Sinopsis Golden Garden Episode 37

Sinopsis Golden Garden Episode 37 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca buat kalian yaaa…

Eun Dong Ju kembali lagi ke rumah Ibu Jin untuk bekerja. Choi Joon Ki bahkan meminta tolong. “Aku minta tolong, untuk merahasiakan masa lalunya sebagai rahasia di antara kita.”

“Jangan khawatir. Aku juga tidak mau Pimpinan khawatir.”

Belum saja Eun Dong Ju masuk. Pil Seung dan Ki Young datang. “Tolong ikut kami ke kantor polisi.”

“Untuk apa?” tanya Choi Joon Ki.

“Ada yang mau kami tanyakan terkait kasus Lee Sung Wook.”

“Untuk kali kesekian, aku menolak.” Ucap Sabina.

Karena Cha Pil Seung mengancam akan mengatakan ke keluarga Sabina dan Choi Joon Ki, mereka sepertinya menerima ajakan Cha Pil Seung.

****

Tuan Choi memang sudah pulang ke rumah Ibu Jin. Tapi, Tuan Choi masih tidak diterima dengan baik oleh Ibu Jin.

***

“Apa yang kamu tahu soal Lee Sung Wook?” Tanya Ki Young.

“Aku tahu semua. Dia pernah mengencani istriku.”

“Kamu tahu itu saat di Galeri Callas?”

“Tidak. Aku baru tahu. Apa yang ingin kamu ketahui?”

“Kami menumukan bukti keterlibatanmu dan istrimu  di lokasi menghilangnya Lee Sung Wook.”

****

Cha Pil Seung memeriksa sabina. “Hari ini, kukumu juga putih. Kami menumukan kuku palsu di TKP.”

“Bagaimana kamu tahu itu milikku?”

“Sudah kuduga kamu akan bilang begitu, jadi sudah kusiapkan.” Cha Pil Seung memberikan foto yang diunggah Sabina di medsos. Kukunya sama.

Kali ini. Cha Pil Seung punya bukti konkret. Tapi, baik Sabina dan Choi Joon Ki menolak.

****

Pimpinan Jin berkata pada Eun Dong Ju bahwa dia sangat menyayangi Joon Ki. Jika dia tidak bisa melihat lagi, maka yang membuatnya bersedih adalah karena dia tidak bisa melihat wajah Joon Ki lagi.

****

Sedangkan Shin Nan Sook mengundang Eun Dong Ju ke rumahnya.

“Kamu merampas hidup putriku, tapi itu bisa dimengerti karena kamu hidup dalam kondisi yang buruk.”

“Jika anda khawatir Pimpinan Jin akan mengetahui masa lalu putri anda. Jangan khawatir. Aku tidak akan membahasnya.”

“Berhentilah bekerja.” Kemudian Shin Nan Sook memberikan uang dan janji akan mencarikan pekerjaan lain untuk Eun Dong Ju. Tapi, Dong Ju menolak hingga Shin Nan Sook pun marah besar.

Eun Dong Ju sama sekali tidak takut dengan segala ancaman Shin Nan Sook.

“Aku tidak akan memeriksa masa laluku lagi. Tapi, jika masih ada kebenaran. Itu akan terungkap suatu hari nanti. Entah aku menginginkannya atau tidak. Tidak ada rahasia yang bisa selalu ditutupi.”

****

Detektif swasta meceritakan temuannya pada Nona Han. “Shin Nan Sook berhenti sekolah karena dia hamil.”

“Hamil? Saat SMA?”

“Dia dikahui bersama dengan pria tua.”

“Tapi Eun Jeong Su hampir sebaya dengannya.”

“aku sudah mencari ke rumah sakit busan, tidak ada kelahiran terdaftar. Mungkin melahirkan di tempat lain.”

“Usianya pasti 33 tahun.”

“Itu sebaya dengan Sabina.”

“Seusia dengan Eun Dong Ju juga.” Kemudian Nona Han memberikan foto dua anak kecil dan Shin Nan Sook yang dia ambil dari Eun Dong Ju.

****

Tuan Choi dan Ibu Jin sendiri malah membuat berita palsu dengan mengundang reporter untuk membuat berita tentang bagaimana mereka sangat akur.

Kemudian pertanyaan berlanjut tentang Sabina. Tuan Choi bercerita tentang Sabina yang pernah bertemu dengan Ibu Jin di masa lalu. Saat ditanya wartawan, yang menjawab benda apa yang diberikan. Secara tidak sadar, Eun Dong Ju menjawab kalung salib.

Dong Ju mulai mengingat sesuatu.

****

Seperti biasanya, Sabina berhasil lolos kembali dari polisi. Ia pun mengadu pada Ibunya.

“Lalu bagaimana dengan Eun Dong Ju? Apa kita hanya akan melihat bom waktu berjalan?”

“Dia akan tetap bungkam. Jadi, jangan buat dia membuka mulut.”

“Aku akan selalu membuat Joon Ki tidak goyah.”

****

Nona Han diperingati untuk tetap hati-hati dengan Sabina dan Ibunya. Kemudian, saat mereka bicara. Sabina memotret mereka.

“apa ini pertemuan para pencuri? Pertama, pencuri suami orang. Dan satu lagi, pencuri nama seseorang. Apa yang Ibu Jin katakan jika melihat foto ini?” njirrrrrr jahat itu nggak sadar dia jahat.

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!