Sinopsis Graceful Friends Episode 1 Part 7

Sinopsis Graceful Friends Episode 1 Part 7 – Episode sebelumnya di sini, untuk selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih yaaa….

Mereka pun pipis.

“Apa maksudnya saat dia bilang kamu memberinya hidup dan harapan baru?”

“Aku memberinya operasi pembesaran.” Ucap Jung. “Itu berarti hidup muramnya kini penuh dengan cahaya matahari.”

“Kamu menerangi mereka. Tapi tekanan kencingmu kenapa?” tanya Jo. Wkwkwk.

“Kamu tidak bisa menggaruk punggungmu sendiri. kamu tidak boleh mengkritikku.”

Heran pipis kok lama yaaaa????

Saat itu, ada pemuda muda yang datang. Pipis dengan suara kencang. Para ahjussi ini diam sejenak mendengarkannya. Kwkwkwkwkwk.

“Yaakkk… dia mengingatkanku pada masa mudaku.” Ucap Park.

“Hyung apa kamu pernah muda? Saat seusianya aku tidak pipis di luar. Itu akan meninggalkan genangan.”

Hadeeehhh. Emang dunia para pria begini yaaa guys?

Dan mereka malah mainan air di dalam toilet umum.

****

Dokter Nam malah sedang main golf.

Joo akan membantunya. “Apa yang kamu lakukan?” tanya Dokter Nam.

“mengayun dengan keras tidak akan membuat bolanya lebih jauh. Tunggu. Angkat kaki kananmu. Jaga beratmu di pinggang dan berlatih secara alami.” Joo memberi tahu caranya. Kemudian dokter Nam memukul. “Ingat apa kataku. Maka itu akan jauh lebih baik.”

“Katakan saja aku harus bagaimana. Aku akan bisa mengerti.”

“Lebih efektif belajar lewat tindakan. Daripada kata-kata. Aah yaa. aku juga tidak punya maksud tersembunyi. Jadi, jangan khawatir.”

Kemudian Joo pun pergi.

****

“Kudengar kamu membuka toko ke 1000. Selamat.”

“Terima kasih. Astagaaa. Aku sangat terharu.”

“Goong Cheol kamu sangat keren.” Ucap Man Shik. “kamu adalah temanku. Tapi kadang aku meneladanimu.”

“Kenapa bilang begitu? Btw, kamu butuh uang?”

“Aku serius. Kamu membuat semuanya terjadi dengan ketika kamu bertekad. Itu sangat sulit dilakukan.”

“Terima kasih. Kamu membuatku malu. Hentikan itu. Mau duduk sebentar?”

Mereka berdua pun duduk di taman.

“Semua baik-baik saja di kantor?” tanya Ahn pada Man Shik.

“Tentu saja. tidak ada hal besar yang terjadi. Selalu sama, pekerjaan PNS.”

“Su-a baik-baik saja?”

“Ya. astagaa. Dia luar biasa. Dia peringkat pertama di kelasnya lagi semester lalu.”

“Lagi? Kamu pasti sangat bangga kepadanya. Pasti sulit baginya melakukannya di Canada. Sungguh, aku sangat iri kepadamu.”

“Aku sangat senang dia tidak mirip denganku. Goong Cheol Ah, sebenarnya, aku harus mengakui sesuatu. Aku………… sebenarnyaa……”

Kemudian ada petugas jaga menyapa.

“Ahh benar. Hari ini hari minummu.” Ucap satpam pada Ahn.

“Ya. kami sedang mengobrol.”

“Kalian berdua nampak serasi. Aku punya teman selama 40 tahun, tapi dia meninggal tahun lalu. Tidak ada yang menyenangkan sejak dia meninggal. Hidupku terasa hampa, itu membunuhku. Hidupku hanya…. aaahh aku sedikit berlebihan lagi.” Ucap satpam. “Bersenang-senanglah.”

****

“Pengakuan apa?” tanya Ahn.

“Astaga. Bukan apa-apa.”

“Apanya? Katakan.” Kemudian Ahn menghajar Man Sik. Yaaa becanda doang. “Berhentilah bersikap payah. Sampai jumpa.”

“Goong Cheol…  beri tahu istrimu aku mengucapkan selamat ultah.”

“Baiklah. Dadahhhhhh….”

Mereka pun perpisah. Man Shik pergi lebih dulu.

****

Man Sik pulang. Ia bertemu dengan istrinya (ini yang ke dokter Nam dan kena gejala awal depresi).

“Kamu terlambat.”

“Aku minum dengan teman-teman.”

“Kita harus mengirim uang sekolah Su a akhir bulan ini.”

“Ahh ya. sudah waktunya? Baiklah. Yeobo. Mau minum?”

“Kamu pernah melihatku minum? Mandi dan tidurlah.”

Lanjut ke bagian 8 yaaaa… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!