Sinopsis Golden Garden Episode 14 Part 1

Sinopsis Golden Garden Episode 14 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih sudah ngikutin sinopsis di sini ya. Eun Dong Ju tidak sengaja bertemu Cha Pil Seung di gedung I&K. Kemudian keduanya bersama-sama menuju tempat Sekretaris Han.

Eun Dong Ju pun masuk ke dalam lift bersama dengan Pil Seung. “Apa sekretaris Han ada di lantai 6?”

“Bukan. Itu ruang arsip. Menurut informasi, di sana ada semua hal tentang Golden Garden, festival kunang-kunang.”

Dong Ju berdoa. “Aku berdoa, agar bisa menemukan orangtuaku. Begitu aku punya daftar tamu. Aku bisa menemukan orangtuaku untuk pertama kali dalam 28 tahun.”

“Tapi jangan terlalu berharap. Ini semua hanya asumsi.”

Lift terbuka. Eun Dong Ju dan Cha Pil Seung keluar. Dan ternyata. Di belakang mereka, nyelip ada Emak dan Sabina.

****

Di dalam lift. Sabina bertanya. “Apa yang terjadi? Kenapa Eun Dong Ju membicarakan Golden Garden? Apa ibu bohong saat ibu bilang dia bukan Eun Dong Ju yang sama?”

“Diamlah. Soal itu tidak penting.”

“Omma. Pria bersamanya adalah detektif. Dia pasti merujuk pada insiden tabrak lari. Apa lagi sekarang?”

“Arsip ada lantai 6?” Emak pun menekan lift lagi.

“Apa yang akan ibu lakukan?”

“Ibu yakin… kamu tahu.”

***

Choi Joon Ki pun mengantarkan Emak pada Ibunya. Sementara itu, Sabina malah turun kembali. Saat masuk. Ibu Jin berkata pada Joon Ki dan Sekretaris Han agar meninggalkan mereka berdua.

“Aku mengundangmu kemari untuk memperjelas beberapa hal. Aku menghargai jawaban jujur.”

“Tentu. Tanyakan saja.”

“Aku sudah menyelidiki putrimu dan bisa membuktikan bahwa dia lulusan universitas amerika dan memulai bisnis kreator kecantikan.”

“Tapi?”

“Aku terus mencari tahu. Tapi tidak ada hasil kehidupannya di korea. Sabina menghindari pertanyaan saat aku menanyakannya. Dia bilang tidak bisa mengingat kenangan yang menyakitkan.”

“Kamu menanyakan perihal kehidupan kami sebelum ke AS?”

“Aku tidak bisa menerima tanpa tahu asal-usulnya? Apakah ini berkaitan dengan ayah kandungnya?”

Emak pun mengeluarkan kalung salib. “apa kamu ingat ini”

***

Sabina masuk ke ruang arsip. Aneh, ruang arsip kok nggak dikunci. Sabina menguncinya dari dalam.

Sekretaris Han, Eun Dong Ju dan Pil Seung akan masuk tapi nggak bisa. Sayangnya, sabina sudah menyobek nama tamu yang berisikan Eun Dong Ju dan Ibunya.

Saat masuk dengan kunci master, Sabina semebunyi dalam keadaan mati lampu dan mencoba keluar. *njir drama apaan ini.

Halaman dilihat. “Menurut meja, daftar tamunya sampai halaman 5. Dan halaman lima hilang.”

“Apa? Ada yang mengambilnya?” tanya Pil Seung.

“Kenapa ada yang mengambilnya padahal bukan data yang penting?” tanya Han.

Kemudian ada bunyi ponsel sabina, merasa ada penyusup. Pil Seung mencari. Sabina berhasil lolos terlebih dahuli sebelum tertangkap.

***

Pil Seung menghampiri sabina.

“Kamu lagi.

“sedang apa kamu di sini?”

“Sabina sshi. Apa itu dia?” tanya Eun Dong Ju pada Cha Pil Seung.

“Ya.” Ucap Cha.

“Sedang apa kalian di sini?”

“Kamu datang dari ruang arsip lantai 6 bukan? Ini sangat penting. Tolong berikan arsip yang kamu mabil. Aku akan memeriksanya.” Eun Dong Ju akan mengambil tas sabina. Sabina pun menolak.

“Sekretaris Han, apa aku harus memaklumi kekerasan ini?”

“Maaf tentang ini. seseorang mengambil dokumen yang kamu cari dan…”

“Lalu? Maksudmu itu aku?”

“Jika kamu tidak keberatan, kamu tidak akan keberatan menunjukkannya.”

Sabina pun melihat Choi Joon Ki saat tasnya ditarik. “Baiklah. Ketahuilah jika tidak ada dokumen, kamu akan membayar untuk ini.”

“apa yang terjadi?” Ucap Joon Ki. “Kenapa ada orang-orang ini di sini?”

“Begini, kami mencari dokumen yang hilang.”

“Tapi mereka menuduhku menyelinap keluar dan meminta untuk menggeledah tasku.” Ucap sabina ngadu.

“Apa?”

“Periksa apa dokumennya ada di sana.”

Dong Ju baru akan membukanya tapi tas langsung diambil oleh Choi Joon Ki. “Sekretaris Han. Kamu tidak tahu siapa dia? Kamu tidak hanya membiarkan orang luar memeriksa fail kita. Tapi kamu juga menuduh orang yang tidak bersalah. Aku sangat kecewa padamu. Ayo.”

Wkwkwkwkwk… drama ini bakalan lama anjay kalau gini terus.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!