Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 24 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 24 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Pagi hari, Min Yu Ra menunggu Lee Hyuk di kamar Lee Hyuk.

“Habis dari mana? Yang Mulia?” Tanya Yu Ra.

“Kamu sedang apa di sini?”

Ijah tersenyum. “Aku bangun lebih awal, jadi mampir ke mari. Aku tidak sempat mengucapkan selamat malam tadi malam.” Ular bohongnya bisa aja.

“Aku juga tidak bisa tidur. Jadi aku jalan-jalan.”

“Begitu rupanya. Mau minum teh?”

“Tidak. Aku mau mandi, jadi pergilah. Lagi pula, orang-orang tidak senang dengan hubungan kita. Jangan datang ke kamarku tanpa izinku.”

“Jika itu membuat Anda tenang, aku akan pergi.”

Yu Ra pun tersenyum licik.

***

Kang Hee dilabrak oleh Yu Ra.

“Beraninya kamu mencoba merampas Kaisar!!!” Kang Hee langsung dijambak. “Kamu sudah gila ya? apa yang kamu lakukan sampai mengambil kamar TETE MAMA dan memanggil Kaisar kemari di malam hari?

Masih dijambak…. “Apa yang kamu lakukan sampai Kaisar bermalam di sini?”

Kang Hee pun terjatuh tanpa perlawanan.

“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Kang Hee.

Yu Ra langsung menarik Kang Hee di kasur dan mencekiknya. “Mati!!!!”

Kang Hee bisa melawan dan ia kembali berdiri. “Sadarlah!!! Kenapa kamu???”

“Berhenti gunakan anak Kaisar untuk statusmu. Kamu bisa apa tanpa putri bodoh itu?”

“Nona Min.”

“Mati!!!!!” jambak-jambakan terjadi. Sampai Ibu Suri datang.

“Apa-apaan ini!!!”

“Yang Mulia.” Yu Ra mengakhiri aksi brutalnya.

“Seperti inikah kekasih kaisar? Ckckckck…” Ucap Mak Lampir pada Ijah.

“Apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Ibu Suri pada Kang Hee yang masih terduduk. “Kamu telah diberi pengakuan dan gelar. Kenapa kamu membiarkan asistenmu memukulmu?” Mak Lampir memanasi.

“Aku takut tindakanku bisa membayakan Kaisar dan Putri. Aku akan membersihkan ini…” Kang Hee sok jadi korban.

“Pekerja yang akan membersihkannya. Jangan gunakan tangan yang melayani Kaisar melakukan itu.”

“Terima kasih Yang Mulia.”

Ibu Suri pergi. Nona Choi mendorong Yu Ra kemudian membantu Kang Hee untuk berdiri. “Anda baik-baik saja?” Tanya Nona Choi.

Kang Hee melirik pada Yu Ra atas kemenangannya. Yu Ra kesal bukan main.

***

Na Wang Shik berjalan di jembatan istana. Tak sengaja ia berpapasan dengan Yu Ra.

Yu Ra menyindir. “Tidakkah ini terlalu terang-terangan? Kamu terlalu terang-terangan melindungi Permaisuri. Kamu akan ketahuan kalau seperti itu.”

“Aku hanya melakukan kewajibanku sebagai seorang pengawal.”

“Kamu bisa membodohi Kaisar, tapi tidak bisa membodohiku. Aku sama sekali tidak memercayaimu. Insiden ini bahkan membuatku terlalu yakin. Aku akan melepas topengmu itu. tunggu saja.” Yu Ra mengancam Na Wang Shik dengan sadis.

Yu Ra bogel juga

Awalnya Wang Shik diam…. saat Yu Ra sudah lima langkah pergi. Na Wang Shik berkata. “MIN YU RA!!!”

Yu Ra langsung berbalik. “Apa?”

Na Wang Shik berjalan mendekati Yu Ra dan mencengkeramnya hingga mau jatuh ke kolam. “Apa-apaan kamu?” Suara Yu Ra udah kayak Chipmunk guys… ketakutan gitu.

“Kenapa? kamu takut Kaisar akan meninggalkanmu?”

“Apa?”

“Aku tangan kanan kaisar. Aku bukan orang yang bisa kamu perlakukan seenaknya. Jika kamu mencuri dariku sekali lagi,lihat saja akibatnya nanti. Jangan lupa diri Min Yu Ra.”

Na Wang Shik melepas cengkramannya dan pergi.

Yu Ra kesal lagi kali ini. “Beraninya dia, beraninya dia menghinaku!!!”

***

Sunny lagi siaran lagi. (yang di tulisan miring itu komentar netizen yha)

“Hai… Ini Oh Sunny dari selamat pagi, permaisuri. Aku kedatangan tamu di acaraku hari ini. tebak siapa mereka? Ja jaaaang….”

Kamera langsung mengarah pada Ari dan Lee Hyuk.

Tidak mungkin… putri Ari dan Kaisar? Mereka tamu berpengaruh.

Putri Ari, kamu boneka?

Kaisar tampan sekali…

Dua tamu itu pun dadah-dadah di kamera. “Pagi ini aku berjalan-jalan bersama Ari dan Kaisar. Apa pagi kalian menyenangkan?”

Ari berkata. “Berjalan bersama Ayah sangatlah menyenangkan, Ibu.”

lee hyuk selalu jaga jarak kayak mobil truk

“Berjalan-jalan saja tidak cukup. Itu sebabnya aku mempersiapkan ini… baiklah, mari kita lihat” Sunny mengambil sesuatu dari kantungnya. Semacam bola dengan ornamen.

Sunny berkata pada Lee Hyuk. “Kamu belum pernah bermain Jegi bukan? Aku akan mengajari Anda menendangnya sebagai olahraga pagi.”

Lee Hyuk pura-pura batuk… “Jangan yang itu.”

“Yang Mulia belum siap?” Tanya Sunny. Kemudian kamera diarahkan ke Lee Hyuk dan Suneo langsung memamerkan giginya.

Permaisuri cantik sekali… senang melihat Anda, Putri Ari.

“Mari saksikan siapa yang akan jadi pemenangnya.” Ucap Sunny. “Sebaiknya, kalian menebaknya.”

Sunny memberikan bola itu pada Lee Hyuk dan siap merekam.

Kaisar akan menang. Kaisar tidak akan kalah.

Yang paling muda yang akan menang. Aku memilih Ari.

Lee Hyuk menendang pertama kali dan langsung gagal. Ari menertawakannya.

“Tidak…” Ucap Lee Hyuk yang payah.

“Anda seharusnya bilang kalau Anda payah memainkannya.” Ucap Sunny yang mengambil bola dan menyerahkan kamera pada Lee Hyuk.

“Biar aku tunjukkan ini. akan aku ajari. Perhatikan baik-baik.”

Sunny langsung menyingkap gaun yang dipakai.

Ini dia si penendang luar biasa.

Lihatlah dia bersiap-siao. Dia sudah menang dengan setelannya.

Permaisuri sangat keren.

Sunny pun menendang dengan baik tanpa menjatuhkan bola. Sunny bahkan menjatuhkan bola dengan atraksinya. Bola sengaja di jatuhkan ke wajahnya dengan gerakkan tertentu.

Itulah dia semasa SMA, Ratu Jegi.

Ada momen ajaib di sini guys.

Lee Hyuk melihat Sunny dengan senyuman yang kelihatannya tulus. Sampai tawa Ari menyadarkannya kembali.

Lee Hyuk memutar kamera ke arahnya.

“Hari ini, Permaisuri menang.  Aku belum pernah memainkan ini. dari awal saja sudah tidak adil. aku akan berlatih dan menantangnya lagi.”

Tiba-tiba siaran dimatikan oleh Suneo.

Sunny mengecek kameranya. Ia kesal. “Jangan sudahi begitu saja, aku belum sempat pamitan.”

“Kamu menyalakan kamera, membuat kami berjalan, dan menendang jegi tanpa memberitahu terlebih dahulu.”

“Bukankah kita sudah sepakat? Anda juga harus melakukannya dengan baik.”

Sunny pun pergi meninggalkan Lee Hyuk.

Ari berkata. “Kalian seperti pasangan manis yang sedang bertengkar.” Ari kemudian mengekor Sunny.

Lee Hyuk tertawa… ho ho ho… eh serius begitu.

Dari kejauhan ada yang sirik. Dia adalah Seo Kang Hee.

***

So Jin memaksa Na Wang Shik duduk di kursi pijat. “Aku sungguh baik-baik saja.”

“Tidak, My Bin harus beristirahat. Kepalamu pasti sakit, duduk dan nikmati pijatannya. Kamu harus menyegarkan diri.” So Jin pun menyetel remote. “Aku ingin membentak Kaisar karena telah memberimu banyak pekerjaan.”

Ada cerita gila… kamu tahu? Aku mendengarnya dari desas desus istana. Salah satu pelayan istana yang melayani nenekku hilang. Tebak kenapa dia menghilang?”

Woo Bin penasaran. So Jin melanjutkan bicara. “Pelayan itu juga memakan gimbab yang permaisuri buat hari itu. nenekku bilang rasanya enak dan menawarkan kepadanya.”

Lanjut ke bagian 2 di sini.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!