Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 24 Part 3

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 24 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini.

Lee Hyuk mendengarkan apa yang dikirimkan oleh Bin.

“Aku tidak mau menyakitimu, maka menjauhlah darinya. Kamu mungkin telah menjadi asisten bedebah itu, tapi kamu tidak bersalah. Bukan begitu?” Ucap NWS saat menelpon Yu Ra dulu. Saat kejar-kejaran dan Ma Pil Joo menggantikan tubuh NWS yang terbakar.

“Oppa dengarkan aku. Kamu tidak bisa mengalahkan Yang Mulia, maka menyerahlah. Jika kamu menyerahkan diri, akan aku cari cara untuk menolongmu.”

“Tidak, Lee Hyuk akan mati dengan tanganku malam ini. aku pun sudah siapmati. Kapan penjamuannya selesai? Katakan.”

Lee Hyuk marah mendengarnya. “Oppa? Dia mengenal Na Wang Shik? Beraninya dia menipuku.”

Yu Ra pun masuk ke ruangan Lee Hyuk.

“Ada yang ingin aku laporkan mengenai Mal kekaisaran.” Yu Ra menyerahkan berkas.

“Katamu kamu tinggal di mana bersama dengan keluarga angkatmu? Seoul?”

“Ya. Seoul. Kenapa Anda bertanya?”

“Kamu bilang mereka menganiayamu. Aku harus bertindak.”

“Tidak perlu. Aku tidak mau berurusan lagi dengan mereka. Yang Mulia tidak perlu repot-repot mengurus mereka. Acara ini….” Pembicaraan Yu Ra mendadak dipotong.

“Kamu bilang kamu tahu Bichido bukan?”

“Tidak. Aku hanya berlibur ke sana beberapa kali.”

“Sunnguh? Kamu tidak mengenal siapapun di sana?”

Yu Ra tersenyum. “Mana mungkin aku mengenal seseorang di pulau sekecil itu? tingkah anda aneh, Yang Mulia. Kenapa Anda menanyakan masa laluku?”

“Aku baru sadar bahwa aku sama sekali tidak mengenalmu. Baiklah…” Lee Hyuk menutup dokumen yang baru di ttd. “Jalankan sesuai prosedur.”

“Mau makan malam bersama malam ini?”

“Maaf. Aku sibuk. Kamu boleh pergi.”

Lee Hyuk pun menyuruh Bin untuk masuk. Yu Ra terdiam melihat tingkah laku Lee Hyuk.

“Kenapa? kenapa kamu tidak pergi?” wkwkwk Yu Ra kali ini apes aja.

Bin pun masuk ke ruangan Lee Hyuk. Berpapasan dengan Yu Ra.

“Ya. Yang Mulia.”

“Pergilah ke Bichido sekarang juga dan cari tahu semua tentang Yu Ra. Apa pun yang bisa kamu temukan.”

“Baik. Yang Mulia”

***

Sunny menemui Yu Ra. “Mari kita bicara. Bisa-bisanya kamu menyakiti seseorang yang sedang berkabung.”

“Apa maksud anda?”

“Aku tahu kamu menemui Putra Nona Hong dan membohonginya. Jadi jangan bertindak bodoh.”

“Itu rupanya. Membohonginya? Aku hanya berterus terang kepadanya. Apa itu masalah? Anda pun tahu Nona Hong bukan pembunuhnya.”

“Ya aku tahu, pembunuhnya masih berkeliaran. Kamu pembunuhnya, Min Yu Ra?”

Yu Ra tersenyum. “Bukti apa yang Anda miliki sampai bisa berkata seperti itu?”

“Saat kamu datang ke kamar TETE MAMA. Dia sudah tidak ada. dengan tusuk rambut tertikam di dadanya. Lantas kenapa kamu melarikan diri dan tidak melaporkannya? Kamu bahkan berbohong dia tertidur.”

Yu Ra menelan ludah. “Siapa yang mengatakan itu? berhenti mengatakan omong kosong ini.”

“Kenapa orang seteliti dirimu meninggalkan cangkir teh yang berisi obat penenang? Perlukah aku memberitahumu? Kamu terlalu sibuk merampas laporan yang ditulis nenek sampai melupakan cangkir teh itu. bukankah begitu?”

“TETE MAMA menginggal karena memakan makanan yang Anda berikan. Beraninya Anda mencurigaiku? Punya bukti?”

“Tenanglah. Kamu akan segera melihat buktinya. Terlihat gelisah seperti sekarang adalah bukti awalnya.”

Yu Ra sangat lemas mendengarnya. Saat Sunny sudah pergi. Dia berkata. “Bagaimana dia tahu? Dia melihatku? Tidak… tidak ada orang di sana. Aku sudah memastikan.”

Sunny berjalan dengan kesal. Dalam hati ia berkata. “Min Yu Ra, kamu telah membuat kesalahan besar. Ini adalah awal kehancuranmu.”

***

Dengan kilat. Bin melaporkan apa yang sudah ia temukan.

“Apa yang kamu temukan?” Tanya Lee Hyuk.

“Aku menemukan ini di studio foto lama di Bichido. Nona Min berasal dar Pulai Maehwa. Ibunya meninggal saat dia masih kecil. Teman Ibunya, Baek Do Hee, membesarkan dia seperti anak sendiri.”

“Seperti anak sendiri. maksudmu dia mengabaikan seseorang yang bagaikan ibu baginya? Apa hubungan dia dengan Na Wang Shik?”

“Kudengar mereka hampir seperti pasangan suami istri.” Foto dikasih lagi.

Bin pun menyerahkan dokumen. “Ini daftar panggilan Nona Min selama lima tahun terakhir.”

“Baek Do Hee. Omma…Na Wang Shik… pacar…” Lee Hyuk pun tertawa. Ia pun bertanya lagi. “Siapa anak ini?”

“Dia adik Na Wang Shik. Tapi aku rasa Min Yu Ra sudah mengirimnya ke LN.”

“Benarkah? Ada lagi hal yang harus kamu lakukan untukku.”

Lee Hyuk tertawa jahat.

***

Karena ada panggilan Lee Hyuk. Yu Ra mendatangi Lee Hyuk dengan penuh senyuman. Ia pun langsung memeluk Lee Hyuk dari belakang.

“Yang Mulia, aku kira kamu sibuk. Kenapa Anda sudah memanggilku?”

Lee Hyuk berbalik dan masih dengan senyum palsunya. Kemudian Yu Ra di dorong sampai terjatuh. Yaaaa ampun ini didorong beneran.

“Ada apa Yang Mulia?” Lee Hyuk pun memperdengarkan rekaman yang ia peroleh pada Yu Ra. Yu Ra menutup telinga dengan kedua tangannya.

“Kamu mengenal Na Wang Shik?”

Yu Ra langsung ketakutan. “Tidak seperti itu.”

Lee Hyuk pun memperlihatkan foto. “Jangan berbohong. Mendiang Baek Do Hee bagaikan seorang Ibu bagimu, lalu kamu dan Na Wang Shik bagaikan suami istri. Beraninya kamu menipuku?”

“Yang Mulia….” Yu Ra sudah menangis.

“Kamu bernohong dan merendahkanku selama ini?”

“Tidak seperti itu…. aku tulus mencintai Anda sejak awal. Kumohon percayalah, Yang Mulia…”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!