Sinopsis Golden Garden Episode 55

Sinopsis Golden Garden Episode 55 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini, terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa… drama ini bentar lagi mau selesai cuy. Biasa yaa guys, hanya rekapan saja.

“Joon Ki, kamu tidak mau berpisah dengan Sabina, bukan?” Tanya Ibu Jin.

“Apapun berbuatannya dahulu, aku akan menjaga keluargaku.” Jawab Joon Ki.

“Jadi, maksudmu, kamu bisa merelakan apapun agar Sabina tetap bersamamu?”

“Tentu saja.”

Ibu Jin memberikan dokumen. Joon Ki membukanya. “Aku menolak hak managemenmu. Aku tidak akan memberikan perusahaan padamu.” Ucap Ibu Jin.

“Kenapa? Sampai kemarin, ibu bilang akan menyerahkan kepadaku usai MOU.”

“Ini juga sulit bagiku. Tapi aku tidak punya pilihan.”

Joon Ki mengomel ini dan itu. Sabina pun membela suaminya yang sudah bekerja keras.

“Aku tahu kamu anak baik. Tapi jika masih ada Sabina dan Ibunya, kamu akan menghancurkan perusahaan. Ibu akan menyumbangkan saham Ibu untuk penelitian MS. Serta keuntungan perusahaan juga. Dong Ju dan Pil Seung sudah memberikannya. Aku akan membuat mereka menjadi pendiri yayasan.”

“Aku tidak akan menyerahkan perusahaan.” Ucap Joon Ki yang marah. Kemudian pergi. Sabina pun menangis.

“Ommoniem sungguh kejam.” Sabina pergi.

***

Sabina dan Pil Seung juga kaget atas apa yang mereka dengar.

“Kapan kamu bergabung dengan kami?” Tanya Pimpinan pada Pil Seung.

“Aku tidak tahu. Itu yang diinginkan ayahku. Itu bagus. Tapi sepertinya tidak cocok untukku.”

“Baik. Pikirkanlah.” Ucap Pimpinan.

***

Sabina menangis dan berpikir bahwa Eun Dong Ju telah menusuk mereka dari belakang.

“Ibumu telah ditipu oleh Eun Dong Ju. Aku juga tidak menduga ini.  kamu baru saja mendengar, Ibu akan mendirikan yayasan MS dan membuat Eun Dong Ju yang tidak berpengalaman menjadi Direktur Eksekutif. Ibu termakan umpan Eun Dong Ju.”

Begitulah guys. Kalau sudah urusannya duit. Padahal mereka katanya saling cinta. Ternyata sama-sama cinta duit juga.

***

Sabina menampar Eun Dong Ju. Kedua kalinya, Dong Ju mencegah. Hingga orang-orang kantor melihat.

Sabina menyalahkan Eun Dong Ju atas apa yang terjadi mengenai keputusan Pimpinan Jin. Padahal Eun Dong Ju pun baru saja mendengarkan keputusan Pimpinan Jin. Sabina bahkan sama sekali tidak bisa berpikiran jernih.

Sabina terpeleset saat berdiri. Eun Dong Ju menghentikan tapi gagal. Keduanya malah jatuh.

Joon Ki datang dan Sabina merasa perutnya sakit.

****

Dalam barang bukti dari kamar Lee Sung Wook di rumah sakit. Ditemukan rekaman cucian otak yang suaranya adalah suara Shin Nan Sook.

***

Saat Lee Sung Wook bersama dua anaknya.  Kepalanya sakit saat anak-anak menceritakan Eun Dong Ju. Ada kilas balik juga saat Shin Nan Sook menceritakan siapa Eun Dong Ju dan fotonya.

Tak lama, Cha Pil Seung datang. Pil Seung membawakan makanan.

Supir Lee malah menyuruh Pil Seung untuk tidak datang, sarang dan Mid Eun pun berkata bahwa Cha dan Eun Dong Ju yang mengurus mereka.

****

Supir Lee dibawa ke dokter oleh Pil Seung, juga rekaman Shin Nan Sook. Dokter mangatakan bahwa jika rekaman itu diputar berulang kali. Kemungkinan Supir Lee akan memercayainya.

***

Tuan Choi marah besar pada istrinya karena Sabina ke rumah sakit karena yayasan bodoh katanya. Pokoknya seperti biasanya, Tuan Choi adalah karakter paling tidak berguna di drama ini.

Kasar banget sampai Ibu Jin sedih.

***

Eun Dong Ju diminta memberitahu kenapa Sabina masuk ke rumah sakit.

“Sabina mencekikku dan akhirnya jatuh dari tangga.”

“Apa dia terluka parah? Bagaimana dengan bayinya?”

“Maafkan aku.”

Penglihatan Pimpinan menggelap. “Aku takut menjadi buta jika seperti ini. penglihatanku mulai gelap akhir-akhir ini.”

“Setidaknya anda harus memberi tahu suami anda.”

“Kamu lihat dia, bukan? Apa yang bisa kuharapkan dari pria sepert dia? Selain itu, tidak boleh ada yang tahu soal ini. jika tersebar, perusahaan akan dalam bahaya.”

“Anda harus ke dokter. Aku akan siapkan mobilnya.”

***

Akhirnya, Pimpinan digandeng. Di saat yang sama. Ada Shin Nan Sook yang curiga dan melihat mereka.

Bersambung… klik di sini episode selanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!