Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 26 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 26 Part 1

Catatan Cinta dulu. Apa bila halaman tidak menampilkan foto. Maka yang perlu kamu lakukan adalah.

  1. Mengupdate peramban/browser yang kamu gunakan.
  2. Pastikan jaringan yang kamu gunakan cukup lancar.
  3. Bila menggunakan Google Chrome, ke pengaturan (titik 3 di pojok kanan). Pilih setelan, pilih setelah situs. Izinkan javascrip.
  4. Kalau masih belum bisa. Clear semua history dan masuk kembali. Masuk ke halaman yang dituju. Bila masih tidak ada, maka, keluar app dan masuk kembali beberapa saat. Dan jangan lupa berdoa. Semua foto mimin upload.
  5. Terima kasih. Maaf atas ketidaknyamanannya.

Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya ada di tulisan yang ini.

Mak Suri memberikan pengumuman di depan para pemuda. “Selamat telah memenangkan beasiswa keluarga kekaisaran. Kami tidak akan menahan diri untuk mendukung talenta terbaik kalian. Kami akan memberikan yang terbaik. Kalian akan berlatih di LN dan diberi banyak peluang untuk bekerja di bisnis keluarga kekasiaran.”

“Terima Kasih Ibu Suri.” Ucap empat pemuda yang hadir. Ibu suri pun memberikan kode pada Nona Choi bahwa dia menginginkan pemuda di samping kiri.

***

Di kamarnya, Mak Lampir berdandan dan pemuda itu masuk diantarkan Nona Choi. Sang pemuda yang akan dimangsa mulai bicara. “Suatu kehormatan untuk membantumu memanggilku secara terpisah seperti ini.”

“Kehormatan apanya. Bagaimana dengan sedikit minum anggur?”

“Aku tidak bisa minum sama sekali. Aku seorang kristian. Aku lahir dari seorang yang beragama.”

“Terlahir sebagai seorang beragama? Satu gelas saja baik-baik saja kok.” Mak Suri akan menuangkan minuman pada gelas.

“Aku melayani dalam perteman doa minggu pagi ini, jadi aku tidak bisa. Maafkan aku. Aku sudah menyiapkan hadiah kecil untuk menunjukkan rasa terima kasihku.” Novel dikeluarkan. “Sudahkah Anda membaca Novel Vincent Lee?”

“Aku tidak punya waktu untuk membaca novel sampah seperti itu.”

“Adik permaisuri yang menulisanya. Ini adalah buku yang sangat laris sekarang. ada rumor, bahwa cerita di sini mirip dengan mendiang Permaisuri So Hyun.”

“So Hyun?”

“Karakter utama menikah dengan Keluarga Kerajaan, seorang bangsawan inggris Spenser. Dia tenggelam di kolam vila mereka ketika sedang hamil. Dan tersangkanya adalah suaminya, Spenser.”

“Bagaimana itu mirip dengan mendiang So Hyun? permaisuri So Hyun meninggal karena serangan jantung.”

“Ya. itu benar. Tapi ayah tokoh utama di sini juga seorang penjaga keamanan. Kepribadian mereka mirip, dan ada kecurigaan, bahwa Ibu mertua mrka terlibat dalam pembunuhannya.”

Mak Suri marah. “Apa yang kamu katakan sekarang? kamu menerima beasiswa dari Keluarga Kekaisaran.tapi kamu membaca buku sampah seperti ini dan menyebarkan rumor konyol seperti itu. kamu manusia tidak tahu diri yang sesungguhnya! Apa gunanya wajah tampan saat perasaanmu busuk? Sebelum aku menyobek mulutmu, cepat kamu pergi dari sini.”

“Maafkan aku.” Pemudanya kabur.

Nona Choi masuk. “Yang Mulia….”

“Di mana kamu menemukan monster mengerikan seperti itu? bagaimana dia bisa layak menerima beasiswa kita? Seleramu sangat mengerikan.”

“Maafkan aku Yang Mulia.”

“Cepat, cari tahu novel yang ditulis adik permaisuri. Cari tahu sampai ke akarnya. Si bajingan itu dari mana dia tahu dan menulis cerita murahan seperti itu.. semua orang dari keluarga Oh Sunny, kenapa begitu amat menyebalkan? Kenapa?”

***

Wajah Lee Hyuk menopang dagu. Akhirnya…..

Dia menuangkan air panas pada gelas kertas.. membuka kopi, memakan dari ujung kemasan sisanya.

“Apa enaknya sih?” lee Hyuk pun buang sampah sembarangan. Asal lempar aja.

Satu tegukan ia minum. Ia mencacapnya. Kemudian tegukkan yang kedua. Ia mencecapnya kembali. Kemudian bengong sebenar. “Kok bisa enak begini?”

Dimunum ampe abis dah…. Lee Hyuk sampai ngomong ke gelas. “Kamu peri kopi ya?”

Tapi mendadak ia jadi kesal dan mengusek-usek cangkir dan melemparnya.

Eeehhh cieee naksir Sunny. Sampe ikutan.

***

Seprei di kamar Lee Hyuk masih belum ganti. Ia merasakan ada yang basah. Mungkinkah bocor? Lee Hyuk melotot dan membuka selimut.

Ternyata ada darah. Kayaknya nggak pakai yang 30 cm deh.

Panik. Ia memanggil Bin yang langsung masuk.

“Ada apa Yang….” Bin melihat darah di seprei. “Siapa yang melakukan ini?”

“Singkirkan ini. singkirkan sekarang juga.”

“Tolong tinggalkan kamar ini saat sedang dibersihkan.”

Lee Hyuk menemukan potongan mobilnya saat menabrak Ibu Na Wang Shik.

***

“Aku memeriksa CCTV, tapi aku tidak bisa menemukan adanya penyusup. Aku kan lebih memperketat keamanan lagi. Maafkan aku Yang Mulia.”

“Aku membuang ini setelah Ma Pil Joo memberikannya kepadaku.” Lee Hyuk menunjukkan potongannya. “Bagaimana ini ada di kamarku?”

“Yang Mulia, ada satu kecurigaan lagi yang aku miliki. Pengirim suara percakapan Min Yu Ra, aku sudah menemukannya.”

“Siapa orang itu?”

“Nomor telpon itu, adalah milik Na Wang Shik.”

“Apa maksudmu? Dia sudah mati.”

“Apakah Anda sudah mencari tahu apa Na Wang Shik benar-benar mati?”

“Min Yu Ra memberitahuku. Dia memeriksa itu bersama dengan seorang tenaga medis. Dia memberitahuku bahwa mayat itu memiliki luka tembak di kepala. Ahh jangan-jangan…”

“Aku akan melihat laporan forensiknya itu.”

“Jika Min Yu Ra menipuku, Na Wang Shik masih hidup.” seperti biasnaya gelas dibanting.

***

Yu Ra bangun dan menemukan sesuatu di tangannya. Kertas itu dibukanya. Isinya adalah kertas berisikan foto Ibu NWS. Di dalamnya ada tulisan. “Kenapa kamu membunuh Ibuku?”

“Ini tidak mungkin. Na Wang Shik sudah mati. Sudah mati. Kenapa dia mengirimiku ini?” Yu Ra berteriak. Para medis datang.

Yu Ra ketakutan. “Pergi. Jangan lakukan apapun pada tubuhku. Tolong tinggalkan aku sendiri.”

“Kaisar telah memerintahkan kami untuk memperlakukanmu dengan baik.”

“Tidak mau. Lepaskan!!!” di saat yang sama ada penyiksa yang menyelipkan ponsel di bawah kasur. Yu Ra kembali dikuliti.

*maaap… nggak dikasih foto yang ini. kejam soalnya. foto muahh muahh sih nanti pasti mimin masukkin kok.

***

“Kenapa kamu tiba-tiba pergi?” Ucap Pak Byun mengatakannya pada Yoon yang sedang beres-beres.

“Permaisuri, sekarang sudah mengetahui identitasku. Bahkan jika bukan karena itu, tinggal di rumah ini lebih lama akan membahayakan keluarga Permaisuri. Ibuku sudah membuatku digulingkan dari tahta.”

Pak Byun sudah cukuran. “Jika itu yang membuat rencananya terhalang, dia rela meninggalkan Putranya. Bagaimana seorang Ibu sekejam itu?”

“Apakah kamu pikir Permaisuri bisa mengetahui rahasia di balik buku harian itu?”

“Kita harus percaya dia bisa melakukannya.”

***

Dikamarnya, Sunnya membolak-baikan gambar dari buku So Hyun. “Apa arti semua gambar ini?” dan Sunny menemukan bahwa pintu di gambar sama dengan pintu di kamarnya. “Ini terlihat sama.”

Sunny akhirnya keluar. Ia menyamakan gambar dengan ruang-ruang di dalam istana.

Sunny sudah di luar ruangan. Ia mengikuti lmbaran gambar, semuanya ia ikuti dengan baik. Hingga pada suatu bangunan.

“Ini adalah rumah kaca milik Ibu Suri?”

Omongan Na Wang  Shik diingat (“aku bertanya pada penjaga. Ibu Suri tidak membawa penjaga hanya ketika dia masuk ke kebun itu. ini aneh.)

Sunny lanjut bicara sendirian. “Aku tahu itu, pasti ada sesuatu di kebunnya.” Sunny masuk ke dalam kebun.

Tak disangka. Ibu Suri menghampirinya. “Permaisuri, apa yang membuatmu kamri di larut malam begini?”

“Apa kamu masih terjaga, Ibu Suri?”

“Kenapa kamu ada di kebunku di larut malam bgini, aku bertanya kepadamu.”

“Itu… aku tidak bisa tidur. Aku hanya ingin melihat bunga. Kebunmu selalu terlihat terawat dengan baik. Ketika jalan-jalan di sini, itu membuat hatiku senang. Apakah Ibu Suri merawat bungamu selarut ini?”

“Aku kembali karena lupa menyirami bungaku. Bunga sama seperti anak-anak. Mereka tidak akan tumbuh dengan baik jika kamu tidak berusaha merawatnya.”

“Ya, benar. Kamu merawat dan mecintai kebunmu dengan tulus, aku menghargai itu. Ibu Suri, sudah larut malam, kembalilah duluan ke kamarmu. Aku akan melihat-lihat sebentar kemudian pergi.”

“Jika kamu mabuk karena aroma bunga, akan lebih sulit untuk tidur. Rasakan aromanya secukupnya.”

“Aku akan mengingatnya.”

Ibu Suri pergi. Kini Bin yang datang mengagetkan Sunny.

“Aku mengikutimu ke sini karena aku khawatir. Apakah kamu menemukan sesuatu?”

“Sesuatu pasti tersembunyi di kebun ini. aku mengikuti gambar di buku harian dan berakhir di sini.”

“Aku juga curiga pada tempat ini. ini bukan tempat di mana dia bisa menyembunyikan seseorang. Yang Mulia, Ibu Suri baru saja memberitahumu untuk menyirami kebun bukan?”

“Ya.”

“Ada sesuatu yang aneh. Aku tidak menemukan tanda-tanda dia menyiram kebun. Selain itu, dia di sini selarut ini sangat mecurigakan. Dia mungkin tidak di kebun ini.”

“Tapi aku melihatnya keluar dari kebun, di mana lagi dia berada?”

“Ada ruang rahasia di sini. apa gambar selanjutnya?”

Sunny melihat gambar kembali. “Kepala naga.”

Di sisi lain. ada Kang Hee yang mengintip mereka. Begitu Na Wang Shik mengengok, Kang Hee langsung pergi.

***

Kang Hee langsung masuk kamarnya.

“Permaisuri dan Kepala Keamanan. Huh, aku pernah melihat sebelumnya. sama seperti temanku tujuh tahun lalu.”

***

Na Wang Shik masuk ke kamar Lee Hyuk. ia mengambil bantal dan membekapnya sampai Lee Hyuk tidak sadarkan diri.

Tak lama, Lee Hyuk bangun dan sulit bernapas.

Bin langsung masuk. “Ada apa Yang Mulia?”

“Si Gila itu. Si Brengsek berusaha mencoba membunuhku. Dia mencoba membunuhku, Si Brengsek. Bagaimana dia masuk ke kamarku? Bagaimana?”

“Tolong tenanglah, Yang Mulia. Tunggu di sini. aku akan mengambilkan obat penenang.”

Lee Hyuk lemas. Ada panggilan nomor tidak dikenal di ponselnya. Ia pun mengangkatnya.

“Bagaimana kabarmu Lee Hyuk?”

“Kamu siapa?”

“Ini aku, Na Wang Shik. Apakah kamu sudah melupakan aku? Aku sangat terluka.”

“Tapi kamu sudah mati. Jangan macam-macam denganku, kamu siapa?”

“Kenapa? kamu terkejut bahwa pria yang kamu bunuh masih hidup? aku tidak bisa mati sebelum aku membunuhmu. Katakan padaku di mana Ibuku.”

“Apa maksudmu?”

“Di mana mayat ibuku yang malang itu? katakan di mana kamu menguburnya? Jika tidak, kamarmu akan terbakar malam ini.”

“Apa kamu pikir itu membuatku takut? Lakukan apa yang kamu inginkan.” Lee Hyuk melempar ponselnya. “Apa yang sedang terjadi? Kenapa dia tiba-tiba kembali?”

Bin pun masuk. Ia membawakan obat.

“Si Brengsek itu masih hidup.”

“Apa?”

“Na Wang Shik. Si Brengsek itu terus memanggilku dan mengancamku.”

“Aku pikir memang benar Na Wang Shik masih hidup.”

“Apa?”

“Aku melihatnya dan pria dengan luka tembak di kepala yang meninggal hari itu, bukan Na Wang Shik, tapi Ma Pil Joo.”

“Ma Pil Joo. Min Yu Ra membohongiku sampai akhir. Dia emang kampret.”

“Jangan khawatir Yang Mulia. Aku akan melindungimu dengan seluruh nyawaku.”

“Pancing dia keluar dan singkirkan dia. dia mencari mayat Ibunya. Jika kamu mengatakan, katakan di mana mayat Ibunya dikubur, pancing dia dengan itu.”

“Di mana mayat Ibunya dikuburkan?”

Lee Hyuk merengek. “Bagaimana aku tahu? Orang yang menyingkirkan Ibunya adalah Min Yu Ra.” Lee Hyuk teriak.

Bersambung ke bagian 2. klik di sini.

4 thoughts on “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 26 Part 1

  • 04/01/2019 at 9:57 am
    Permalink

    Udah pake Google chrome terbaru tpi gambar gak muncul juga kenapa ya min?

    Reply
    • 04/01/2019 at 2:39 pm
      Permalink

      keluar dulu. buka lagi kak. mian… tapi gambarnya memang harusnya muncul dan nggak ada masalah.

      Reply
  • 04/01/2019 at 10:55 am
    Permalink

    keanya bakal seru nih episode selanjutnya..seperti puzzle yang akan disatukan…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!