Sinopsis Graceful Friends Episode 1 Part 5

Sinopsis Graceful Friends Episode 1 Part 5 – Episode sebelumnya di sini, untuk selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih yaaa….

“Aku merasa sangat kesepian belakangan ini.” Kita pindah lagi ke perkumpulan para ahjumma. “Semuanya sakit dan kram. Tapi aku sangat bersemangat malam ini.” Ucap ahjumma Pimpinan. “Aku tidak bisa minum sendirian. Kalian juga harus minum.”

Mereka berempat bersulang.

Ada pemuda tampan datang. “Jika sudah selesai bicara, haruskah kupanggil mereka?”

Ternyata para brondong.

“Raja staminan, jun. Aku meluluhkan segalanya menjadi beku dengan kehangatanku. Aku pria yang…..” dia pun main sulap.

“Aku lebih manis dari coklat.” Ucap pria dengan jas biru. “Pria yang manis, Kang.”

Sebelahnya langsung push up. “21 juta, 22 juta, 23 juta, aku bank kekuatan manusia. Min.” Ahjumma yang mendengar pun tertawa.

“Sekian. Mereka adalah andalan kami.” Ucap mucinya. “Lalu, haruskah kupanggil pemain berikutnya?”

“Apa? kenapa tidak mereka saja?” ucap Bu Pimpinan. “Bagaimana?”

“Kedengarannya bagus.” Jawab Dokter Nam.

Mereka pun memilih satu per satu pilihan mereka. Dokter Nam tidak memilih. Tapi dia dapat sisaan yaitu Min.

“Tunggu. Jika kamu tidak membuat kepanasan malam ini. kamu tidak akan mendapatkan tip.” Ucap Bu Pimpinan. Edddddunnnnn…. dramanya eduuuunnnn….

Mereka pun minum dengan ditemani.

****

“Aku akan diusir.” Ucap Pak Park curhat lagi.

“Kamu diusir? Aku salah menilainya.” Ucap Jo. “Dia jahat sekali. Itu kejam.”

“Pikirkan bagaimana perasaannya. Eun Sil tidak melakukan kesalahan. Itu semua salahku. Salahku.” Ucap Park.

“Itu sebabnya aku menyuruhmu menjaga kesehatanmu.” Ahn memukul-mukul kepala Park. “Aku bilang berolahraga.”

“Kapan aku punya waktu untuk berolah raga? Bahkan untuk menghasilkan uang pun kurang.”

“Ayo mendaki.” Ucap Man Sik teriak.

“Apa kamu bermimpi? Bagaimana tbtb bisa berkata mendaki?” tanya Park.

“Kamu bilang harus menjaga kesehatan. Tidak ada yang lebih baik bagi tubuh bagian bawah daripada mendaki.”

“Apa gunanya itu? Kamu bahkan tidak bisa selingkuh.” Ucap dokter Jung.

“Apa itu membantu? Sungguh?” tanya Park semangat. “Kapan kita akan pergi? Bagaimana kalau hari sabtu ini?”

“Aku tidak bisa.” Ucap Ahn. “Besok ulang tahun Jeong Hee. Yu Bin kukirim ke rumah teman. Aku akan menjadi pelayan Jeong Hee besok.”

“Ahhh benar. Ultah Jeong Hee.” Ucap dokter Jung.

“Bagaimana kalau hari minggu? Mungkin akan terlalu sulit, bukan?”

“Mungkin akan sulit karena aku akan begadang besok, tapi aku akan ikut.” Ucap Pak Ahn.

Park pun senang.

“Hei. Kita akan mendaki pada hari minggu. Malam ini….. mari berpesta dengan ga dis itu…” Jo menunjuk.

Mereka pun nengok.

Ada 3.

*****

“Terima kasih untuk hari ini.”

“Dengan senang hati. Terima kasih sudah datang.” Ucap pria di telepon. Yang bicara adalah Dokter Nam dalam perjalanan pulang.

“Tolong jaga mereka dengan baik.”

“Jangan khawatir. Hati-hati di jalan.” Ucap Muci.

“Tunggu. Perawatanmu belum selesai, jadi, datanglah jika sempat.”

“Baiklah.”

Nam menyetir. Melihat gedung. Dan ingat ucapan bu pimpinan tentang orang yang suka golf dan akan membantunya.

***

Ternyata Dokter Nam berhenti di gedung golf. Perempuan penjaga menyapanya. “Astagaaa… sudah lama tidak bertemu, Bu Nam.”

“Aku di sini untuk latihan.”

“anda akan mulai lagi? Keputusan bagus. Kami punya profesional yang hebat. Dia juga cukup menarik. Sebentar…..” ahjumma menelepon dan bilang minta Joo datang.

Lanjut ke bagian 6 yaaa…. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!