Sinopsis Golden Garden Episode 15 Part 1

Sinopsis Golden Garden Episode 15 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti sinopsis di besokpagi yaaa... hehehhehehe hayookkk dilanjut sajaaahhh tulisannya.

Cha Pil Seung mengatakan, “Aku meminta bibi Soo Mi memeriksa daftar pasien dari asosiasi penyokong MS. Dia satu-satunya pria dengan nama keluarga Eun. Namanya Eun Jeong Soo, dia meninggal pada tahun 1992. Hanya itu yang kuketahui.”

“Jadi, kamu yakin pria ini ayahku?”

“Aku tidak yakin 100%. Hanya benar jika kamu ke golden garden tahun 1992.”

“Aku ingat kecelakaan itu. Mustahil kebetulan seperti itu terjadi dua kali. Aku yakin aku pergi ke golden garden. Aku yakin ini ayahku.”

“Aku harus bagaimana?”

“aku harus menemukannya untuk mencari ibuku. Carilah dia dengan semua koneksimu di kepolisian.”

“Unnie, polisi bukan anjing desa. Kamu tidak bisa menyuruh mereka seperti itu. Caritahulah sendiri.”

***

Kemudian kita kembali ke Sabina dan Ibunya.

“Namanya Eun Jeong Su, dia meninggal karena sklerosis multipel pada umur 35 tahun, pada 1992. Dia hanya memiliki satu anak, Eun Dong Ju yang ada di foto itu.” *eehhh gimana sih makin bingung.

“Kenapa baru bilang sekarang? Kenapa aku harus tahu soal ayah orang lain?” oohhh jadi bukan kembar guys. Wkwkkwkwkw.

“Pimpinan Jin mungkin akan bertanya soal ayahmu. Kamu harus bersiap untuk itu.”

“Untuk apa dia menanyakan itu?”

“kamu tidak ingat? pimpinan Jin adalah presdir asosiasi MS.”

“Kalau begitu, ibu bertemu dengan Pimpinan Jin 28 tahun lalu lewat ayahnya Eun Dong Ju?”

“Ibu hidup bahagia bersamanya. Tapi dia meninggal dalam 3 tahun. Ibu pertama kali bertemu Pimpinan Jin di pemakamannya. Dong Ju juga ada di sana. Jika dia bertanya, berpura-puralah mengetahuinya. Bahwa ayahmu sudah lama sakit.”

“Aku tahu semua orang punya rahasia kotor. Tapi setelah rahasianya makin besar. Aku takut. Bagaimana jika aku ketahuan? Semua akan hancur dalam sekejap.”

“Lalu bagaimana? Kamu akan menyerah sekarang? Saat bertemu dengan Pimpinan Jin, aku sangat iri. Dia memiliki kehidupan yang selalu ingin ibu jalani. Kita sebaya, berkat orangtuanya, dia mendapatkan segalanya. Hidup penuh berkat dan dihormati. Karena orangtuaku sampah, ibu kehilangan dua suami di usia 23 tahun.”

“Bukan hanya itu. Ibu melahirkanku sebagai ibu tunggal. Karena itu, aku harus tumbuh sebagai pelayan untuk istri sah ayah kandungku.”

“Saat itulah kebohongan dimulai. Untuk memberimu nama resmi, ibu harus meninggalkan Eun Dong Ju. Kamu tahu apa yang ibu pikirkan saat menjadikanmu Eun Dong Ju? Meski hidup ibu gagal, ibu memutuskan untuk membuatmu hidup makmur seperti Pimpinan Jin. Usai kita kembali, saat ibu dengar kamu mengencani Direktur Choi, ibu kira itu takdir. Begitu kamu menikahinya, semua yang ibu impikan akan terwujud. Kamu tidak perlu hidup seperti ibu. Seperti pimpinan jin dan menikmati semuanya…”

“Jangan terlalu cepat merayakan. Pimpinan Jin belum memberi restu.”

“Tunggu. Kamu akan segera mendengarkan kabar baik.”

***

Pimpinan Jin di rumahnya mengingat kejadian lama. Kemudian Choi Joon Ki datang.

“Kamu percaya takdir?” tanya Jin.

“Takdir? Aku hanya belum pernah merasa seperti itu. Bukan sebagai Dir Choi di I&K.Dia menerimaku apa adanya. Jadi, aku bisa jujur pada Sabina. Jika aku butuh seseorang karena takdir, sabina adalah takdirku.”

“Di ajaran Budha, ada istilah yang namanya musim takdir. Bahkan jika tidak berusaha, mereka yang ditakdirkan bersama akhirnya akan bertemu. Sekeras apapun berusaha, jika tidak ditakdirkan bersama, mereka tidak akan bertemu. 28 tahun lalu, aku bertemu dengan dia dan ibunya. Ibu rasa kalian ditakdirkan bersama.”

Ibu Jin memberikan cincin yang dulunya untuk sabina pada Joon Ji.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!