Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 24 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 24 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

“Tapi kukira gimbap itu beracun.” Ucap Na Wang Shik.

“Itu sebabnya ini tidak masuk akal. Berarti pelayan istana itu seharusnya juga mati, tapi tidak.”

“Di mana pelayan itu?”

“Entahlah. Pelayan itu memberi tahu ibuku bahwa dia telah memakannya, tapi dia menghilang sejak hari itu. aku yakin dia dipecat… atau ibuku…” So Jin tidak melanjutkan kalimatnya. “Pokoknya, ini rahasia kita. Aku hanya menceritakannya kepadamu. Bagaimana rasanya? Apakah kepalamu sudah lebih ringan? Omong-omong, sampai kapan kita harus berpacaran diam-diam? Aku mau memberi tahu seisi dunia tentangmu. Bagaimana menurutmu.” Putri sok manis dan menaruh tangannya di kursi.

Woo Bin berdiri dan putri malah terjatuh.wkwkwkwkwkwk… epic.

Woo Bin membantu So Jin bangkit. “Ya ampun… anda baik-baik saja?”

“Ada apa Bin?”

“Yang Mulia akan mencariku. Aku harus pergi. Anda satu-satunya untukku, anda tahu itu, bukan?” Bin pun tersenyum.

“Kamu pun satu-satunta untukku.”

***

Langsung laporan dehhhh Bin ke Sunny… (Aahh dulu ada Bon alias Terius, sekarang ada Bin).

“Jadi, pelayan Nenek juga memakan gimbap yang kubuat?”

“Ya. polisi bilang penyebab kematian nenek adalah racun yang sangat kuat dalam gimbap itu. jika ada pelayan istana yang tidak keracunakan usai memakan….”

“Berarti ada yang meracuni Nenek sampai meninggal, lalu menaruh racun itu dalam gimbapku dan memfitnahku.”

“Di hari kematian TETE MAMA, ini potongan pakaian yang ingin dibakar Ibu Suri.” Na Wang Shik memberikan sisa potongan kain hasil pembakaran. “Aku menjalankan analisis komponen, hasilnya cocok dengan racun dari nenek suri.”

“Aku yakin Ibu Suri turut terlibat dalam insiden ini. kita harus mencari pelayan itu dahulu.”

“Aku akan diam-diam mencari dia. Permaisuri harus terus terlihat biasa agar mereka tidak curiga. Anda mengerti?”

“Aku pun akan mengurus urusanku sendiri. kita sepakat untuk tidak saling turut campur.” Ini ngambek khas cewek banget. Wkwkkwkw…

“Benar. Kita sudah sepakat.”

“Jadi, aku pun tidak tertarik dengan urusanmu. Aku tidak peduli apakah kamu sudah sarapan, mengonsumsi obat, ataupun merasa kepalamu sakit sekali.”

“Ohhh… tapi aku sudah sarapan dan mengonsumsi obat. Aku tidak akan menjawab pertanyaan Anda.” Kokkkkk kokkkkk saya sukaaa yaaaa kedekatan malu-malu begindaaaangggg? Hajaaaarrrr….

“Aku tidak bertanya. Jika kamu sudah selesai berjaga. Temani aku ke kantor polisi. Menemui dia adalah kerja sama bukan?”

***

Sunny dan Bin pergi menemui Putra Nona Hong di kantor polisi.

Putra Nona Hong hendak pergi saat melihat Sunny.

“Kenapa kamu melakukannya?” Tanya Sunny.

“Aku sudah mendengar semuanya. Ibuku menjadi kambing hitam atas perbuatan Anda dan terpaksa berkorban demi Anda. Ibuku mati atas tuduhan palsu. Tapi Anda kembali ke istana dan hidup dengan kemewahan. Anda bahkan tidak menghadiri pemakamannya.”

“Itu tidak benar. Kumohon dengarkan aku.”

“Awalnya, aku tidak percaya itu. aku yakin Nona Min berkata jujur.”

“Kamu menemui Min Yu Ra?” Tanya Bin. “Jangan percayai dia.”

“AKU TIDAK MAU MENDENGARNYA!!!! Ibuku mendedikasikan hidupnya untuk melayani Keluarga Kekaisaran. Kenapa dia menjadi pembunuh? Kenapa dia harus mengakhiri hidupnya? Semua ini salah Anda. Kehidupan nahas macam apa ini!!!”

***

Hel Ro nggak jadi dipecat. Dia sedang melakukan presentasi.

“Bagaimana dengan mengembangkan Acara Hitungan Mundur? Untuk berkomunikasi dengan generasi muda kita, klien utama kita. Kita bisa mengundang musikus hip hop populer ke pesta hitungan mundur. Dan merayakan tahun baru ke 100 bersama keluarga kekaisaran.”

Semua hadirian yang ikut rapat tepuk tangan atas presentasi Hel Ro.

“braaavooo… bravoooo… kamu memang luar biasa, Hel Ro. Tidak, aku harus memanggilm Vincent Lee…” Ucap So Jin.

Pengantar makanan pun masuk ruangan. Ia membawa ayam.

“Itu dari restoran ayam….” Ucap Hel Ro.

“Aku akan traktir makan siang hari ini. untuk rayakan acara penandataganan yang sukses bersama Vincent Lee.”

Hel Ro terdiam melihat Yoon.

So Jin berkata pada Yoon yang menutupi rapat wajahnya. “Kamu sudah pastikan makanannya tidak dingin?”

Yoon hanya memberikan kata ok dengan jarinya. Hanya isyarat. Anggota rapat yang makan pun memuji ayam gorengnya enak.

So Jin memberikan kartunya pada Yoon. “Ini kartuku. Aku berniat memesan lebih sring. Apa ada kupon?” Manusiawi banget yaaaaaa walaupun Putri tapi suka kupon potongan harga. Wkwkwk.

So Jin kesal melihat Yoon yang menghindari kontak mata dan tidak bicara. “Apa? Kamu tidak mau bicara denganku? Yaaaaakkk…. lihatlah… lepaskan maskermu dan bicara denganku…. kenapa kamu tidak mau bicara.. Kamu akan melayaniku seperti pelanggan setia sekarang?”

Hel Ro mencoba menangkan So Jin yang brutal dan ingin melepaskan masker Yoon.

“terima kasih…” Hel Ro pasang wajah manis.

“Kamu mengerti?  Hanya aku yang menjagamu bukan?” Ucap So Jin pada Hel Ro. “Ahhh Vincet Lee.”

Yoon kabur… So Jin berteriak. “Kerja yang becus!!!”

***

Yoon sudah di luar ruangan dan dikejar oleh Hel Ro.

“Apa yang terjadi? Kamu tidak memberitahuku.”

“Aku tiba-tiba dapat pesanan. Aku harus bergegas kemari juga.”

“Tapi kapan kamu memberitahuku identitasmu yang sebenarnya?” Tanya Hel Ro. “Kamu tahu pagi ini saja, aku sudah memberikan 100 ttd? Nasib kita sama, katakan yang sebenarnya…”

“Keluargaku memiliki banyak masalah. Ibuku ingin memanfaatkanku. Kakakku ingin membunuhku. Jika tahu aku kembali ke korea, mereka akan berusaha mencariku dan menyiksaku.”

“Keluarga macam apa itu? tinggalkan saja mereka! Mulai sekarang, aku dan ayahku akan melindungimu.” Haaaaacieee kaaaannnn. “Jangan khawatir. Jika memiliki masalah seperti itu, kamu seharusnya bilang. Kenapa kamu menderita sendirian?”

Tiba-tiba So Jin keluar. Yoon menarik tangan Hel Ro karena takut ketahuan dan kini mereka tak sengaja berdekatan….

Di saat yang sama, ada para pengantar baju lewat. So Jin kesulitan melihat siapa pengantar ayam goreng sebenarnya.

Dan entah kenapa. Hel Ro kali ini menarik Yoon di dekatnya.

Beberapa detik berselang. Yoon kabur dan memungut helmnya yang tergelatk di lantai….

***

Mak Lampir sedang bermain catur dengan Lee Hyuk.

“Ibu yakin Byun Baek Ho di balik insiden di kolam itu. Ibu akan mengurusnya. Kamu tidak perlu khawatir.”

“Menurut Ibu, insiden apa saja yang dia ketahui? Adakah saksi lain…”

“Meski mengetahuinya, dia tidak akan bisa berbuat apapun. Mereka bisa apa sekarang? tidak ada bukti. Ibu kecewa dengan Yoon karena bergaul dengan orang semacam itu. dia bukan lagi Putra Ibu.”

Suneo senang. “Itu keputusan yang bijaksana. Kecantikkan ibu makin terpancar hari ini.”

“Benarkah? Itu karena Ibu sangat bahagia bermain catur dengan santai denganmu. Apa kesibukan Permaisuri?”

“Tidak banyak.”

“Kita bisa merahasiakan wasiat nenek selamanya. Kita harus menyingkirkan permaisuri. Lebih cepat lebih baik.”

“Soal itu, aku akan mengandalkan Ibu.”

“Ibu rasa sebaiknya asetnya dibagi dua untuk kita. Bagaimana menurutmu?”

“Tidak melibatkan So Jin dan Yoon?”

“Situasi akhirnya mulai stabil dan kini kekuasaan ada padamu. Kenapa kita harus membaginya lagi dan membuat keresahan? Tapi, Ibu akan mengambil Pulau Chungeum, ya?”

“Kenapa Ibu begitu menginginkan pulau Chungeum?”

“Ibu hanya menginginkannya saja. Ibu hanya ingin membangun vila dan menghabiskan masa tua Ibu dengan udara segar.”

“Baiklah. Akan aku turuti Ibu.”

“Kita harus membangun kekuatan dan menjadikan Keluarga Kekaisaran makin kuat. Ibu tidak akan memaafkan siapapun yang menghalangi kita. Meski orang itu adalah Yoon. Pokoknya, Ibu akan membantumu sebisa mungkin.”

“Terima kasih.

Lee Hyuk medapatkan kiriman pesan dari Bin. Pesan bertuliskan.

Min Yu Ra menipu Anda.

Ada file rekaman juga.

“ada masalah?” Tanya Ibu yang melihat Suneo terdiam.

“Ahh tidak…”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *