Sinopsis Golden Garden Episode 46

Sinopsis Golden Garden Episode 46 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membacaaa yaaa… seperti biasanya, saya hanya kasih rekap saja.

Shin Nan Sook akhirnya dipanggil oleh Pimpinan. Di sana dikumpulkan juga Choi Joon Ki, Tuan Choi dan Sabina.

“Kamu sadar kenapa aku mengundangmu?” tanya Pimpinan Jin.

“Tidak tahu. Aku mengajari putriku sebaik mungkin, apa dia membuat kesalahan?”

“Kesalahan? Itukah sebutannya?” tanya Pimpinan Jin. “Masa lalu kotormu yang bahkan terlalu memuakkan untuk dibicarakan?”

“Masa lalu yang menjijikan?” tanya Shin Nan Sook. “Apa maksudmu?”

“Kamu pasti bercanda. Kalian berdua cukup licik…untuk menipu keluargaku. Jangan berlagak bodoh sekarang.”

“Pimpinan Jin.”

“Ibu maafkan aku. Tidak ada lagi yang bisa kukatakan.” Ucap Sabina.

“Putriku menyembunyikan masa lalunya kerena dia menyukai putramu.”

“Kamu becanda? Beraninya kamu memakai cinta sebagai alasan. Jika putrimu benar-benar menyukai putraku. Dia tidak akan mencobanya menipu seperti ini. pernahkah kamu memikirkan bertapa sedihnya dia setelah mengetahui kebenarannya? Putrimu hanya menginginkan kehidupan yang mewah dan itulah yang membuat keadaan sampai seperti ini. apa aku salah?” Pimpinan juga kesal.

“Asal kamu tahu. Banyak orang kaya yang mau menikahi putriku.”

“Lalu kenapa kamu tidak memilih salah satu diantara mereka? Kenapa harus keluargaku?”

“Putriku menyukai anakmu.”

“Bagus. Karena itu dia bisa setuju untuk meninggalkannya.” Ucap Pimpinan Jin.

Sabina meminta maaf dan diampuni pada Ibu Jin. Sayangnya Ibu Jin mengusir Sabina. Kemudian, Shin Nan Sook mengatakan bahwa Sabina sudah mengandung. Shin Nan Sook bahkan mau mengurus anak itu sendiri.

****

Sabina berkata pada Joon Ki. “Aku sudah tidak pantas menjadi Ibu lagi. Apa yang harus aku lakukan dengan bayi ini? apa aku akan melakukan hidup dengan baik?”

Yhaa intinya sih Joon Ki udah kadung cinta sama Sabina.

****

Sedangan Cha Pil Seung dan Eun Dong Ju merasa senang karena pertemuan mereka layaknya seperti takdir. Bertemu seusai 28 tahun berlalu.

***

Keputusan Ibu Jin masih tetap sama. Dia tidak mau bersama dengan Sabina. Ia menginginkan Sabina pindah. Di saat yang sama, sabina akting bahwa perutnya sakit.

Tuan Choi pun memanasi Pimpinan Jin bahwa Sabina bisa sakit karena Pimpinan Jin.

****

Sabina akhirnya dirawat. Bayi yang dia kandung baik-baik saja. sedangkan Shin Nan Sook mengomeli Joon Ki karena putrinya jadi sakit.

***

Nenek Pil Seung menemui Pimpinan Jin. Pimpinan sangat senang didatangi nenek.

“Sebenarnya karena ini.” Nenek memberikan dokumen. Dokumen pemindahan saham. “Ini sertifikat yang menyatakan transfer saham yang kamu buat ke organisasi MS 30 tahun lalu. Ayah Pil Seung membeli sejumlah besar saham dan meninggalkan untuk Pil Seung. Kamu tahu alasannya, bukan?”

“Ya. Dia mengharapkan yayasan diturnkan kepada anak-anak kami.”

“Sejak saat itu, aku menjaga jarak darimu. Kita harus mendirikannya lagi.”

“Itu semua salahku. Aku akan mengurusnya dari awal. Kenapa tiba-tiba tercetus ide ini?”

“Sebenarnya aku menemukan yang menabrak putraku dan melarikan diri.”

“Siapa itu?” tanya Pimpinan Jin. Pimpinan Jin gemas.

“Bertemu dia hanya akan membuatmu lebih marah. Dia tidak punya rasa bersalah dan tidak punya malu. Apa gunanya menemuinya?”

“Aku harus tahu.”

“waktu peradilan sudah lewat. Kita tidak bisa menghukumnya.”

Melihat gelagat Eun Dong Ju yang sepertinya tahu siapa penabraknya. Pimpinan Jin tambah kepo.

***

Shin Nan Sook yang marah. Ia akan mendatangi kantor pImpinan Jin.

Ia masuk menerobos.

“Eun Dong Ju. Aku yakin sudah memperingatkanmu. Tapi tetap saja kamu asal bicara.” Nan Sook akan menampar Dong Ju dan ditepis.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!