Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 26 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 26 Part 2

Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Catatan. Apa bila halaman tidak menampilkan foto. Maka yang perlu kamu lakukan adalah.

  1. Mengupdate peramban/browser yang kamu gunakan.
  2. Pastikan jaringan yang kamu gunakan cukup lancar.
  3. Bila menggunakan Google Chrome, ke pengaturan (titik 3 di pojok kanan). Pilih setelan, pilih setelah situs. Izinkan javascrip.
  4. Kalau masih belum bisa. Clear semua history dan masuk kembali. Masuk ke halaman yang dituju. Bila masih tidak ada, maka, keluar app dan masuk kembali beberapa saat. Dan jangan lupa berdoa. Semua foto mimin upload.

Kita masuk ke sinopsis yaaa…

Min Yu Ra ada di penjara kamarnya. Ia merasakan ada yang bergetar. Ada ponsel di bawah kasurnya. Ia pun mengangkatnya. Na Wang Shik ada di kaca memperhatikan Yu Ra.

“Halo.”

“Ini Wang Shik.” Yu Ra langsung kaget dan melepaskan telponnya. Wang Shik telpon lagi.Yu Ra mengangkat kembali.

“Kenapa kamu menutup telponnya? Kamu menyakiti perasaanku. Masih banyak yang harus kita bicarakan.”

“Wang Shik… kamu sungguh masih hidup?”

“Bagaimana aku mati saat kamu masih hidup? aku tidak boleh mati dulu. Hyuk yang membunuh Ibuku, tapi kamu yang membantunya. Aku tahu kamu di Bichido hari itu. aku pun tahu kamu menyuruh Hyuk keluar dari vila.”

“Apa maksudmu? Aku tidak melakukan hal semacam itu.”

“Teganya kamu melakukan itu. setelah semua pengorbanan ibuku untukmu. Dia lebih baik kepadamu daripada kepadaku, anak kandungnya. Dia bahkan membesarkan anakmu, Dong Shik. Seperti anaknya sendiri. tapi apa yang kamu lakukan pada Ibuku, Wanita Jalang!!!”

“Jangan berpikir kamu bisa mengancamku. Aku kekasih kaisar.”

“Kamu dicampakkan Hyuk dan di kurung di rumah sakit, tapi tampaknya kamu belum kapok.”

Yu Ra panik. Di mana kamu? jangan-jangan…” Yu Ra memegang kaca. “Jangan-jangan kamu di sini.”

“Ya. untuk membunuhmu. Tunggu saja aku akan datang.”

Yu Ra teriak saat telpon ditutup. “Na Wang Shik, sampai kapan kamu akan menyiksaku.”

Yu Ra mencoba membuka pintu. Nyatanya tidak dikunci. Akhirnya Yu Ra kabur dari RSJ. Ia berlari ke luar. Di luar, ada mobil yang mengejarnya. Mobil itu akan menabrak Yu Ra tapi ia berhasil lolos dengan cara menggulingkan diri ke tepi.

Begitulah. seperti kucing yang tidak langsung membunuh mangsanya. Ia akan memainkannya lebih dahulu.

***

Yu Ra bersembunyi di tumpukkan batu. Na Wang Shik menghampirinya.

“Bagaimana kamu bisa keluar?” Tanya Bin.

“Tolong selamatkan aku, kaisar selalu mendengarkan apa pun yang kamu katakan. Beri tahu dia untuk menyelamatkanku, Pak Chun. Aku memohon.” Yu Ra memangis sambil memohon.

“Untuk apa aku membantu seseorang yang dicampakkan kaisar?”

“Na Wang Shik masih hidup.. dia akan mengancam kaisar. Aku yang paling mengenal Na Wang Shik, kamu membutuhkanku untuk menghentikkan dia! aku akan melakukan apapun yang kamu katakan. Jadi tolong aku ya?”

“Kembalilah ke rumah sakit.”

“Aku lebih baik mati daripada kembali ke sana. Aku lebih baik dibunuh Na Wang Shik daripada mati di sana. Bunuh aku saja!!!” Yu Ra sudah seperti orang gila.

“Kamu sungguh bisa melakukan apa yang aku katakan?”

***

Nona Choi dan Ibu Suri ke kebun dan masuk ruang rahasia. Sunny mengikutinya dan ia menemukan dua kepala naga seperti yang ada di buku So Hyun.

Di dalam ruang rahasia. Nona Choi mencambuk pegawai yang memakan gimbap.

“Dia masih belum sadar juga. Di mana buktinya? Katakan di mana buktinya?” Ibu Suri memukul-mukul wajahnya.

“Sudah aku bilang, akan aku beri tahu jika anda membiarkan aku hidup. maka… lepaskan aku dulu.”

“bagaimana aku memercayaimu. Kamu lupa kamu berakhir di sini karena mulut besarmu itu?”

“Apa yang aku katakan? Kenapa dianggap kriminal berkata aku juga memakan makanan yang Permaisuri siapkan?”

“Lihatlah? Kamu belum menyadari kesalahnmu. Kamu sendiri yang mengatakan bahwa kamu melihatku meninggalkan kamar Nenek Suri, dan kamu punya bukti. Katakan di mana bukti itu!!!”

“Kenapa? anda sungguh membunuh Nenek Suri?”

Pengawai itu ditampar. “Aku juga tidak memercayai ANDA!!!” Ucap Pegawai. “Anda akan membunuhku setelah aku memberi tahu Anda. Toh, tidak ada yang merugikanku!”

“Bunuh dia.” Ucap Mak lampir pada Nona Choi.

“Anda kaya, ada seharusnya memberiku sedikit uang anda. Apa untungnya membunuhku?”

“Cepat. Sampai kapan aku harus mendengar ocehannya?”

“Biarkan aku pulang. aku akan bungkan selamanya.” Nona Choi lagi-lagi memberi suntikan dan sang pegawai tidak sadarkan diri.

***

Di luarnya. Sunny pun menguping. “Aku sepertinya mendengar sesuatu.” Tiba-tiba Mak Lampir dan Tukang Suntik pun keluar. Di saat yang sama ada Na Wang Shik yang nempel sama  Sunny di semak-semak.

“Dasar wanita keras kepala.” Ucap Mak Lampir. “Sebelum dia makin berisik, buang dia ke Pulau Chungeum besok.”

“Ya, Yang Mulia.”

“Pastikan dia tetap bungkam. Entah apa yang mucul sebagai bukti.”

***

Sudah aman.

Na Wang Sik dan Sunny keluar dari persembunyian.

“Kenapa Anda datang sendirian? Ini berbahaya.” Ucap NWS.

“Kamu tidak menjawab panggilanku.  Aku benar, kurasa Nona Ha Cheong Dan disekap di sana. Kita harus bagaimana? Waktu kita tidak banyak.”

***

Esok pagi. Saat orang suruhan Mak Lampir membawa Nona Ha. Di pintu gerbang Na Wang Shik melumpuhkan mereka dan membawa Nona Ha yang duduk di kursi roda dalam keadaan tidak sadar.

Sunny pun ikut membawa Nona Ha bersama Na Wang Shik.

***

Mak Lampir berkata pada So Jin dan Hyuk. “Baru-baru ini terjadi banyak insiden di istana. Kini akhirnya semuanya makin stabil. Btw, apakah kamu kurang sehat?” Ibu Suri tanya pada Hyuk.

“Aku baik-baik saja. tidurku hanya tidak nyenyak semalam.”

So Jin berkata. “Sepertinya suasana hati Ibu sedang bagus. Apa karena wanita jalang, Min Yu Ra, Sudah pergi?”

“Untuk apa menyebut namanya? dia bahkan tidak pernah di sini. Ibu juga sudah melupakan dia.”

Sunny tiba-tiba muncul.

“Apa yang membuat kamu ke mari, Permaisuri?”

“Ada yang ingin aku sampaikan. Ibu Suri. Aku diberitahu bahwa Ibu di sini.”

“Aku sedang minum teh bersama keluargaku. Jika ingin menemuiku, datanglah ke kamarku nanti.”

“Sebenarnya semuanya sudah terungkap. Karena semuanya ada di sini, aku akan menyampaikannya di sini. aku akhirnya menemukan bukti bahwa aku tidak membunuh nenek.”

“Masalah ini lagi? Kami menerimamu karena kamu akan diam.” Ucap Hyuk. “Kamu sudah melupakan itu?”

“Aku harus mengungkapkan kebenaran. Aku pernah mengatakan ini. aku akan pergi setelah membersihkan namaku. Semua orang meyakini bahwa aku membunuh nenek.”

“Tidak ada bukti yang membuktikan sebaliknya.” Ucap Mak Lampir. “Mau bagaimana lagi?”

“Tidak. Aku punya bukti. Saksi yang akan membuktikan bahwa aku tidak bersalah. Dan mengatakan siapa pembunuh yang sebenarnya.”

“Aneh sekali.” Ucap Mak lampir.

“Aku saksinya.” Nona Ha tbtb muncul.

“Di hari kematian nenek, dia juga memakan gimbap yang kusiapkan untuk nenek.” Ucap Sunny.

“Kamu pelayan istana yang melayani nenek, yang mendadak hilang itu?” Tanya So Jin. “Bagaimana Permaisuri bisa menemukan dia?”

“Aku diberitahu bahwa racun yang ditemkan di jasad nenek sangatlah mematikan. Tapi pelayan ini masih hidup. ini bukti bahwa aku tidak membunuh nenek.”

Nona Han bicara. “Saat aku menemui Ibu Suri dan memberitahu hal ini, dia menyekapku di ruang rahasia dan berniat untuk membunuhku. Aku memang salah karena meminta uang, tapi dia…”

Mak Lampir menggebrak meja. “Diam! Beraninya kamu berbohong. Permaisuri, kamu akan mengguncang istana berdasarkan pernyataan dari orang gila itu? karena kamu melanggar janjimu, pergilah dari istana ini.”

“Aku pun tidak mempercayainya sebelum melihatnya sendiri.”

“Apa?”

Sunny menyalakan proyektor dan memperlihatkan video. Video berisi Mak Lampir yang terburu-buru keluar dari kamar nenek dan membawa baju nenek.

“Ibu benar-benar pelakunya? Ibu membunuh nenek?” Ucap So Jin.

“Katakan yang sebenarnya, apa Ibu meracuni nenek dan meracuni gimbap yang kubuat dan menjebakku atas pembunuhan itu?” Ucap Sunny.

“tidak!!! Sejak kapan aku harus mendengarkan tuduhan konyol itu. Nona Usir dia dari istana.”

Baru 3 langkan nona Choi ada Ijah muncul. “Dia mengatakan yang sebenarnya.”

Yu Ra muncul dengan pakaian hitam. Ia membuka topinya. “Ibu Suri menambahkan racun di dalam gimbap buatan Permaisuri. Hari itu, aku dengan jelas menyaksikannya.”

“Tutup mulutmu, pikirmu nyamamu ada berapa?” Mak Lampir marah.

Sunny lanjut bicara. “Sekarang, katakan yang sebenarnya, Yang Mulia.”

Semua terdiam….

Bersambung…klik di sini kelanjutnnya.

2 thoughts on “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 26 Part 2

  • 04/01/2019 at 5:57 pm
    Permalink

    Wow….
    Bakalan seru nih…..

    Reply
  • 25/02/2019 at 3:19 pm
    Permalink

    Bahasa mimin nya lucuu, ngakakkk suneo ijah dll hahahhaa

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!