Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 22 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 22 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Dibawah jembatan di dekat sungai yang emang bagus dan bersih nggak kayak di Jakarta, Yoon bertemu dengan Pak Byun.

“Anda siap memberitahuku apa yang terjadi hari itu?” Tanya Pak Byun.

Yoon mengingat saat dia diancam akan dibunuh tempo hari.

Yoon mengambil sesuatu dari jaketnya. “Ini buku harian Permaisuri So Hyun. maaf butuh waktu begitu lama untuk mengembalikannya.”

“Buku hariannya?”

“Kuharap ini akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi hari itu. tapi tujuh tahun lalu, dan kita tidak punya bukti kuat. Akan butuh waktu untuk membuktikan kejadian itu. hanya ini yang bisa kukatakan.”

“Aku bersyukur bahkan untuk sebanyak ini, Yang Mulia. Makin gelap bayangan Keluarga Kekaisaran tumbuh, seorang saksi yang selama ini diam akan berbicara.”

Pak Byun akan pergi tapi dihentikan oleh Yoon. “Tunggu. Ada seseorang yang harus kamu temui dulu.”

***

Restoran ayah sunny sangat ramai. Hel Ro sangat rajin membantu sehingga membuat ayah curiga.

“Aigoo… aku tidak tahu apakah harus senang restoran ramai karena Oh Sunny. Hel Rom kenapa kamu berkerja sangat keras hari ini?”

“Aku harus bekerja keras, ini restoran kita. Kenapa aku tidak bekerja keras?”

“Terjadi sesuatu? Ada apa? Kamu dipecat?”

“Dipecat? Aku?” Hel Ro meninggikan suaranya.

“Kenapa kamu tiba-tiba marah?”

Yoon masuk bersama dengan Pak Byun.

“Mengapa kamu telat sekali.” Ucap Hel Ro pada Yoon.

“Ini restoran milik… Permaisuri?”

Ayah langsung menjawab pertanyaan Pak Byun. “Ya. ini restoran milik ayah permaisuri. Tapi maaf. Tidak ada meja kosong. Kamu harus mengambil antrian.” Ayah mengambil antrian dari kantongnya.

Dua lelaki ini pun tatap-tatapan….

Kemudian…

Ciuman…

Lahh yaah nggak gitulah… wkwkwkw

Ayah berkata. “Aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya.”

Pak Byun juga berkata. “Kamu memang nampak tidak asing.”

“Ya… jadi dia adalah…” Yoon mencoba menjelaskan namun,,,

Dua bapak-bapak ini saling mangap usai tatap-tatapan.

“Geum Mo…”

“Baek Ho…”

Pak Byun langsung hormat. “Marinir Pemberantas Hantu, Peleton 570, Byun Baek Ho.”

Ayah juga ikutan hormat. “Marinir Pemberantas Hantu, Peleton 566, Oh Geum Mo.”

Wanjayyy…. jadi mereka bedua pemberantas hantu. Wkwkwkwk.

Setelah tatap-tapan. Saling mangap. Saling hormat. Mereka kini pelukan.

“Sudah lama sekali?” Ucap Pak Byun senang.

“Setidaknya 30 tahun!!!” Ucap ayah.

Yoon dan Hel Ro malah bengong. “apa yang terjadi? Bukankah dia datang dengamu?” Tanya Hel Ro pada Yoon.

“Ya. tapi mereka tampaknya sudah saling kenal.”

Ayah lanjut ngomong. “Nama panggilanku dahulu mata ayam.” Mereka pun ketawa senang.

“Ahhh Mr. Lee jangan berdiri saja. gorenglah ayam.” Perintah ayah pada Yoon.

“Ayam??? Kamu bicara dengannya?” Tanya Pak Byun yang merasa janggal karena Yoon disuruh goreng ayam.

“Ya segera.” Yoon mengedipkan matanya pada Pak Byun dan langsung menggoreng ayam.

“Dia pintar menggoreng ayam.” Ucap Ayah. “Hel Ro, sapalah dia. dia dulu marinir bersama ayah.”

“Halo…” sapa Hel Ro yang manis. Dengan potongan rambut gelombang yang super kece.

“Bawakan minuman untuk kami.” Ucap Ayah pada Hel Ro.

***

Temen lama ketemu?

Mabok bareng guys.

“Aaigooo… tunggu. Aku seniormu di militer, tapi kamu lebih dahulu menjadi ayah permaisuri.” Ucap ayah.

“Benar Pak.”

“lantas hari ini apa? Hari ini… ini pertemuan para ayah permaisuri.”

“Benar.”

Mereka mabok pokoknya.

***

Giliran Lee Hyuk dan Na Wang Shik yang party.

“Suasana hatiku sangat bagus hari ini. selamat, kepala pengawal Chun Woo Bin.”

“Terima kasih Yang Mulia.” Woo Bin pun mulai menahan sakit kepalanya kembali.

“Yang Mulia? Apa itu? panggil aku hyung (kakak lelaki).”

“Itu mustahil.” Ucap Na Wang Shik sambil tertawa.

“Kamu tidak seru. Apa masalahnya? Hanya ada kita di sini. kamu bisa memanggilku hyung saat kita sedang berdua. Baiklah… ayo katakan.”

“Tidak bisa.”

“Astagaa…aku tidak pernah mengira akan punya saudara. Tapi hari ini, aku merasa telah mendapatkan saudara yang sesungguhnya.”

“Bagaimana dengan Pangeran Yoon?”

“Dia bedebah yang merusak hidupku sejak kami kecil. Ibu hanya menyukai dia. ayah juga.” Lee Hyuk pun membanting gelas… *yaelaaah kapan ni Suneo libur mecahin barang. “Aku ingin membunuh dia, dan dia mengincar tahtaku.”

“Itu tidak akan pernah terjadi. Aku akan melindungi Anda sampai akhir.”

“Baiklah. Aku percaya kepadamu. Aku yakin kamu memihakku. Ini…. minumlah sebanyak yang kamu mau hari ini.”

Mereka pun minum… kemudian ada Ijah masuk.

“apa yang terjadi?bagaimana kamu tahu aku di sini?” Tanya Lee Hyuk.

“Nona Min menelpon tadi.” Jawab Na Wang Shik.

“Aku mengganggu kencan kalian? Haruskah aku pergi saja?”

“Duduklah.” Ucap Lee Hyuk.

“Aku harus ke toilet.” Ucap Na Wang Shik.

Kini Ijah hanya berdua dengan Lee Hyuk.

Ijah pun mulai manja. “Yang Mulia, aku bersikap terlalu sensitif tadi. Ada Putri Ari, Kang Hee bahkan Permaisuri. Aku merasa Anda semakin jauh dariku.” Mulai nyender-nyender tuh.

“Tapi kamulah yang ada di sampingku. Kamu masih gelisah?”

“Anda milikku. Aku tidak akan kehilangan Anda.”

***

Na Wang Shik kesakitan di lorong hingga terjatuh.

***

Yu Ra mendekati jaket Na Wang Shik yang tergantung. Ia mengambil obat pereda nyeri milik Na Wang Shik dan menyimpannya.

Wang Shik datang kembali ke ruangan. Yu Ra pura-pura pakai lipstik. Saat Na Wang Shik merogoh kantung jaketnya. Ia tidak menemukan obat yang dicari.

“Sedang apa kamu? kemarilah.” Ucap Lee Hyuk pada NWS. “Kamu harus mengejar ketinggalan.” Ketinggalan minum yes?

“Kamu mencari sesuatu?” Tanya Yu Ra memancing.

“Tidak.”

Mereka kini bertiga duduk dan minum-minum.

“Minumlah. Selamat telah menjadi kepala pengawal, kepala Chun Woo Bin.” Yu Ra menuangkan minol. “Tolong ceritakan tentang dirimu kepada kami. Aku ingin tahu siapa dirimu, hingga Yang Mulia menyukaimu. Adakah wanita dalam hidupmu?”

“Ya. aku pun ingin tahu. Aku yakin wanita kan menyukai pria sepertimu.” Ucap Lee Hyuk.

“Aku dikhianati.” Jawan NWS singkat.

“Apa?” tanya Lee Hyuk.

“Aku mencintainya dengan segenap jiwa dan memberikan segalanya, tapi dia meninggalkanku dengan pria lain?”

“wanita jahat bajingan.” Lee Hyuk berkomentar.

“Seperti apa dia?” Tanya Yu Ra.

“Dia cantik dan anggun seperti dirimu, Nona Min. Seseorang yang tidak bisa aku puaskan.”

“Dongsaeng, Nona Min melalui masa-masa sulit. sebenarnya, dia yatim piatu.” Lee Hyuk mengelus Yu Ra.

“Yang Mulia kenapa anda…”

“Tidak perlu menyembunyikan apapun dari dia. sudah kubilang, dia adikku.” Ucap Lee Hyuk.

“Aku enggan memikirkan kehidupan itu. itu sangat menyakitkan dan memilukan hingga aku ingin mati.” Jawab Yu Ra.

“Baiklah. Kamu bilang ibu tirimu benar-benar sampah.” Ucap Lee Hyuk.

“Cukup. Itu akan membuatku depresi di hari bahagia ini. haruskah kita bermain permainan raja yang sangat Yang Mulia sukai?” Yu Ra mengangkat gelasnya.

“Ya. permainan raja itu sempurna untuk sang raja.”

Na Wang Shik mengepalkan tangannya. Mungkin kesal karena Ibunya dibilang sampah.

***

Na Wang Shik memapah Yu Ra dan membawanya ke ranjang Lee Hyuk.

“Bukankah dia lucu sekali?” Tanya Lee Hyuk pada Na Wang Shik. “Dia yang ingin bermain dan akhirnya kalah di tiap ronde.”

Lee Hyuk pergi ke toilet.

Diam-diam Na Wang Shik mencoba merogoh kantong di jaket yang dipakai Yu Ra.

yaaaa ijah emang cantik bgt

Sayangnya Lee Hyuk kembali dari toilet. Ia pun memeluk Na Wang Shik dan memanggilnya dongsaeng/adik.

“Ya… Dongsaeng. Aku menyukaimu.”

“Terima kasih.”

“Baik. Selamat malam.”

Lee Hyuk pun tidur di samping Yu Ra.

Jalang Yu Ra pun membuka matanya dengan licik saat Na Wang Shik keluar ruangan.

Bersambung ke bagian 2 klik di sini,

2 Replies to “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 22 Part 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *