Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 22 Part 3

Sinopsis The Last Empress Episode 22 Part  3- Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca di tulisan yang ini.

Para keluarga kerajaan ini langsung menuju panggung yang sudah disediakan.

***

Di sisi lain, Min Yu Ra sedang menelpon seseorang. “Mereka akan meninggalkan mal dalam setengah jam. Tempat dengan banyak orang akan menjadi yang terbaik.” Ini rencana busuk lagi guys.

Di belakang Min Yu Ra, So Jin mengendap-endap.

“kamu hebat. kenapa butuh banyak usaha untuk memecat seseorang? Kamu lebih membenci Hel Ro karena dia adik Permaisuri bukan?”

“ini bisnis. Tidak salah jika memecat orang yang tidak becus.” Yu Ra memeriksa jam “Dia telat. Tidak kuduga dia pun akan tidak bertanggung jawab.”

Sementara itu, sang bule, eh maksudnya Hel Ro masuk ke dalam mal dengan kece dan berkacamata.

“Ahhh itu dia.” So Jin langsung menuju Hel Ro begitu dia melihatnya. “Kenapa kamu berdandan saat akan dipecat? Ini sebabnya dia membencimu.”

“Toh… aku tidak akan rugi.” Ucap Hel Ro.

“Kamu tidak tahu malu seperti kakakmu.” Yu Ra mah mulut ular. “Kaisar dan Ibu Suri ada di sini. aku tidak sabar melihat bagaimana kamu memperbaiki ini.”

“Melihat bagaimana kamu berusaha untuk mempermalukanku, aku bisa tahu apa yang telah kakakku alami di istana. Kamu sadar betapa tidak tahu dirinya dirimu, bukan?”

“Lihatlah orangnya baik-baik sebelum kamu bicara. Jika citra kita rusak karena ini, aku pun akan menuntutmu untuk kerugiannya. Kamu tidak punya apa-apa. Kamu harus mencemaskan bagaimana kamu akan membayar.” Jalang Ijah kapan mulutnya bener sih.

So Jin kesal kayak mimin. “Kamu sangat kempret Nona Min. Kerugian? Memecatnya apa tidak cukup?”

“Aku tidak akan dipecat.” Ucap Hel Ro yakin.

Hel Ro langsung maju menuju panggung. “Apa yang akan kamu lakukan? Asatagaaa… kamu pasti sudah gila. Oh Hel Ro.” So Jin mengekor pada Hel Ro.

Dan dengan cantiknya, Hel Ro mengedipkan satu mata pada Oh Sunny saat naik ke panggung.

Nah yang saya suka terjadi. Hel Ro ngomong pakai bahasa inggris.

“Halo hadirin. Sebuah kehormatan bisa berada di sini.”

Lanjut pakai bahasa korea. “Senang ada di sini. sebuah kehormatan menggelar acara ttd di mal kekaisaran. Aku adalah sang pengawang. Vincent Lee.”

Penonton dan media heboh…

“Bukankah kamu adiknya permaisuri?” Tanya reporter.

“Ya. karena itu aku enggan mengekspos diriku, tapi aku tidak punya pilihan.”

Mak lampir ikut kaget dan bicara pada Sunny. “Vincent Lee itu adikmu?”

Lee Hyuk berkata. “Omong-omong. Keluarga itu pasti tidak mampu melakukannya.” Ini ngerendahin banget ya?

Sunny maju pada Hel Ro dan berbisik. “Oh Hel Ro, apa yang kamu bicarakan?”

Hel Ro menjawab di depan hadirin. “Kakakku pun tidak tahu. Kalian lihat ekspresi di wajahnya?”

So Jin senang. “Astagaaa… aku merinding. Ini edan.”

Yu Ra mulai lemas. “Ini tidak mungkin.”

Hel Ro melirik ke lantai atas. ada Yoon di sana yang berkomunikasi diam-diam dengan dirinya.

Kilas baliknya begini.

“Katakanlah. Aku harus berjuang.” Ucap Hel Ro.

“Aku Vincent Lee, yang selama ini kamu cari.” KTP US pun ditunjukkan oleh Yoon.

“Berhentilah bercanda. Aku tahu kita sudah akrab, tapi ini bukan waktunya bercanda. Aku sibuk.” Hel Ro akan pergi namun ditarik oleh Yoon.

Yoon menghubungi penerbit dengan suara ponselnya yang dilantangkan.

“Pak Han?”

“Ya. pak cakka-nim. Aku hendak menelponmu. Mal kekaisaran bersikeras kamu hadir di acara ttd hari ini. kamu tidak akan ke sana bukan?”

“Tidak. Aku akan ke sana. Tapi menyamar.” Yoo menutup telponnya.

“Kamu masih mengira aku bercanda?”

“Mana mungkin kamu Vincent Lee?”

“Tidak bisa aku katakan siapa diriku sekarang. maka tolong, jadilah Vincent Lee untuk mewakiliku hari ini.” Ucap Yoon yang kemudian menggandeng Hel Ro.

Aaaaaaaahhh cieeeeeee jadian dong….

Kilas balik berakhir.

***

Kembali ke mal.

“Permisi, ada model yang mendasari nona spenser?” ini pertanyaan mengulas buku oleh wartawan.

“Ya ada. tapi Nyonya Spenser adalah kumpulan dari beberapa orang, jadi aku tidak bisa menunjuk satu orang.” Yoon menjawab dan langsung didengar oleh Hel Ro lewat alat yang ditaruh di telinga. Yaaa masa ketek. Mimin gemana sih.

Dengan lancar Hel Ro mengcopy jawaban.

Pertanyaan lagi. “Nyonya Spenser yang terkahir belum selesai. Kamu punya bagian terakhir?”

Yoon menjawab. “Aku masih menulisnya, jadi belum bisa mengatakan apapun. Tapi aku yakin akan melampaui segala harapan.” Lagi… dicopy sempurna.

Tanya lagi. “Kenapa selama ini identitasmu dirahasiakan? Apa rencanamu ke depannya?”

Yoon menjawab. “Haruskah kita mulai acara ttd sekarang?”

Di copy lagi… acara TTD dilakukan.

So Jin langsung berlari pada Yu Ra dan mengejek. “Dia berhasil membalasmu Nona Min. Ada alasannya dia tidak bisa mengundang Vincent Lee.”

Langsung caper ke mak lampir dan Lee Hyuk.

“Ibu, kaisar, permaisuri, aku telah menyiapkan ini. semuanya….”

“Kurasa dia tidak hanya main-main.” Jawab Ibu Suri.

“Nona Min. Apa jadwal kami selanjutnya?” Tanya Lee Hyuk.

“Anda ada sarapan. Aku akan menemani Anda Yang Mulia.”

“ayo.”

Rombongan sirkus ini pun turun panggung.

***

Sunny mencolek adiknya yang lagi sibuk ttd. “Hehh berandal, kenapa kamu berbuat begini? Kamu? menulis novel? Menulis buku harian saja tidak. Apa-apaan ini?”

“Akan aku jelaskan nanti. Ikutilah saja.”

***

Rombongan sirkus benar-benar keluar sekarang. dengan pengamanan dan jeprat-jepret sana sini.

“Kaisar membunuh saudaraku!!!” seorang lelaki berteriak. “Kaisar membunuh dia!!! dasar pembunuh!!!!”

Langsung diamankan oleh penjaga.

saat berjalan, Woo Bin melihat ada lelaki lagi dengan masker yang mencurigakan. “Tunggu…” ini beda sama yang ngomong lee hyuk pembunuh.

Dan di saat yang sama lelaki yang mengatakan lee hyuk membunuh saudaranya mengambil batako dari dalam sakunya. Ia akan menghantam Sunny.

Woo Bin dengan cepat melindungi Sunny.lagi-lagi kepalanya kena hantam. Kali ini Woo Bin pungsan dan mengeluarkan banyak darah.

Saat Na Wang Shik tergeletak. Sunny melihat tangannya yang ada bekas gigitan. Ia kini sadar Na Wang Shik yang telah menolongnya.

Anehnya. Ada ekspresi kesal kembali pada Yu Ra. Sedangkan Lee Hyuk tentu saja menjadi khawatir.

***

Na Wang Shik dibawa ambuance dan ke rumah sakit. Sunny, Lee Hyuk dan Yu Ra ikut serta.

Saat di rumah sakit. Sunny mengambil kesempatan untuk menelpon Pak Byun.

“Ini aku Tuan. Pria yang membantu aku. Pria di istana. Dia Chun Woo Bin?”

“Anda sudah mengetahuinya?”

“Ini gila, bagaimana dia bisa…”

“Bagaimana Anda mengetahuinya?”

“Kepalanya terluka saat menyelamatkanku. Jadi, dia ada di rumah sakit.”

“Tidak. Dia tidak boleh ke rumah sakit. Ada peluru bersarang di otaknya.”

“Apa maksudmu? Kenapa ada peluru…”

“Dia adalah pria yang kamu cari, Na Wang Shik.”

“Na Wang Shik? Chun Woo Bin adalah Na Wang Shik?”

***

Woo Bin sedang discan kepalanya. Apa namanya??? MRI? Bener nggak. Para medis dan Lee Hyuk pun masih mengamati.

Dengan diam-diam. Yu Ra mengangkat telpon.

“Halo…”

“Hasil lab sudah keluar. Ini analgesik yang kuat.”

“analgesik yang kuat?”

“Ini obat langka yang digunakan saat mengoprasi tanpa obat bius untuk mengobati luka tembak.”

Yu Ra pun menutup telponnya dengan pandangan anjay yang bikin enek itu.

Di sisi lain, Oh Sunny pun lari-lari menuju ruangan.

***

“Bagaimana dia? apakah serius?” Tanya Lee Hyuk pada dokter.

“Beri tahu kami. Bagaimana dia?” Tanya Yu Ra.

Dokter melihat ada gumpalan hitam di hasil CT Scan. “Ini sangat serius.” Dokter menunjukkan monitornya. “Seperti yang anda lihat di lobus frontal kirinya….”

Pintu terbuka… Oh Sunny datang.

Di belakang Oh Sunny mucullah seorang dokter.

Para pemain pun tatap-tatapan. Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

***

Komentar dikit aja.

Dan sebuah kisah cinta pun akan hadir di episode berikutnya????

Soalnya menurut sinopsis resmi yang dibocorkan di awal, ada cinta yang tumbuh antara Permaisuri dan Pengawalnya.

Kita lihat saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!