Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 22 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 22 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca di tulisan yang ini.

Na Wang Shik berjalan di istana. Ia mengingat ucapan Ma Pil Joo yang mengatakan bahwa Min Yu Ra memukul Ibunya dengan batu. Sedangkan ucapan Min Yu Ra saat Party sedemikian tidak mau membahas masa lalunya.

“Aku bisa membunuhmu ribuan kali, tapi tidak aku lakukan karena satu alasan. Kalau orang-orang-orang tidak melihat jati dirimu yang menjijikan. Aku akan bersabar dan menyingkap kebenaran menggelikan lalu membunuh saat kamu tidak punya apa-apa.”

Ucap Na Wang Shik dalam hati.

Ia pun masuk ke kamar Sunny dan melihat Sunny tidur di bak mandi dengan memeluk tongkat kayu. Wang Shik pun membenarkan posisi selimut yang dipakai Sunny. Tanpa kata-kata. Hanya ada suara ost.

***

Min Yu Ra menemui seseorang. “Cari tahu kandungan obat ini. ini mendesak.”

***

Sunny membenarkan posisi layar monitornya. Dia mulai siaran online. *yang digaris miring itu komentar netizen.

“Halo. Aku sang Permaisuri. Oh Sunny.” Ucap Sunny.

Komentar pun berdatangan.

Permaisuri?

Ini sungguhan? Daebak? Permaisuri sedang siaran langsung?

“Ya, ini adalah siaran langsung. Aku akan melakukan siaran langsung mulai hari ini. nama acaranya adalah. Selamat pagi, Permaisuri.”

Aku kehabisan kata-kata. Setelah membunuh seseorang…

Perzinahan, pembunuhan, lalu aku ingin tahu…

Mungkinkah dia hanya mirip dengan Permaisuri?

“Rakyat kami yang hebat sangat bersemangat di pagi hari. Biarkan aku perkenalkan diri secara formal. Aku Oh Sunny. Aku adalah Permaisuri. Mulai hari ini, aku akan siaran langsung setiap pagi dan mengungkap rahasia Keluarga Kekaisaran.”

Bukankah kamu yang menyimpan rahasia?

Kalau tidak mau menonton, pergilah. Jangan tidak sopan padanya.

Dia nampak caper, jadi terimalah ini.

“Terima kasih atas perhatian kalian. Pertama, aku telah menyiapkan waktu untuk kalian bertanya kepadaku. Akan aku beri tahu apa pun yang ingin kalian tahu soal kekaisaran. Silakan kirim pertanyaan ke alamat emailku.”

Ini sandiwara?

“Sampai jumpa besok di waktu yang sama di selamat pagi permaisuri. Dadah….”

Siaran berakir. Sunny menutup laptopnya. Dan menarik napas panjang.

“Cukup untuk hari ini. tidak ada yang mudah sejak awal.”

***

Mak Suri sedang meni pedi dan pijat. Nona Choi datang…

“Mama… anda harus lihat ini.” Choi membawa tablet.

“Apa yang kamu lakukan?” ada artikel judulnya selamat pagi, Permaisuri. Siaran mengejutkan Permaisuri….. “apa ini?” ihhh Mak Lampir nggak pakai makeup mukanya gitu.

***

Di rumah, Ayah Sunny menonton dengan Yoon.

“Putriku sangat cerdas. Dia melakukan ini untuk menunjukkan kepada ayahnya bahwa semuanya baik-baik saja.”

“Dia sangat cerdas kerena keturunan Sajangnim.” Ucap Yoon.

“Aku salah menilaimu. Kamu pandai menilai karekater.” Keduanya tertawa dan saling tos.

“Menurut Anda dia akan baik saja? keluarga kekaisran tidak akan suka.”

Kemudian Hel Ro keluar dari kamarnya. “Mereka bisa bilang apa? Ini gerakan yang brilian. Orang-orang akan sangat marah jika dia melewatkannya satu hari. Bukankah keluarga kekaisaran tidak bisa menyentuh dia? apa yang merasuki Oh Sunny?dia akhirnya menggunakan otaknya.” Hel Ro emang tajam mulutnya tapi suka bener.

“Kamu lebih sering memakai otakmu. Rambutmu dikeriting?”

“Ya. ini hari terakhirku bekerja, jadi aku berdandan.”

“Hari terakhir? Kamu sungguh dipecat? Kenapa? apa yang kamu lakukan?”

“Aku berhenti bekerja karena mereka bedebah. Mereka bersikap kejam karena aku tidak bisa mengundang Vincent Lee, jadi aku berencana melempar surat pengunduran diriu ke muka mereka.”

“Vincent? Siapa dia?” Tanya ayah.

“Kamu sungguh berhenti bekerja karena dia?” Tanya Yoon. “Tidak mungkin.”

***

Kini Ari mengucapkan selamat paginya dengan Sunny pada Lee Hyuk.

“Kudengar 600.000 anak mati tiap tahun karena polusi udara. Kita harus mempercepat perkembangan energi daur ulang.”

“jelas secara teori, tapi tidak mudah diterapkan untuk menguranginya.” Jawab Lee Hyuk atas ocehan Ari.

“Ayah benar.” Ari nangis drama.

“Kenapa kamu menangis? Aku tidak memarahimu?”

“Aku sangat bersyukur ayah merespons apa yang aku katakan. Mendenfar ayah bicara padaku seperti ini. membuat anda benar-benar seperti ayahku.” Ari nangis makin menjadi.

“Seorang putri tidak boleh mudah menangis.”

“Maafkan aku, ayah, aku tidak akan menangis lagi. Akan aku camkan perkataan ayah “

Kini giliran sunny dengan wajah sok kebelet. “Permisi, aku enggan merusak momen bahagia ini, tapi perutku sakit. Bolehkan aku memakai kamar kecil anda?”

“Apa? Kenapa kamu datang bersama dia?”

“Kamarku terlalu jauh. Yang Mulia.”

Suneo bingung dan gagap. “Silakan.”

“Terima kasih.”

***

Sunny lari layaknya kebelet. Tapi yang dilakukan Sunny adalah memeriksa tembok di dalam kamar mandi.

“Aku yakin ada di sini. aku yakin dia seorang pria. Siapa dia? aku menggigit tangannya. Dia….” Sunny mengukur tinggi badan pria itu dengan menaruh tangannya jauh di atas kepalanya. Yoaaahhh Jang Nara mah pendek.

“Kira-kira setinggi ini.” Sunny menutup mata sambil membayangkan.

Na Wang Shik pun masuk. “fisiknya… dia kira-kira sebesar ini.”

Sunny membuka matanya dan kaget di depan matanya ada Na Wang Shik.

“Sedang apa kamu? kenapa tidak mengetuk?”

“Aku sudah mengetuk. Anda tidak dengar. Keluarlah. Ibu Suri ingin menemui Anda.”

“Aku akan ke sana.”

“Baik.”

Sunny pergi, Na Wang Shik memandang patung di pojok.

***

Tablet langsung dilempar Ibu Suri.

“Siaran langsung? Bagaimana bisa Permaisuri melakukan ini?” Tablet yang dilemar diam-diam dipungut oleh So Jin.

“Kamu blang hanya akan melakukan hal yang membantu keluarga kekaisaran. Kamu sudah melupakan janjimu?” Tanya Lee Hyuk.

So Jin melihat beritanya. “Ini menyenangkan. Apa masalahnya?”

“Istana harus bersahaja dan sakral.” Ucap Mak Suri. “Tidak tahukah kamu kita bahkan tidak punya CCTV? Kenapa kamu membuat acara yang tidak tahu adat ini?”

“Aku harus mencari uang untuk bertahan hidup.” Ucap Sunny.

“Apa?”

“Aku kehilangan semua dukungan finansial. Aku harus berbuat sesuatu untuk mendapatkan uang. anggaplah itu pekerjaan sampingan. Ini tidak merugikan keluarga kekaisaran sama sekali. Lihat saja nanti.”

“Oma mama, responnya luar biasa. Lebih dari 10.000 komentar telah diunggah.para bangsawan Eropa dan selebritas internasional ingin menjadi tamu. sedangkan separuh negatifnya, mereka menggila dan bilang ini ide yang sangat aneh.” Ucap So Jin dengan semangat.

“Itu tidak mungkin. Aku harus melihatnya agar percaya. Permaisuri….”

“Ya. Oma mama.” Sunny masih senyum pada Mak Lampir.

“Hadiri acara di Mal kekaisaran hari ini. kita bisa melihat kebenarannya secara langsung.”

***

Persiapan ttd Vincent Lee pun dilakukan. Warga heboh saat kelarga kekaisaran keluar dari mobil dan masuk ke dalam mal.

Tidak ada yang memedulikan Lee Hyuk dan keluarga lain. warga hanya melihat pada Oh Sunny layaknya seorang seleb/idol. Beberapa status di medsos pun membahas hanya Oh Sunny. Pamor Oh Sunny naik usai punya siaran langsung.

Merasa dicuekki, diam-diam Mak Suri dan Lee Hyuk berdiri di samping Oh Sunny agar dapat perhatian juga.

Ijah yang melihat ini kesal bukan main.

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *