Sinopsis Golden Garden Episode 12 Part 1

Sinopsis Golden Garden Episode 12 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih guys sebelumnya. Pindah ke sini yaa untuk seterusnya sampai sekuat-kuatnya saya buat sinop. Wkwkwk.

Menurut penyelidikan detektif dan obrolan Ki Young dan Pil Seung, ponsel Supir Lee ditemukan di tong sampah gedung I&K. Pil Seung pun makin curiga ada hubungan antara Direktur I&K dengan Supir Lee.

***

Supir Lee di rumah sakit menggambar Mid Eun. “Siapa dia?” tanya Dokter. “Tampaknya seperti anak kecil. Kamu ingat sesuatu?”

Supir Lee malah menangis tersedu sedan.

****

Joon Ki sakit di rumahnya, ia mencoba mengingat ponsel Lee Sung Wook dan ponsel itu seingatnya diambil oleh Sabina.

Sabina pun menjenguk Joon Ki.

“Apa yang terjadi?” Tanya Sabina.

*Ibu Joon Ki sendiri marah di depan suaminya karena dialah yang mengizinkan Sabina untuk masuk ke rumahnya. Ibu Jin, Tuan Choi dan Nona Han pun mulai sadar kalau kejadian Joon Ki yang mengaku menabrak rusa besar, saat itu, Joon Ki bersama dengan Sabina.

***

Kembali ke sabina dan Joon Ki.

“Jangan khawatir, polisi hanya mengambil ponselnya. Jika mereka mencurigaimu, kantormu pasti sudah digeledah dan kamu dibawa ke kantor polisi.”

“Lantas, bagaimana ponsel itu bisa berakhir di truk sampah? Yang ada di perusahaan kami?”

“Awalnya aku juga terkejut. Aku penasaran apakah Lee Sung Wook masih hidup. Tapi, kemudian aku sadar. Semuanya hanya kebetulan. Truk sampah itu datang dari Galeri Callas ke gedung kantormu. Ponsel yang dibuang di dekat lokasi diambil oleh tukang sampah dan akhirnya sampai ke sana.”

“Tapi kamu mengambil ponselnya.”

“Kamu tidak ingat? kita kesulitan memindahkannya? Aku pasti menjatuhkannya saat itu. Anehnya, ponsel itu tidak ada saat aku pulang.”

“Kalau begitu, apa itu kebetulan?”

“Ya. Sudah kubilang. Keberuntungan ada di pihak kita. Ini tidak akan pernah terungkap. Jadi, jangan khawatir. Meskipun kasus itu terekspos, buktinya sudah lenyap. Jadi, kita sudah mengurus ini dengan sempurna.”

“Aku ingin memutar kembali waktu. andai tahu akan sesulit ini. aku akan menyerahkan diri.”

“Ahh kamu sendiri yang mempersulitnya. Berhentilah mengatakan hal bodoh. Pikirkan saja masa depan kita. Hanya itu yang harus kita lakukan.”

****

Ibu Jin melihat video pengakuan sabina yang menonton bioskop mobil dengan Joon Ki.

“Itu disiarkan sehari setelahnya.” Ucap Nona Han. “Tapi tiketnya dari saat itu…”

Tuan Choi berkata. “Dengan kata lain, jika suatu hari kecelakaan itu menjadi masalah, hanya sabina yang bisa membuktikan alibi Joon Ki.”

“Katamu dia menabrak rusa besar. Maksud ucapanmu tadi…”

“Ini kekhawatiran tidak berdasar. Aku yakin itu tidak berdasar. Tapi bukankah ini keahlianmu? Menyiapkan semuanya lebih awal? Jika kamu seragu itu, kita harus membuat Sabina memihak kita selamanya. Jadi, menjadikan dia musuh, kita akan mendapat masalah saat dia angkat bicara.”

“Kamu ingin aku menikahkan Joon Ki dengannya karena takut akan hal itu?” Tanya Ibu Jin.

“Selama kamu tidak mencari masa laluya, Joon Ki cocok dengan sabina.” Ucap Choi.

“Tidak. Aku muak membayangkan harus mengikuti permainannya.”

“Lantas, bagaimana dengan Joon Ki? Joon Ki anak tunggal kita.”

“Jika dia melakukan kejahatan, dia harus membayarnya. Apa lagi?” Nona Jin pun pergi.

***

Nona Jin keluar rumah dan melihat anaknya sedang pacaran di taman.

****

Di kedai, nenek sedang galau karena hari ini adalah hari kematian putra dan putrinya.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!