Sinopsis Graceful Friends Episode 1 Part 3

Sinopsis Graceful Friends Episode 1 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk yang sudah mengikuti sejauh ini yaaa…

Dokter Nam sedang menangani dua pasien,

“Kamu bukan manusia.” Teriak ahjumma.

“Lalu aku apa? binatang buas?”

“Bahkan binatang lebih baik darimu.” Ucap ahjumma. “Karena kamu, kulitku mengendur bahkan setelah disuntik botoks.”

“Karena kamu, aku tidak bisa mencerna meski makanan obat dulu.” Jawab ahjussi.

“Kamu dengar ucapannya, dok?”

“Kalian berdua, tidak melakukan apa pun yang kuminta.” Ucap Dokter Nam. “Sudah kubilang berkali-kali. Cukup pikirkan kenangan indah. Tapi kalian hanya membawa kenangan buruk. Dan saling menyakiti selama sesi konseling. Jika kalian saling menyakiti lagi, bahkan sebelum luka lainnya sembuh, tentu saja luka kalian terinfeksi lagi. Kalian harap luka kalian bisa sembuh? Atau kalian akan memotong organnya kalau lukanya sudah membusuk?”

Ahjumma pun menangis.

****

Mereka berdua terus berantem sampai keluar dari ruangan dokter.

“Kamu kena gangguan pencernaan.” Ucap ahjumma pada ahjussi.

“Kamu bilang hewan buas lebih baik dariku. Pasti senang hidup dengan hewan buas. Aaiiigooo menyebalkan.”

Keduanya saling berteriak. Namun pergi pulang bersama.

****

Nama ahjumma bernama Ji dipanggil masuk. Ia menemui dokter Nam.

“Lama tidak bertemu, Jeong Hee.”

“aku melihat namamu dan bertanya-tanya apa itu kamu. Duduklah….” kemudian dokter Nam membaca berkas. Ternyata depresi. Nama pasien Ji Myeong Suk. “Kamu mengalami tahap awal depresi.”

****

Kini suara ahjussi lain meneriakki ahjussi temannya Pak Ahn yang belum lama ditelepon.

“Sudah kubilang kumpulkan pajak itu. Kenapa kamu belum melakukannya? Chun Timjangnim. Kamu menerima suap dari orang-prang dalam daftar ini?”

“Aigooo. Pak. Bagaimana bisa kamu mengatakan omong kosong itu?”

“Itu bukan omong kosong, bukan? Jika kamu tahu itu omong kosong, kenapa kamu tidak bekerja? Kamu hanya perlu mengumpulkan yang harus kita kumpulkan tepat waktu. kenapa kamu tidak melakukan itu dan membuat kami dalam masalah?”

“Orang yang mangkir itu tertulis bercerai di atas kertas. Astaaaggaa.. maaf.”

“Maaf? Hanya itu yang bisa kamu katakan? Berhenti mengatakan itu dan kumpulkan pajak itu. Pajaknya! Kamu ingin menjadi pria baik. Kamu membuatku… aahhh tekanan darahku naik.”

Ada Pak Nam mau menghampiri. Melihat temannya sedang dimarahi. Ia duduk dan bersembunyi.

“Aku minta maaf.”

“Ahhh lupakan saja. buat daftar semua orang itu dan serahkan sebelum kamu pergi hari ini. jika kamu tidak mengumpulkan itu dalam satu bulan. Jangan terkejut kamu akan berakhir di tinjauhan penampilan berikutnya. Aigooo. Kamu tidak mau bekerja, bergenti dan buka resto ayam.” Kemudian rekan yang mengomel itu pun pergi.

****

Pak Ahn menerima telepon dari Chun Man Sik (yang barusan diomeli).

“Ohhh Man Sik Ahhh.”

“Hei… Goong Cheol. Aaah mianhae. Ada urusan mendadak di kantor. Kurasa aku akan terlambat. Kamu belum datang, bukan?”

“Apa? aku juga ada urusan. Mari ketemu di OW nanti.”

“Baiklah. Begitukah? Mereka tidak bisa melakukan apapun tanpaku.”

“Tentu. Aku tahu.”

“Baiklah. Sampai nanti.”

*****

OW ternyata adalah nama bar.

Ternyata para ahjussi berkumpul.

Produser Jo membanting ponselnya. “Akhirnya, istriku bermalam di pemandian air panas.” Jo amat sangat senang sampai meninju udara. “Yakkk aku akan berpesta semalaman. Kamu harus berpesta denganku. Terutama kamu Gang Cheol, kamu tidak bisa meninggalkan kami lagi, ya?”

“Kenapa kamu menyudutkanku?” tanya Goong Cheol. “Aku ingin berpesta semalaman, tapi tubuhku sudah tidak bisa mengimbangi.”

“Yakkk… aku akhirnya bebas setelah enam tahun. Apa tidak bisa berpesta semalaman? Pertemanan kita sampah?”

“Jika aku mati berpesta, apa pemerintah memberi pensiun pertemanan?” tanya Ahn.

“Asuransi pertemanan? Kedengarannya bagus.” Ucap Park Chun Bok. “Akan aku usulkan.”

“Lalu? Apa yang ingin kamu lakukan semalaman?” tanya Jung Jae Hoon.

Lanjut ke bagian 4 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!