Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 38 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 38 Part 1

Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Bin menghadap Ibu Suri.

“Hari ini?”

“Aku tidak sabar menunggu. Bisakah kamu memancing Permaisuri keluar?”

“Jangan khawatir.”

“Kamu nampak percaya diri. Kalau begitu, bawa Oh Sunny dari istana malam ini. permaisuri melarikan diri dengan seorang pengawal di tengah malam. Paparazzi akan mengambil foto tanpa sengaja dan menunjukkan pada semua orang.”

“Baik.”

“Kami akan mengatakan Permaisuri yang menyukaimu, jadi, kamu tidak dirugikan. Setelah ini selesai, kami akan mengurusmu.”

“Aku hanya memikirkan untuk menyelesaikan misiku saat ini.” Bin memberi salam kemudian pergi.

***

Nona Choi menghadap Ibu Suri.

“Apakah anda yakin, yang mulia? Anda mempercayakan kepada kepala Chun hal sepenting ini?”

“Ya… aku tidak bisa berpamitan dengannya. Aku tidak akan melihatnya lagi.”

“Apa anda akan membuangnya juga?”

“Seseorang bisa menjadi musuh kapan saja. seharusnya tak dibiarkan hidup lebih lama, kamu tahu itu prinsipku. Begitulah aku mempertahankan kekuasaan selama ini. jangan memercayai siapapun.”

“Aku tidak mencemaskan itu, Yang Mulia.”

“Malam ini, Oh Sunny dan Chun Woo Bin, harus disingkirkan demi kebaikan.”

***

Di ruang keluarga. Putri Ari mengobrol dengan Dong Shik. “Mama adalah Ibu, Ibu dan mama sama, benar bukan?”

“Ohh.. kamu benar.”

“Berikan aku jus.” Ari pun disuapi jus oleh pelayan. “Srawberry.” Pelayan pun menyuapi lagi.

Melihatnya Dong Shik berkata. “Kamu sungguh nakal dan manja. Kamu seharusnya melakukannya sendiri. atau orang-orang akan mengejekmu dari belakang.”

“Mengejek? Apa artinya?”

Dong Shik kemudian mengambil buah dan memberikannya pada pelayan. “Ya… Coba ini satu.”

Ari heran. “Apa yang kamu lakukan? Bagaimana meraka bisa memakan makanan yang sama aku makan?”

“Kamu harus berbagi apapun itu.”

“Apa itu?”

Kemudian Sunny ikut masuk ke obrolan mereka. “Dong Shik, kamu sangat keren.”

“Aku tidak berusaha terlihat keren. Kita harus hidup seperti itu kata ibuku.”

“Ibumu sungguh hebat. Dong Shik, kamu anak yang luar biasa. Apa ada yang ingin kamu makan? Aku akan membuat semuanya.”

“Aku sudah kenyang sekarang. kita seharusnya tidak membuang makanan. Terima kasih sudah baik denganku.”

Jalang Seo datang. “Gungju Mama, ayo ikut denganku.”

Ari pun ikut Mak Seo dengan kesal.

***

Ari masuk ke kelas belajar privatenya.

“hari ini kita akan membahas tentang penghapusan….” *bule ngomong.

Sebelumnya begini.

“Mulai sekarang, kamu tidak punya waktu untuk bermain-main dengan anak kampung itu.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Kamu harus belajar bagaimana menjadi kaisar.

Kembali ke ari dan guru bulenya.

“Bagaimana menurutmu?” kata Bule.

“Kurasa masalah pembangkit listrik tenaga nuklir, harus dihapuskan secara bertahap demi keselamatan bangsa kita.” Dan mbuh… ari ngomong pakai bahasa lain.

“Aku dengar Putri sangat peduli masalah lingkungan….”

Dan yak. Ari nguap aja nggak boleh sama Jalang Seo.

***

Di meja makan. Ari diperlihatkan dan diajari bagaimana caranya makan dengan garpu dan pisau.

Tak cukup itu. Jalang Seo mengambil bubble warp di kamar ari.

“Apa? Itu dari oma mama.” Ucap Ari.

“Kamu tidak boleh bermain dengan ini lagi.”

“Tidak mau. Itu menyenangkan.”

“Kamu harus memikirkan perilakumu saat menjadi kaisar wanita nanti. Berhentilah bermain dengan ini.”

Ari mengambilnya kembali. “Aku bilang berhenti, oma mama yang memberikannya kepadaku, beraninya kamu menyebutnya konyol? Kenapa aku harus membuangnya?”

“Kamu harus bersikap dewasa sekarang. sampai kapan kamu berpikir dia akan selalu berada di sisimu? Jika permaisuri mengandung anak kaisar, maka kamu bukan siapa-siapa bagi dia.”

“Ibuku bukan tipe orang seperti itu. Imo kamu tidak tahu apa-apa.”

“Kamu tidak tahu apa-apa karena masih kecil. Awalnya, dia akan memperlakukanmu sama seperti yang orang-orang lihat. Tapi dia akan memilih anaknya sendiri daripada kamu. begitulah orang akan memperlakukan anak yang bukan anaknya sendiri.”

Ari malah mengingat Sunny yang memuji dong shik.

Kompor terus dinyalakan jalang seo. “Kamu harus menjadi kuat. Kamu tidak boleh terpengaruh oleh perasaanmu terhadap Permaisuri. Bagaimana jika kamu percaya padanya, tapi dia meninggalkanmu? Maka kamu tidak akan menjadi putri atau siapapun di istana ini. kamu mungkin akan dikeluarkan dari istana ini.”

“Apa Ibuku akan….” Ari akan menangis.

***

Chun Woo Bin bicara pada Oh Sunny.

“Ibu Suri berniat mengekspos skandal kita malam ini. aku diperintahkan untuk kabur dari istana bersama anda.”

“Skandal permaisuri dengan seorang pengawal? Dia berniat membuat konspirasi seperti insiden permaisuri So Hyun, permaisuri menggoda pengawal yang muda dan kompeten. Lalu kabur pada malam hari. Itu skenarioranya. Bagaimana pun, aku pernah menjadi aktris. Aku harus memahami peranku sebelum bersandiwara.”

“Kita sudah menduga ini.”

“Dia tidak punya batasan. Berdasarkan kecurigaanku, aku bertanya apakah dia sudah sudah mengubah wasiat TETE MAMA, ternyata ini rencananya.”

“Apa rencana anda?”

“Akan aku buarkan dia membodohiku dan aku akan meladeninya.”

***

Nona Choi memotong kabel mobil yang akan digunakan oleh Sunny dan Bin. Ia juga melepaskan memori di kamera dasbor.

Seperti rencana. Sunny dengan kopernya pergi dengan Bin. Pelayan suruhan Jalang Seo pun memotret mereka.

Tak lama, foto diserahkan pada jalang Seo. Jalang Seo pun memberikan segepok uang. “Bagus.”

Dalam hati Jalang Seo begini. “Kamu akan mengikuti jejak permaisuri So Hyun?”

Saat itu juga dengan jam yang ada kameranya, pelayan itu merekam ulah Jalang Seo.

***

Sunny pergi dengan Bin. Kemudian diikuti oleh mobil di belakangnya. Paparazzi mulai memotret mereka.

Nona Choi melapor pada Mak Suri. “Saat mereka hendak memasuki jalanan luar kota, rem tidak akan berfungsi.”

“Bagaimana dengan pers?”

“Aku sudah mengaturnya.”

“Sayang sekali. Sepasang kekasih akan menjumpai akhir hayat mereka.” Mak Lampir tersenyum.

***

Di jalanan, Sunny dan Bin di kejar-kejar paparazzi. Hingga ada mobil truk di depan mereka yang melintas.

***

Hyuk berkata di ruang keluarga dengan yang lainnya. “ada apa ini sebenarnya.”

Mak Lampir tbtb datang dan berkata. “Nona Choi, nyalakan saluran berita.”

“Di mana permaisuri? Bagaimana dengan Bin-ku?” Tanya So Jin.

Berita begini…

Sekilas informasi. Selagi permaisuri Oh Sunny menikmati hubungan gelap dengan seorang kepala pengawal, dia terlibat aksi kejar-kejaran dengan paparazzi. Mobilnya menabrak tiang listrik. Mobilnya pun terbalik dalam kecelakaaan ini. tampaknya sepasang kekasih ini berniat melarikan diri. Kotak berisi perhiasan mahal dan pakaian ditemukan di lokasi. Saat ini, mereka dalam kondisi kritis.

“Apa-apaan ini? kondisi kritis?” Ucap So Jin. “Urrie Bin, tidak!”

Berita masih berlanjut…

Kami baru saja menerima kabar duka ini, permaisuri yang dilarikan ke rumah saki untuk dirawat tidak bisa diselamatkan. Kami turut berduka. Pengawal yang bersamanya…

Mak Lampir senang, “Aigooo….Permaisuri. Aigoooo…”

Tak lama pers berlarian masuk.

“Apa yang terjadi? Anda sudah mendengar kematian permaisuri?” Tanya wartawan. “Bagaimana perasaan anda? Benarkah Pak Kepala Chun dan Permaisuri berselingkuh? Ini mirip dengan insiden 7 tahun lalu. Bagaimana mungkin dua permaisuri menjalin hubungan dengan pengawal?”

Mak Lampir berkata. “Jaga ucapanmu. Ada pendapat bahwa Kaisar adalah masalahnya. Itu pun membuat kami syok. Aku tetua di keluarga kekaisaran, tapi gagal mengayomi permaisuri.aku yakin aku pun turut bersalah. Tapi bukan berarti aku tidak akan menindak hubungan gelap permaisuri. Pasti masyarakat sangat syok. Fakta dibalik hubungan gelapnya harus diungkap ke media massa. Permaisuri Oh Sunny, adalah istri dan menantu yang jahat selama mendiami istana. Dia adalah permaisuri yang tidak bermartabat dan berperilaku vulgar.”

Sunny dan Bin muncul.

“Kenapa… kenapa kalian berdua…” Mak kaget.

“Para reporter, terima kasih atas layanan kalian.” Ucap Hyuk.

“Peya….”

“Anda terkejut? Anda pikir aku mati, tapi aku masih hidup dan sehat. Maaf karena membuat Ibu kecewa.” Ucap Sunny.

“Apa maksudmu? Aku mengatakan itu karena menonton berita itu. berita dengan jelas memberikan kabar bahwa kalian mengalami kecelakaan dan meninggal. Bagaimana mungkin…”

“Buka pintunya.” Ucap Hyuk. pintu dibuka. Dan keluarlah pembaca berita yang tadinya ada di TV, ia memberikan hormat.

“Maksud kalian, semua ini perangkap? Untuk menipuku?”

Lanjut ke bagian 2 yya. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *