Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 30 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 30 Part 1

Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

“Apa kamu tidak ingin makan dengan ibumu lagi?” Tanya Mak Lampir pada Suneo yang sibuk kerja.

“Aku tidak nafsu makan, jadi kembalilah.” Minum kurkuma plus dong Suneo….

Dayang Choi diberikan aba-aba untuk keluar. Mak Suri lanjut ngomong. “Aku dengar kamu memerintahkan untuk mendekorasi ulang kamar Permaisuri. Apa yang kamu pikirkan? Kamu sedang tidak jatuh cinta kepadanya bukan? Jika kamu membutuhkan seorang wanita, aku akan mengirimmu beberapa.”

“Jangan bicara begitu.”

Di luar terjadi keributan. Yoon tiba-tiba masuk ruangan.

“Siapa yang membiarkannya masuk?” Ucap Hyuk. “SINGKIRKAN DIA SEGERA!!”

Yoon langsung bicara saat penjaga datang. “Suruh mereka pergi jika tidak berkeberatan semua orang mendengarnya.”

Mak Lampir meminta dua penjaga pergi.

“Apa-apaan kamu ini?”

“Aku sudah muak dengan Ibu dan Peya. Kalian tidak layak dipanggil manusia.”

“Jaga lambemu!!! Apa kamu pikir kamu akan menjadi Putra Mahkota selamanya?” Ucap Hyuk sambil nunjuk.

“Ketika kamu terluka 10 tahun yang lalu, seharusnya aku saja yang mewarisi tahta. Seperti yang diinginkan ayah!”

“YOON…”

“Apakah kamu tahu siapa yang mati untuk menyelamatkanmu saat itu? setelah mencuri hidup orang lain itu, untuk mengambil tahta! BAGAIMANA KAMU BISA MEMBUNUH PERMAISURI?” Yoon marah sambil berkaca-kaca.

Hyuk mencengkeram kerah Yoon. “Apa yang kamu bicarakan brengsek?”

“Jelaskan agar kita bisa paham dan pergilah.” Mak Lampir agak lemot nih. Jangan-jangan otaknya satu sendok teh kayak mimin.

“Darah yang kamu curi Mak, untuk menyelamatlan Peya seharusnya untuk Ibu Permaisuri.”

“APA?”

“APA?”

“Kamu menyelamatkan kaisar dengan darah yang harus diberikan kepada Ibu Permaisuri. Itu sebabnya dia meninggal. Karena kalian berdua!”

“Oma Mama… Si Brengsek ini…” Hyuk tersenyum bingung. “Apakah semua benar?” Hyuk mulai diam.

“Aku yakin kamu tahu bahwa aku melakukan semua yang aku bisa untuk menyelamatkan hidupmu Peya.”

“Aku bertanya apakah itu benar?”

“Aku tidak ingat dengan jelas, tapi itu terdengar tidak asing. Tapi apakah itu penting? Orang-orang seperti itu harus dikorbankan, untuk menjaga keluarga kekaisaran. Kenapa kamu begitu kesal karena masalah yang kecil?

Yoon masih berkaca-kaca. “Bagaimana… bagaimana Oma mama bisa seperti ini? kupikir kamu seharusnya merasa bersalah?”

“Bersalah? Apa kesalahan yang telah aku perbuat? Berhenti membuat masalah dan keluarlah. Selama Oh Sunny dan keluarganya tidak tahu, tidak apa-apa. Tidak ada yang berubah, itu tidak masalah.”

“Tidak! Mereka harus tahu. Itu tidak bisa dirahasikan selamanya.” Ucap Yoon.

“Apa kamu mau menjadi pahlawan atau sesuatu? Apa yang bisa Permaisuri  lakukan jika tahu? Dia hanya akan merengek untuk mendapatkan sedikit uang dari kami. Itulah yang kamu inginkan? Ahh Pecundang, tindakkanmu tidak berguna, apakah kamu tidak mengerti? Kamu menginginkanku untuk mengakuimu?”

Mak Lampir nyelonong pergi.

Hyuk bengong aja di kursinya.

***

Sunny ke rumah kaca.  Ia mencoba membuka pintu rahasia. Dan ternyata buku dari So Hyun bisa digunakan untuk membuka  pintu. Macem kartu kunci yang bisa buat buka pintu hotel aja nih…

Sunny sudah masuk tapi keluar lagi karena mendengarkan suara sepatu kuda milik Nona Choi dan Mak Suri. Ternyata dua orang ini masuk. Sunny bersembunyi kemudian lari ke kamarnya.

Saat Sunny berlari. Hyuk memandangnya dari jauh.

***

Sunny makan mie instan. Hyuk hanya melihatnya dari jendela. “Aku tidak tahu. Itu bukan salahku. Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Bukan salahku, jika nasib ibunya yang mati muda. Jika hanya ada satu yang hidup, maka wajar jika aku yang hidup. yaaa… permisuri dan aku bernasib buruk. Kita seharusnya tidak pernah bertemu. Semuanya berantakkan setelah kita bertemu.”

Muke Suneo lemes banget. Kayak garpu popmie yang mudah “klek” saat digunakan.

***

Yoon memberikan novel pada Bin. “Berikan ini pada Permaisuri. Katakan kepadanya aku minta maaf karena sudah terlambat.”

***

Mak Lampir ngomong pada Jalang Seo Kang Hee. “Permaisuri melihat sekeliling kebunku?”

“Saya pikir dia sedang mencari bunga pada awalnya. Tapi bukan itu. dia terlihat seperti mencari sesuatu. Seperti Permaisuri So Hyun.”

“Ah kampret. Beraninya dia mengacau kebunku. Aku tidak bisa tinggal diam. Aku harus memulai rencana itu.”

***

“Aku? jadi duta sampo lain? Menjalankan bazaar keluarga kekasiaran?” Ucap Sunny saat pertemuan keluarga.

“Bukannya Oma Mama yang selalu menjalankannya?” Ucap So Jin.

“Apa yang kamu lakukan selama ini? kenapa kamu kembali ke istana, Permaisuri? Kamu bilang akan membantu keluarga kekaisaran. Tapi yang kamu lakukan hanya membuat kekacauan. Berapa lama lagi aku harus bersabar? Kamu merasa tidak malu? Menjadi permaisuri yang tidak melakukan apa-apa? Jadi, jalankan bazaar dan setidaknya kamu pura-pura melakukan sesuatu. Peya akan membantu.”

“Ya. Yang Mulia, aku akan melakukannya seperti yang anda perintahkan.”

Mak Lampir lanjut bicara. “Aku yakin kalian semua sudah memikirkan barang untuk pasar lelang? Nona Choi buka itu.”

Nona Choi membuka penutup lukisan. “Ini dilukis oleh Ibu Suri sendiri.”lukisannya jelek… wkwkw.

Sunny hanya mengangguk. “Baik. Aku akan bekerja keras untuk menjualanya.”

“Aku dengar Ari Gungju ada pemotretan sebelum bazaar? Orang-orang ingin melihat ayah dan anak perempuan yang hangat, jadi berikan apa yang mereka inginkan.” Ucap Mak Lampir pada Hyuk.

Ari bersemangat. “Aku juga sangat bersemangat, Nenek.”

Peya curi pandang ke Sunny. Sunnya yang merasa malah memandang Mak Lampir. Mak lampir malah memandang Peya. Wkwkwkkw…. ini kok kayak MLM gini…

***

Di koridor, Mak Lampir ketemu sama Jalang Seo dan mereka saling memberikan kode.

Peya masuk ke kantornya. Di dalam ada Nona Choi.

“Ada apa kamu di sini?”

“Teo Mama memilih pakaian untuk hari ini, jadi saya meninggalkannya di sini. permisi.”

Hyuk duduk di kursinya dan melihat jadwal bazaar Sunny.

***

Sunny memakai syal merah dari Bin. “Yang Mulia, apakah anda siap untuk pergi?”

“Ya. aku datang.” Sunny membuka pintu dan Bin tepat di hadapannya sambil tersenyum dan memamerkan hansaplast motif di jarinya. yaelahhh… ya kalik mereknya itu.

“Anda membuka pintu rahasia?” Tanya Bin.

“Aku menemukan kuncinya dalam buku harian Permaisuri So Hyun. aku akan pergi ke sana malam ini.”

“Anda harus berhati-hati. Aku akan menemani. Tidak akan ada yang terjadi di bazaar bukan? Dia tiba-tiba mengubah sponsor acara tersebut. Ibu Suri tidak hadir, itu membuatku cemas.”

“Tapi Hyuk akan hadir. Semuanya akan baik-baik saja. seberapa banyak yang bisa mereka lakukan? Mereka tidak akan melakukan apapun di acara kekaisaran dengan Peya. Bagaimana dengan Hyuk?”

“Dia akan langsung pergi ke acara tersebut dari studio pemotretan.”

“Baik. Kalau begitu ayo pergi.”

***

Sunny sudah ada di acara lelang. Hyuk tidak datang juga.

Bin menelpon. “Apa yang sedang terjadi? Bagaimana bisa? Kenapa dia masih di pemotretan?”

Hyuk kaku banget kayak kanebo kering  pas difoto.  “Peya, bisakah terlihat lebih sayang?” Ucap Kang Poto.

Peya geser satu langkah dekat Ari.

Peya pakai topi kelinci. Wkwkwkwkwkk…. itu yang ditarik bisa berdiri telinganya.

lanjut ke part 2 sob….. klik di sini.

You May Also Like

3 Comments

  1. Sukaaa bgt baca sinopsis disini, komen2 mimin lucu bgt jd tmbh semangka eh semangaat bacanyaa..wkwkwk
    Lanjuuttt kk😄😄

  2. Juuuarang binggo lihat filmnyaa
    So, selalu baca di sini, habisnya Lutccuu siihh
    Saia syuk saia syuka
    😍😍😍

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!