Sinopsis Graceful Friends Episode 2 Part 5

Sinopsis Graceful Friends Episode 2 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Dokter Nam menelepon suaminya saat baru sampai di ruang parkir.

“Kamu di mana?”

“Aku keluar.”

“Tidak membawa mobilmu?”

“Ya. banyak hal terjadi. Jeong Hae, sampai jumpa di rumah nanti.”

Kemudian ada suara…. bus 880 akan segera tiba.

***

Ahn masuk bus.

Nam hanya mengingat bahwa Man Shik terkena serangan jantung di dalam bus.

***

Di dalam bus. Ahn mengeluarkan plastik dari ahjussi tukang cuci. Eehh bukan pengaman ya. tapi pil biru.

Kisah sebelumnya begini.

Saat Ahn dan Man Shik sama-sama ada di WC. Pil itu dijatuhkan oleh Man Shik.

“Klien memberikannya padaku.” Ucap Man Shik. “Ini aneh. Aku merasa bersemangat hanya dengan membawanya.”

“Kamu hanya membawanya, tapi lebih bersemangat?”

“Sungguh.”

“Ini tidak masuk akal.”

Kemudian Pil itu diberikan pada Ahn. Katanya akan memberikan semangat di kala sulit.

****

Ahn meremas pil itu. Memasukkannya kembali.

Ia mengingat bahwa Man Shik ingin mendaki disebabkan dia tidak pernah sampai ke puncak. Man Shik merasa tidak sukses seperti teman-temannya. Ia ingin berjalan dengan sukses.

“Man Shik…..” Ahn melihat wajah temannya di kaca. “Hei. Kamu bilang akan mendaki di hari minggu. Kamu bilang kita akan bertemu di hari minggu. Kamu tidak boleh pergi begitu saja.” Ahn menangis.

***

Kilas balik.

“Akan kuberi tahu seluruh sekolah.” Ucap pemuda.

“Siapa yang akan percaya orang bodoh sepertimu? Pergilah sebelum aku memenjarakanmu atas pencemaran nama baik.”

Si pemuda ditampar kemudian pergi untuk menangis.

KILAS BALIK SELESAI.

“Kamu pasti melalui masa berat seorang diri.” Ucap Ahn. “man Shik. Kamu pasti melalui… kesulitan sendiri. Man Shikk….” menangis lagi.

****

Ahn pun pulang dan istrinya menyambutnya.

“Kenapa kamu tbtb melakukan sesuatu yang belum pernah kamu lakukan untukku?” tanya Ahn. “Itu terasa aneh. Bukankah aku bau ayam goreng? Aku menjual cukup banyak hari ini. aku akan mandi.”

“Ahn Goon Cheol.”

“Kenapa?”

“Kemarilah.”

“Ada apa denganmu.”

“Biarkan aku memelukmu.”

Sang istri memeluknya. “Kamu sudah berpamitan dengan Man Shik?”

“Ya.”

“Aku yakin dia akan senang punya teman sepertimu. Akan terlalu klise, tapi Man Shik pasti senang.  Inilah yang kubenci dari menjadi psikiater. Aku memancing untuk mengatakan hal keren bahkan dalam situasi seperti ini. kamu tidak sendiri. jangan berpura-pura kuat. Kamu bisa mengandalkanku saat hidup menjadi sulit.”

“Baik. Aku akan melakukannya.”

*****

Nenek berambut putih dandan dengan menor di hari hujan. Ia memilih lipstik yang sangat merah.

Ia melihat foto kebersamaannya dengan Man Shik.

Ibunya?

****

“Aku yakin ada kesalahan. Tidak mungkin.” Ucap mendiang istri Man Shik saat di Bank.

“Akan aku jelaskan. Tiga polis asuransi untuk Pak Chun Man Shik, sudah diakhiri tepat pada pukul 15.00 pada tanggal 3 juli. jumlah yang disetorkan ke rekening, ibu bisa melihatnya sendiri…”

*****

Ahjumma menangis saat menemui Pak Park. Karena dia yang bekerja di asuransi.

“Myeong Suk. Tolong tenanglah.”

“Bagimana? Bagaimana dia bisa menggunakan semuanya? Kamu bahkan tidak tahu? Saat dia mengakhiri polis asuransi?”

“Tidak. Sama sekali tidak. Aku sungguh tidak tahu. Itu… orang yang bertanggung jawab berganti di tengah kondisi. Aku tidak tahu. Sungguh.”

“Teganya dia melakukan ini. tidak cukup dia meninggal tanpa pemberitahuan. Dia juga menggunakan uangnya. Aku akan mencari tahu apa yang dia lakukan dengan uang itu. Semuanya.”

*emang ada orang mati alami bilang-bilang???

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!