Sinopsis Golden Garden Episode 22

Sinopsis Golden Garden Episode 22 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… seperti biasanya, saya rekap saja untuk bagian yang nggak terlalu penting dan tulis dialog untuk bagian yang pentingnya saja. Terima kasih.

Sabina membuat mertuanya terkesan dengan memasak sendirian dan banyak. Sabina dan Choi Joon Ki pun memberikan Ibu Jun dan suaminya tiket untuk jalan-jalan. Ibu Jun pun menerimanya dengan baik.

Ibu Jin mencoba menikmati kebersamaan keluarga karena dia tahu waktunya tinggal sebentar lagi.

****

Hari ini pembukaan kedai ayam goreng nenek yang baru. Nenek mencoba mencari Mi Ju yang ngambek tempo hari. Ki Young pun mencari Mi Ju di tempat tinggalnya yang lama, dan Mi Ju sedang tidur di gudang. Ia tidak punya tempat tinggal yang layak.

“Kamu tinggal di ini? kamu bilang punya tempat tujuan.”

“Sedang apa kamu di sini. Terserah aku mau tidur di mana. Jadi, katakan saja apa maumu.” Ucap Mi Ju.

“Kamu harus tampil. Jadi, bersiaplah untuk menyanyi.”

“Benarkah?” Mi Ju pun sangat senang.

***

Eun Dong Ju sedang membereskan hadiah yang ia siapkan untuk Ibunya Shin Nan Sook. Kemudian Pendeta Han memberinya SMS bahwa mereka ingin bertemu. Eun Dong Ju sangat antusias.

***

Joon Ki dan Sabina akan makan di tempat mewah dan bertemu dengan Shin Hannah. Tak disengaja, di sana ada Nona Han dan orang suruannya membahas tentang masa lalu Shin Hanna. Mendengar hal itu, sabina langsung khawatir.

***

Eun Dong Ju pun mendatangi Pendeta Kim.

“Bagaimana dengan Ibuku? Apa dia terlambat.”

“Dong Ju Sshi.”

“Aku tidak bisa tidur beberapa hari ini karena gembira. Apa yang akan kukatakan saat bertemu dengannya? Apa dia akan mengenaliku saat melihatku? Aku sudah hampir memangis. Konyol bukan?”

“Maafkan aku Dong Ju. Ibumu tidak datang hari ini.”

“Kenapa? Apa dia sibuk? Kalau begitu, aku yang akan mendatanginya. Tidak… aku akan menunggunya ketika dia punya waktu luang. Aku bisa menunggu. Aku bisa menunggu selama apapun. Katakan saja di mana ibuku.”

“Dong Ju kumohon. Usahamu tidak akan membuat kalian lebih akrab. Aku sudah bertemu Ibumu kemarin, tapi dia menolak. Dia tidak mau bertemu denganmu.”

“Kenapa? Apa dia menganggapku beban? Aku tidak minta apapun. Aku hanya ingin melihatnya sekali saja. Seperti apa wajahnya.”

“Dia bukan orang yang bisa kamu temui sesukamu. Menemuinya hanya akan membuatmu menderita, menyerahlah.”

“Tidak; biarlan aku melihatnya.”

“Dia sudah menjalani hidupnya dengan bahagia sendiri dan mengakui bahwa keberadaanmu akan merusak segalanya. Jangan menemuinya, itulah tindakan terbaik yang bisa kamu lakukan.” Pendeta pun pergi karena tidak tahan lagi melihat Dong Ju yang bodoh.

Eun Dong Ju mendapatkan telepon dari Mi Ju dan katanya ada pekerjaan.

**

Sabina, Joon Ki dan Hannah makan bersama. Tapi sabina masih memikirkan tentang percakapan Sekretaris Han dengan seorang pria tadi.

Sabina yang licik malah mendekati ruangan tadi dan menguping pembicaraan mereka. Ia melihat Sekretaris Han. Detektif Swasta tadi bilang Shin Hannah susah dilacak. Hanya saja, ia dapat info bahwa kampung halaman Sabina dan Shin Hanna ada di Busan.

*btw, keahlian Sabina adalah melipat kertas.

***

Mi Ju dan Eun Dong Ju kembali menyayi di depan kedai nenek yang baru buka. Tapi wajah Eun Dong Ju nampak tidak semangat.

Dong Ju pulang lebih dahulu karena tidak enak badan.

***

Di tempat pendeta, Eun Dong Ju meninggalkan hadiah untuk Ibunya dan dititipkan pada Pendeta Han.

***

Dong Ju berjalan di jalanan. Ia pun pingsan dan kebetulah Cha Pil Seung melihatnya.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!