya secara langsung.” Nona Hong makin mendekap amplop dalam pelukannya.

“Baiklah.” Pemberi minuman itu pun pergi.

***

Perdana Mentri ada di istana. Ia memberikan hormat pada mendiang nenek suri. Ia pun berbincang dengan Ibu Suri.

“Ini sangat tiba-tiba. pasti kamu sangat terpukul. Aku akan melakukan pertemuan dengan tim audit keluarga kekaisaran sesuai dengan jadwal.”

“Apa maksudmu Perdana Mentri? Tentu saja kamu harus membatalkan itu. kami sedang berduka. Bagaimana kamu bisa bertemu tanpa tahu apa tuduhannya?” *maksudnya kasus yang diangkat.

“Tuduhannya pasti ada di dokumen yang dibawa oleh Nona Hong. Dia ada di kantorku sekarang.”

“Tuan Perdana Mentri, batalkan pertemuan sekarang. lakukan apa yang aku katakan.”

“Nenek Suri bersikeras. Kita harus mengabulkan keinginan terakhirnya.”

“Seseorang hidup atau mati, sisi mana yang menunguntungkanmu Perdana Mentri? Apakah kamu tidak mengerti? Aku bisa memerintahkan untuk memecatmu. Itu semua dalam kendaliku.”

“Aku adalah kepala auditor kekaisaran. Melakukan atau tidak mengadakan pertemuan itu semua adalah keputusanku. Kamu harus menyelesaikan kasus pembunuhan dahulu. Serahkan rapat itu kepadaku.”

Perdana Mentri pun pergi. Ibu Suri marah. “Dasaaar sialan!!! Nona Choi, kirim seseorang ke kantornya dan seret Nona Hong keluar dari sana. Tidakk… ambil dokumennya lebih dahulu. Cepat!!!”

“Ya. Yang Mulia.” Ucap Nona Choi.

Ibu Suri pun memandang foto nenek dan berkata. “Haruskah kau menusukku dari belakang bahkan setelah kematianmu? Ibu?”

***

Nona Choi mencoba menelpon Nona Hong. Namun Hong Tim Jang malah mematikan ponselnya. Tak lama segerombolan lelaki masuk ke ruangan di mana Nona Hong menunggu.

“Kami adalah polisi. Apakah kamu Nona Hong So Mae, kepala asisten?”

“Ya. itu aku.” Nona Hong makin mendekap amplop yang ia bawa.

“Tolong bekerja sama dengan kami unuk penyelidikan pembunuhan. Ikutlah dengan kami.”

Nona Hong langsung diseret. “Tunggu. Aku harus menunggu Perdana Mentri. Hanya butuh waktu sebentar. Dia sedang dalam perjalanan ke sini.”

Nona Hong akan dimasukkan ke dalam mobil. Hel Ro dan Ayah Sunny pun datang.

“Yakkk kalian lepaskan dia.” Ucap Ayah Sunny.

“Apakah kalian benar-benar polisi? Ini bukan mobil polisi.” Ucap Hel Ro.

Sayangnya, Nona Hong sudah berhasil diculik dan dibawa ke mobil. Hel Ro dan Ayah tidak bisa membantu banyak.

***

“Kemana kita akan pergi?” Tanya Nona Hong di dalam mobil pada pria yang menculiknya. “Aku pikir aku akan ditanyai di istana. Jawab aku!!!” Nona Hong pun langsung dibius kemudian pingsan.

Dokumen diambil sang pria kemudian diberikan pada seorang wanita yang ada di dalam mobil. *di belakangnya.

“Kerja bagus.” Ucap Jalang Seo emak lampirnya Ari.

Ia pun membuka amplopnya, ada DNA ari dan kaisar berserta foto Sunny yang terluka. Ada sebuah kain pink *Entah apa isinya. “Siapa tahu ternyata Nenek Suri akan membantuku sebelum dia pergi?”

***

Pak Byun pulang dan menemui Dong Shik.

“Dong Shik.”

“Kakek. Apa yang membuatmu begitu lama? Aku hampir pingsan karena kelaparan.”

“Aku membeli beberapa roti kukus, kesukaanmu!”

“Roti kukus?”

“Ini dingin, ayo masuk ke dalam.”

Di semak-semak ada Kepala Keamanan yang mengambil foto kebersamaan Dong Shik dan Pak Byun.

***

Ibu Suri yang resah akhirnya menelpon perdana mentri. “Perdana Mentri, maafkan aku baru menelponmu.”

“Haruskah kamu sampai sejauh ini Yang Mulia? Apakah kamu pikir bisa menyembunyikan kesalahan keluarga kekaisaran?”

“Apa yang kamu tuduhkan kepadaku? Dengan nada suaramu, aku bisa bilang kamu sedang marah. Aku kira semuanya tidak berjalan seperti yang kamu rencanakan?”

“Tidak peduli seberapa keras kamu mencoba menghentikannya. Aku akan mengadakan pertemuan dengan Auditor Kekaisaran.”

Ibu Suri pun senang.

***

Di sebuah hotel mewah. Perdana Menteri bertemu dengan Jalang Seo.

“Rencanamu berjalan lancar?” Tanya Perdana Menteri. “kamu memastikan tidak ada yang melihatmu bukan?”

“Tentu saja. aku sudah terkurung di hotel. Aku rasanya sudah hidup kembali. Ngomong-ngomong apakah sesuatu yang buruk telah terjadi?”

“Ibu Suri merampas dukumen yang dibawa oleh Nona Hong. Nenek Suri merencanakan semua ini karena dia tahu hal ini akan terjadi.” Bajingan lagi yaaa ampun. Apa yang bisa dilaporin sama bajingan? “Semuanya salah.” *tapi PM dikadalin juga sama Jalang Seo.

“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Bahkan jika kita datang dengan rencana baru, pertemuan harus dilanjutkan.” Ucap Seo Jalang bajingan.

“Dengan apa?”

“Gunakan pertemuan ini untuk meloloskan undang-undang bahwa Putri bisa naik tahta. Jika seorang Putri bisa memerintah sebuah kerajaan, Ari akan menjadi yang pertama dalam tahta.” *haaaaaalooooo putri Seon Deok gimanaaaa yaaaaa????

“Ibu Suri akan menolaknya.”

“Jika kamu menceritakan bahwa ini adalah ide nenek suri, semua orang akan menyetujuinya.”

“Baiklah. Aku hanya bisa melemahkan pengaruh Ibu Suri.”

Jalang Seo mulai nyender di bahu PM. “Terima kasih, Perdana Menteri. Ketika keluarga kekaisaran ada di bawah wewenangku, setengahnya akan menjadi milikmu.”

Lanjottt ke bagian 2 yaak. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!