Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 28 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 28 Part 1

Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya ada di tulisan yang ini. apabila kamu tidak bisa melihat foto dalam tampilan halaman. Maka disarankan kamu menggunakan app Chrome untuk mengakses blog ini. terima kasih.

Ari menari dan bermain karet. Karet di pegangi oleh pegawai. Sementara Sunny masih memandangi lukisan dari nenek. Ari yang selalu haus perhatian orang lain, membuat karet yang dipegang pegawai terlepas dan melukai kakinya.

“Putri Ari tidak apa-apa?” Tanya Sunny yang melihat Ari kesakitan.

“Sakit oma mama. Sakit sekali.”

Pengasuh minta maaf. “Maafkan aku, Yang Mulia.. aku sungguh menyesal. Anda baik-baik saja? apa rasanya sakit sekali? Mau aku ambilkan salep?”

Ari marah.”Kamu seharusnya memegangnya dengan benar. Apa yang kamu lakukan? Yak…. kamu sengaja melakukannya bukan?”

“Tidak. Untuk apa? Anda tiba-tiba menariknya.”

“Apa? Lantas kenapa? maksudmu ini kesalahanku? Aku seorang Putri!!!”

“Gungju, kamu menarik talinya?” Tanya Sunny.

“Itu… tidak juga. Meski aku menariknya, jika kamu memegang erat, aku tidak mungkin terluka.”

“Gungju mama tiba-tiba menariknya, tanganku tidak bisa…” dan tangan pengasuh terlihat merah-merah.

“Gungju, minta maaflah pada pelayan istana.” Ucap Sunny.

“Bagaimana seorang putri meminta maaf kepada pelayan istana, oma mama?”

“Sudah sewajarnya minta maaf saat kamu melakukan kesalahan.Ari Gungju, minta maaf kepadanya sekarang juga.”

“Tidak, Permaisuri, aku tidak butuh permohonan maaf.”

“Sekarang.”

Ari setengah hati. “Mian. Pegang dengan becus talinya lain kali.”

“Gungju, kamu sama sekali tidak merasa menyesal ya? jika kamu tidak menyesali atau mengakui kesalahanmu, ibu akan menghukummu dengan cara Ibu sendiri.” Sunny bicara pada pengasuh. “Kamu tidak boleh memaafkannya sampai kamu merasa Gungju tulus.”

Ari mau menangis. “Oma mama….”

***

Di luar kamar Sunny. Ari berkata pada pengasuhnya. “Aku sangat menyesal. Ambil uang ini dan bersihkan namaku atas kejadian tadi.”

“Jika ini permohonan maaf, aku juga tidak membutuhkannya.”

Kini Ari membawa sekotak perhiasan. “Yak… pilih salah satu dari peti ini. semuanya lebih mahal daripada upah tahunanmu. Jadi, terimalah permohonanku sekarang!!!”

“Aku tidak mau, Yang Mulia.”

“Kamu mau menukar hidupmu dengan ini? ahhh Gungju Mama benar, mereka yang kurang mampu sering tidak tahu diri. Itu konyol.”

Pengasuh menangis mendengar ucapan Ari. Dan Sunny melihat semua.

“Ari Gungju. Ikut aku.”

Ari masuk ke kamar Sunny. Ia dipukuli kakinya dengan rotan.

“Apa kesalahanmu? Apa kesalahanmu Gungju.”

Ari menangis. “Aku sungguh tidak tahu. Aku hanya melakukan yang diajarkan. Putri So Jin dan pengasuhku*Kang Hee mengajariku untuk tidak tunduk kepada para pelayanku. Aku diajarkan bahwa uang bisa menyelesaikan segalanya. Apa kesalahanku?”

Ari menangis dan digendong. Ia ditaruh di kasur oleh Sunny.

“Cara meminta maaf bukan seperti itu. uang pun bukan segalanya. Minta maaf adalah menyesali perbuatan yang salah kepada orang lain.”

“Maafkan aku Omma. Kalau begitu, Omma akan menerima permohonan maafku, bukan?”

“Aigooo… Putriku, kamu masih harus banyak belajar. Aku harus bagaimana denganmu?” Sunny menyeka air mata Gungju. “Biar aku lihat, apakah sakit?” Sunny melihat kaki Ari dan meniupinya, “Cepat sembuh…”

Di luar ruangan. Kang Hee melihatnya dengan marah.

***

Hyuk mondar-mandir kayak angkot sepi job. Ia menggu telpon. Telpon mucul dari NWS palsu.

“Astagaa…kamu lagi. Yang berusaha untuk kabur dari semua ini. sebelum mati, kamu tidak akan bisa hidup dengan tenang. Aku akan membuatmu mati tersiksa. Di mana jasad Ibuku?” Suara dari rekaman yang diputar Pak Byun.

“Aku tidak tahu. Tanyakan sendiri pada kekasihmu Ijah.” Hyuk kemudian melempar ponselnya.

“Kampret Ijah belum bicara?” Tanya Hyuk pada Bin.

“Dia makin menyebalkan. Dia tidak mau memberitahuku. Bagaimana kalau anda bersepakat dengannya?”

“Bersepakat dengan Ijah? Aku ingin membunuhnya jika bisa. Untuk apa aku bersepakat dengannya?”

“Seperti bagaimana Ijah memanfaatkan anda, anda bisa memanfaatkan dan membuangnya kelak. Serta, untuk mencari semua porselen dan emas batangan yang dia ambil, membunuhnya sekarang akan merugikan anda. Untuk sekarang, kita sebaliknya menuruti keinginannya.”

***

Hel Ro memberikan pengumuman di rapat. “menurut publik, acara itu berguna dalam menyebarkan sejarah ratusan tahun keluarga kekaisaran dan mendorong klien muda kita, serta masa depan perusahaan kita. Khususnya, konser ini diterima dengan baik. Ini rancangannya untuk pers.”

Hel Ro memberikan data pada So Jin. So Jin sangat senang. “SEMPURNA!!! Sudah aku duga ide Nona Oh, akan membuat publik setuju.”

Semua tepuk tangan. Tapi di bayangan Hel Ro ada Yoon.

Kilas baik saat Yoon pamit. “Aku harus pergi.”

Hel Ro marah. Ia tiba-tiba berdiri. “Tidak akan aku biarkan ini terjadi.”

***

Hel Ro mewawancari calon pekerja paruh waktu di resto ayah.

“Kamu sudah sering bekerja paruh waktu?” Bicara Hel Ro manis sekali.

“Tentu saja. aku akan berusaha keras.”

Tbtb ada Yoon masuk.

“Aigo… tapi kamu terlalu tampan.” Ucap Hel Ro. “Aku yakin penjualan kami akan meroket sekarang.”

“Sajangnim pun sangat cantik.”

Yoon cemburu dan mengerik papan ketik resto dengan asal-asalan sampai membuat suara gaduh.

“Bisa pelan-pelan saja Mr. Lee?” Tanya Hel Ro.

Hel Ro kembali bicara pada calon pegawai. “Btw, kamu bisa menjadi model hanya dengan memakai celemek. Senang bertemu denganmu, aku akan menelponmu.”

“Kamu bisa menelponku meski aku tidak diterima kerja.” Lelaki itu pergi.

Hel Ro keluar resto dan menempelkan selebaran menerima pekerja. Yoon mengikutinya dan malah melepaskan selebaran yang Hel Ro tempel.

Hingga Yoon ketahuan. “KENA KAMU!!” Ucap Hel Ro.

“Hel Ro Sshi…”

“Sudah kuduga. Mr. Lee kenapa kamu mencopot selebaran yang aku tempel?”

“Aku tidak bermaksud mencopotnya. Kamu bisa saja menerima orang yang datang untuk wawancara tadi. Untuk apa berkeliling dan menempelkan ini. sepertinya kalian berdua cukup akrab.”

“Omo. Kamu lihat dia? dia sangat tampan dan keren bukan? Sekilas, dia seperti model.”

“Kamu menyukai semua pria?”

“Tidak. Hanya kamu yang kusukai.” KUSUKA CEWEK PEMBERANI!!! HAJAR… JANGAN KASIH KENDOR.

“Apa?”

“Aku sudah memberitahumu. Kubilang aku menyukaimu. Tidak bisakah kamu bersikap jujur? Aku juga tahu kamu menyukaiku. Itulah yang membuatmu marah dan cemburu? Kenapa kamu membuat semuanya menjadi rumit. Jika menyukai seseorang, jangan menyangkalnya.”

Yoon mencium Hel Ro.

*kilas baliknya. Lelaki tadi memang model yang disewa oleh Hel Ro untuk membuat Yoon cemburu.

Ciuman pun makin dalam.

***

Di RSJ. Bin menarik Yu Ra. “Aku mengeluarkanmu dari sini, katakan di mana jasadnya. Di mana Ibu Na Wang Shik?”

“Kaisar akan mengizinkanku kembali ke istana bukan?”

“Jangan coba-coba menipuku sekarang. katakan!!!”

“Jika NWS tahu, dia tidak akan tinggal diam. Kamu siap? Aku membuang jasadnya di sungai di sebuah jembatan. Mungkin di sekitar pilar jembatan itu. akan sulit mencari jasadnya karena tertutup oleh sampah.”

Bin langsung lari pergi.

***

Hyuk mendatangi Emaknya Ari.

“Kamu ingin mendiskusikan apa mengenai Ari Gungju?”

“Begini… ini sangat menjengkelkan. Permaisuri mencambuk ari.”

“Untuk apa dia melakukannya?”

“Gungju dicambuk karena ada pelayan yang ceroboh. Dia hanya memercayai pelayan itu. bukan hanya membuat ari meminta maaf, tapi dia pun menggunakan tongkatnya. Teganya dia memukul gadis kecil seperti ari.”

Hyuk menuang minol di gelas. Penyihir masih bicara. “Karena marah, aku memintanya untuk tidak melakukan itu lagi, tapi aku diusir setelah dia memarahiku. Dia bilang aku bahkan bukan seorang Ibu bagi Ari.”

Ratuuuuuu FITNAAAAAAHHH…

Hyuk menenggak minumannya. Seo mendekati Hyuk dan nyender padanya. “Aku sedih sekali.”

“Kamu tahu yang paling kusesali dalam hidup?” Tanya Hyuk.

“Apa Yang Mulia?”

“Menyentuhmu 7 tahun lalu. Kamu bukan perempuan bagiku. Baik saat itu maupun saat ini. dan tidak akan pernah.” Wkwkwkkwkwkw…. cian.

Hyuk akan pergi. Seo mencegahnya. “Peya… bisakah kamu mengasihaniku?”

“Kamu Ibu kandung Ari. Hidupmu sebatas itu.”

Saat Hyuk pergi. Seo sangat geram.

“Kamu akan menyesal karena merendahkanku seperti ini. lihat saja, aku tahu lebih banyak daripada yang kamu kira.”

Kilas balik.

Seo masuk ke kamar nenek. Saat itu nenek pergi ke WC *KAYAKNYA. Seo membaca kertas di meja yang ditulis nenek. Mendengar ada yang masuk. Seo bersembunyi.

Jadi. Seo melihat Hyuk menggunakan tusuk konde untuk menusuk nenek. Bahkan perkelahian pun ia lihat.

Seo masih ngomong sendiri. “Aku melihat semuanya, Yang Mulia. Jika kamu melakukan ini, kita harus bermusuhan.”

***

Hyuk melihat Timun Suri dengan seorang perempuan *tamu… kemudian tamu itu pergi. Hyuk mendekati Emaknya.

“Apa yang terjadi? Ibu kedatangan tamu?”

“Bukan apa-apa. Btw, kamu sudah menyingkirkan Ijah?”

“Tentu saja. aku sudah mengurusnya. Tenang saja.”

“Kalau begitu, kamu tinggal menyingkirkan Oh Sunny.”

“Apa?”

“Dia menjebak ibumu atas pembunuhan. Kita tidak bisa tinggal diam.”

“Percaya saja kepada Kepala Chun. Sepertinya dia menjalankannya sesuai rencana. Sebaiknya Ibu tidak terlibat. Para pekerja istana sudah menganggap Ibu pembunuhnya.”

“Ibu tidak pernah bilang akan membunuh Permasuri. Tidak usah terlalu terkejut. Lihat saja yang akan ibumu lakukan.”

Klik di sini kelanjutannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *