Sinopsis Golden Garden Episode 13 Part 2

Sinopsis Golden Garden Episode 13 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa.. terima kasih. Cha Pil Seung malah masuk ke dalam rumah. Eun Dong Ju pun mengikutinya.

“Ceritakan detailnya. Kenapa hanya orang-orang itu yang tahu?”

“Apa kamu tahu siapa penulis lagu itu?”

“Siapa memangnya?”

**

Kilas balik.

Ayah pil seung selesai dengan not baloknya. “Selesai. Pil Seung, kamu bisa menyanyikannya?”

“Ya.” Ayah pun mulai memetik gitar dan anaknya menyanyi.

**

“Ayahmu menulisnya? Maksudmu, ayahmu yang meninggal saat usiamu 7 tahun?”

“Dia menambah melodi itu ke puisi yang disukainya.”

“Apa ayahmu penyanyi?”

“Bukan. Dia punya tujuan. Kamu tahu apa itu MS? MS singkatan dari multiple sclerosis, penyakit langka.”

“Aasssiihh, bagaimana aku tahu?”

“Lupakan deh. Kenapa juga aku bicara dengan orang bodoh.”

“Ayolah. Jelaskan. Aku penasaran.”

“Ayahku satu-satunya ahli penyakit itu.”

“Kalau begitu, apa dia dokter? Ohhh kamu dari keluarga kaya. Lalu?”

“Asosiasi suporter MS pertama didirikan. Jadi, dia menulis itu dan bernyanyi di perkemahan. Kamu mengerti sekarang?”

“Jadi, perkemahan tersebut disebut Golden Garden festival kunang-kunang?”

“Benar sekali. Aah kamu tidak sebodoh itu.”

“Aissshh… btw, bagaimana dia bisa meninggal?”

“Dalam perjalanan pulang dari kemah. Kami mengalami kecelakaan tabrak lari. Kedua orang tuaku meninggal di TKP. Aku menjadi detektif untuk menemukan sopir itu. Karena kamu menyanyikan itu, aku mencurigaimu.”

“Astagaaa… sama sekali tidak. Aku terlalu muda untuk mengemudi. Sampai sekarang pun aku belum punya SIM. Aku tidak pandai membaca arah dan mudah takut.”

“Aku hanya bercanda. Jangan memasak malam ini. bawa anak-anak ke tempatku.”

“Kenapa? Apa ini hari istimewa?”

“Ini harinya. Hari kecelakaan itu.”

***

Mi Ju membantu memasak di rumah nenek pada hari kematian orang tua Cha Pil Seung.

Eehh Ki Young malah bicara pada Mi Ju begini. “Kamu harus berhenti datang ke sini.”

“Apa? Kamu tetap di sini berkat Detektif Cha. Siapa kamu sampai berhak mengatakan itu?”

“Kalau begitu, berhentilah menimbulkan masalah.”

“Apa yang kulakukan? Aku memberi semangat nenek. Apa itu menyebabkan masalah?”

“Kamu tahu ini hari apa?”

“Tentu saja. Ini hari peringatan kematian suaminya.”

“Hari ini adalah hari kematian putra dan menantunya karena kecelakaan.”

“Astagaaa… kamu serius?”

“Dia biasanya terbaring selama tiga hari di waktu itu. Apa kamu harus mempersulit dia? Bagaimana bisa seorang wanita seperti itu.”

“Seperti apa?”

“Seperti itu.”

“Seperti apa?”

“Vulgar!!!”

Ki Yong pun pergi. Mi Ju pun sangat kesal.

***

Sarang dan Mid Eun pun makan bersama keluarga Cha. Kemudian Sarang pengen eek dan diantarkan oleh Eun Dong Ju ke WC.

Kemudian Sekretaris Han bertanya pada Pil Seung. “Pil Seung kamu mimpi buruk? Kamu selalu mengalaminya sekitar waktu ini.”

“Mimpi buruk seperti apa?” Mi Ju kepo.

“Apalagi? Mimpi kecelakaan mobil yang merenggut nyawa ortunya.” Jawab nenek.

“Omo. Dong Ju juga mengalami mimpi buruk yang sama. Dia mimpi menabrak kendaraan yang besar.”

“Benar. Noona mengalami tadi malam.” Ucap Mid Eun. “Dia berteriak lalu bangun pagi-pagi sekali.”

“Mungkinkah kalian berdua memimpikan mimpi yang sama?” tanya Mi Ju.

“Aku pernah membaca buku. Kamu bisa memimpikan hal yang sama. Jika memiliki pengalaman atau trauma yang sama.” Ucap Ki Young.

“Pengalaman yang sama? Kamu mengalami kecelakaan mobil yang sama?”

“Mustahil. Kecelakaan kami di busan.” Ucap Cha pada Mi Ju.

“Kami juga tinggal di busan. Kami tinggal di aaram, panti asuhan.”

Dong Ju pun datang kembali dari WC dan kemudian ditarik oleh Cha Pil Seung.

****

Nona Han mengikuti Pil Seung yang bicara dengan Eun Dong Ju.

“Aku dengar kamu mengalami mimpi buruk.”

“Itu bukan apa-apa. Aku memimpikan ibuku dan aku berkendara dan kendaraan menabrak kami.”

“Itu saja?”

“Tidak. Setelah itu, mobil itu, benar-benar terbaik.”

“Imo… kamu punya daftar peserta di festival kunang-kunang itu?”

“Tentu saja. Kami mensponsorinya.” Ucap Nona Han.

“Diantara mereka, bisakah kamu mencari Eun Dong Ju?”

“Baiklah.” Nona Han pun pergi.

“Apa yang terjadi? Kenapa kamu menyebutkan namaku?”

“Mungkin, kamu bisa menemukan orangtuamu. Dan aku bisa menemukan pengemudi tabrak lari itu. Kemungkinan kamu putri saksi, atau putri tersangka.”

***

Ibu Jin menemui putranya. “Kamu mengatakan pada Hannah agar datang besokpagi, bukan?”

“Omma. Jika ibu akan menemuinya. Buka hati ibu.”

“Ada yang aneh dengan Sabina. Sepertinya dia menyembunyikan masa lalunya.”

***

Sarang berdandan minta ikut saat Eun Dong Ju mau pergi. “Ibu tidak pernah datang. Ayahku tidak pernah kembali. Unnie tidak akan pernah kembali. Aku akan ikut denganmu.”

“Kenapa semua orang dewasa menyakitimu? Unnie akan kembali apapun yang terjadi.”

***

Sabina dan Emak di parkiran kantor. “I dan K, Orang-orang akan mencuri saat mereka terlalu iri. Sulit dipercaya Ibu di sini.” Dalam hati Emak.

Sabina berkata. “Omma, bisa melakukan dengan baik, bukan? Jangan terluka apa pun yang dia katakan. Jangan mengatakan apa pun yang bisa menjadi kesalahan. Mari bujuk mereka dengan baik.”

“Sabina.. apa kamu tahu apa senjata terbaik untuk membujuk seseorang? Itu kenyataannya. Hari ini, ibu hanya akan mengatakan yang sebenarnya, tentang kejadian 28 tahun lalu. Antara Pimpinan Jin dan ibu. Mungkin wanita itu tidak mengingatnya. Karena saat ibu terpuruk, ibu bertemu dengannya karena dia yang paling berkuasa.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!