Sinopsis Golden Garden Episode 14 Part 2

Sinopsis Golden Garden Episode 14 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih guys sudah mengikuti. Sabina pun pergi bersama dengan Joon Ki. Misi pun gagal.

“Ini kalung dengan salib.” Ucap Ibu Jin.

“Kamu tidak ingat? kamu yang memberiku itu.”

“Aku?”

“28 tahun lalu di depan atrium rumah sakit sehan pada tanggal 28 april.”

“Rumah sakit sehan?”

“Di masa terkelam dalam hidupku. Aku bertemu denganmu.”

Kilas balik.

“Itu hari pemakaman suamiku. Aku sangat depresi  sampai berpikir membunuh diriku dan putriku beberapa kali sehari. Saat itu…” hari itu Emak bersama Eun Dong Ju di depan pintu rumah sakit dan Ibu Jin datang.

“Seolah-olah cahaya berkumpul di suatu tempat. Kamu nampak ceria, mulia dan hangat.” Ibu Jin membawa bunga.

Tbtb Dong Ju akan mengambil bunga. Ibu Jin memberikannya. “Bukankah ini cantik? Ini.”

“Tidak. Itu salah. Aku sungguh minta maaf. Kamu tidak perlu melakukannya.” Ucap Emak.

“Ah suaminya juga pengidap MS. Ini Ibu Jin. Dia mendirikan asosiasi penyokong MS.” Ucap salah satu dokter.

“Bagaimana kabar suamimu?”

“Kemarin dia meninggal setelah melawan penyakitnya selama tiga tahun.”

“Semoga kamu tabah. Jangan biarkan kesedihan membuatmu hancur dan bertahanlah meskipun kesulitan.” Jin melepaskan kalung yang dia pakai dan diberikannya pada Emak. “Semoga Tuhan rahmat.”

Jin bicara pada Dong Ju. “Ahjumma mengadakan perkemahan golden garden untuk keluarga penderita MS. Aku akan mengirim undangan, datanglah dan bersenang-senang.”

Ibu Jin masuk. “Omma, ahjumma tadi seperti malaikat.”

***

“Seperti kata putriku. Kamu bagaikan malaikat hari itu. Bertemu denganmu memberikan kekuaatan untuk bekerja keras demi putriku. Setiap kali aku ingin pingsan dan menyerah. Aku melihat kalung itu dan mengumpulkan tenagaku lagi.”

“Kalau begitu, putrimu hari itu…”

“Ya. Dia sabina.” *bukan guys. Itu Eun Dong Ju.

***

Nona Han membawa dokumen dan terjatuh. Tuan Choi mengambilnya dan itu adalah dokumen festival kunang-kunang. “Kamu sudah gi;a? Kenapa kamu mengungkit masa lalu?”

“Ini bukan urusanmu. Aku hanya menyedilikinya untuk putra Prof Cha.”

“Kamu benar-benar sudah gila ya? Jika kamu mengungkit apa yang terjadi saat itu, kamu dan aku bisa di tempatkan di blok penjagalan. Jika istriku tahu, dia akan membunuh kita berdua.”

“Pelankan suaramu. Akan kupastikan tidak sampai ke sana. Jadi, jangan ikut campur.”

“Sial. Kamu dan aku selalu celaka. Hubungan kita sama buruknya dengan musuh bebuyutan.”

****

Cha mengatarkan Dong Ju pulang. “Melihat kamu diam saja. Kamu pasti kecewa. Sudah kubilang jangan berharap. Tapi aku yakin kamu kuat, karena kamu naif.”

“Tentu saja. Tetap saja. Aku bahagia saat itu terjadi. Aku juga senang saat ada harapan bisa menemukan keluargaku. Btw, terima kasih.”

Dong Ju pun keluar dari mobil.

Ia datang ke rumah sarang dan Mid Eun lagi.

Ia pun menangis.

***

Sabina di rumahnya melihat daftar tamu.

“Hari ini pasti membuatmu terkejut.” Ucap Emak.

“Jelaskan. Katakan bagaimana dia menjadi Eun Dong Ju yang sama dan bagaimana dia tahu untuk mencari dokumen itu. Jelaskan semuanya.”

Emak memberikan foto Dong Ju dan pria.

“Siapa ini?”

“Ayahmu.”

***

Pil Seung masuk ke rumah sarang.

“Aigoo… sudah kuduga.” Pil Seung melihat Dong Ju memangis. Kemudian Pil Seung menyerahkan ponselnya.

“Siapa ini?”

“ayahmu.”

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!