Sinopsis Graceful Friends Episode 3 Part 1

Sinopsis Graceful Friends Episode 3 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Seperti biasanya. Drama ini nggak cocok untuk orang-orang dibawah umur 19 tahun ke bawah.

Dokter Nam dengan pakaian hitam buru-buru keluar dari sebuah apartemen. Ia kemudian lari di lorong. Ia lari ke lorong sampai tidak memakai alas kaki. Ia bergegas mengambil kuncinya di dalam tas dan masuk ke mobilnya.

Ia menutup kancingnya. Meraba lehernya dan menyadari kalungnya sudah tidak ada.

***

Episode 3. Hubungan tidak pantas.

****

Kilas balik saat di bar. Si Brondong berkata, “apa yang begitu berat? kamu dokter yang sukses, jadi, tidak mungkin masalah uang. apa suamimu selingkuh atau semacamnya? Aku bicara tanpa berpikir, entah bagaimana tebakkanku benar.”

Nam meneguk minumannya. “Kurasa kita tidak cukup akrab untuk bercanda.”

“Kalau begitu. Haruskah kita serius saja?”

“Aku mau ke toilet.” Btw, ini dokter Nam pakai baju ungu ya.

Saat masuk ke toilet, suaminya menelepon. Ponselnya ada di meja bar. Tidak dibawa.

****

Dokter Nam ngaca dan mengingat bahwa Baek berkata Baek tahu semua cerita 20 tahun silam. Nam kesal dan membuang tisu ke tempat sampah.

***

Nam kembali ke Bar.  “Mau minum lagi?” tanya Joo. “Kapan lagi aku bisa seberuntung ini? ada apa? kamu pikir aku melakukan sesuatu pada minumannya?”

Dokter Nma mulai minum.

“Aku tidak tahu apa yang mengganggumu, tapi semangatlah.” Ucap Joo.

“Terima kasih atas minumannya.”

“Karena sebentar lagi akan menjadi sulit.”

“Apa maksudmu?”

“Entahlah. Kamu akan tahu.” Kemudian Nam yang akan pergi malah puyeng. Ada obat di minuman itu.

“Apa kubilang. Ini akan menjadi sulit.” Ucap Joo saat Nam jatuh ke tangannya.

****

Nam terbangun di tempat asing. Ia masih memakai kalungnya. Ia kaget dan melihat sekeliling.

Kemudian Joo Kang San muncul. “Kamu sudah bangun?” badannya woiii.

“Beri aku privasi, aku akan berpakaian.”

“Aku sudah melihat semuanya. Pakai saja.”

“Kubilang. Pergilah.”

Joo Kang San pun pergi.

***

Ahn masih mencoba menghubungi tapi susah.

Akhirnya dijawab. “Jung Hae yaa. kamu di mana sekarang? Kamu baik-baik saja? tidak ada yang terjadi padamu, bukan?”

“Tidak ada yang terjadi, jadi, jangan khawatir.”

“Lalu kenapa kamu tidak menjawab teleponmu?”

“Mianhae. Aku tidak tahu ponselku mati.”

“Kamu di mana? Aku akan menjemputmu.”

“Tidak perlu.” Kemudian Nam meneutupnya.

*****

“Anggap itu tidak pernah terjadi.” Ucap Nam pada Joo.

“Apa?”

“perbuatanmu hari ini padaku.”

“Apa yang kulakukan padamu?” tanya Joo.

“Aku tidak suka permainan kata.”

“Entahlah, apa yang kulakukan? Kamu tidak perlu berusaha keras untuk bersikap kuat. Bukankah lebih masuk akal jika kamu takut sekarang?”

“Kamu salah orang.” Mata Nam sudah berkaca-kaca. “Aku akan membunuhmu jika bertingkah.”

***

Padahal Nam pas keluar begitu lemes sampai jalannya lunglai.

*****

Kilas balik saat Ahn bertemu dengan istri mendiang Man Shik.

“Awalnya aku curiga pada perempuan yang menangis di pemakaman. Untungnya. Ponsel Man Shik didaftarkan atas namaku. Jadi, aku bisa mencari tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi, bukan wanita itu. Itu Jeong Hae.”

“Myeong Suk Shi. Itu mustahil. Kamu tahu betul Man Shik tidak akan pernah melakukan itu. Selain itu, Jeong Hae. Tidak pernah melakukan itu. Mereka benar berteman.”

“Mereka bilang kepercayaan bisa membantu pengkhianatan. Aku akan meninggalkan korea dalam satu pekan. Aku berpikir untuk merahasiakan ini. tapi rasanya itu tidak benar. Suamiku sudah tiada, tapi Jeong Hae, masih hidup.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!