Sinopsis Graceful Friends Episode 4 Part 2

Sinopsis Graceful Friends Episode 4 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Dokter Nam pun pulang.

Mencari Ahn tapi tidak ada. dan putranya sudah tertidur.

***

Kilas balik.

“Ahh yaa. aku melupakan putramu. Nama putramu Yoo Bin, bukan? Hidupmu akan hancur sepertiku!” Joo tertawa.

Kilas balik selesai.

***

Nam ngaca dan melihat ada bekas cekikan di lehernya.

Ia pun mendapatkan telepon dari Do Hae. Do Hae minta waktu untuk bertemu besok.

***

Joo pulang. Meletakkan ponselnya, ternyata dia punya dua ponsel.

****

Ahn pulang juga.

“Jung Hae yaa… ada yang ingin kamu katakan kepadaku? Katamu, akan memberitahunya setelah pulang.”

“Kamu duluan.”

Dengan tangan gemetaran. Ahn menunjukan foto yang ia dapat. “Foto siapa ini? Jung Hae… aku tidak mendesakmu untuk tahu jawabannya. Aku tidak mau menuduh apa-apa. aku tanya karena aku khawatir. Jadi, jangan begitu. Ceritakan semuanya.”

“Foto itu. Dipotret saat malam kamu sulit menghubungiku. Ada yang menghampiriku, aku ke toilet kemudian minum, ia menaruh pil di minumanku. Saat aku sadar, aku sudah ada di rumahnya. Dan dalam kondisi seperti itu.”

“Sialan… ayoooo.”

“Ke mana?”

“Menjebloskannya ke penjara.”

“Kamu akan dapat apa jika menjebloskannya ke penjara?”

“Apa maksudmu? Kamu harus membuat dia dipenjara seumur hidupnya!”

“Aku mohon. Biarkan aku mengurusnya.”

“Bagaimana? Dia bahkan mengirimkannya padaku. Bagaimana kamu bisa mengurusnya?”

“Aku bisa melakukan. Jadi, jangan lakukan apapun.”

“Mana bisa? aku ini suamimu! Mana bisa aku diam saja! aku harus membunuhnya sekarang.”

“Itu sebabnya, jika kamu ikut campur. Kamu tidak bisa mengendalikan diri. jangan khawatir. Aku mohon padaku. Jika kamu peduli padaku. Aku akan mengurusnya.” Nam pun menangis. Keduanya menangis. “Maaf hal buruk ini terjadi padaku. Tapi, aku lebih takut jika disebar ke mana-mana.”

****

Kang Ji Wook (anak ahjumma istrinya PD Jo) baru bangun di tempat seorang perempuan. Ia mengenakan baju kemudian langsung pergi.

Ia menjatuhkan jepit rambut milik perempuan tadi *mungkin.

Ibunya menelepon dan dia langsung tidak mau bicara dan menutup teleponnya.

****

Ahjumma Kang sedang di rumah, sementara suaminya PD Jo sedang menangisi jas mahalnya yang dirobek rekan kerjanya kemarin.

Pd Jo menangisnya seperti menangisi orang meninggal.

Istrinya heran melihat suaminya.

“Jika aku mati. Bagaimana kamu akan menangisinya?”

Istrinya Park menekan bel. Ia tidak mau masuk dan menunggu. Rupanya ahjumma Kang meminjamkan tas.

Istrinya Park melongo saat dipinjami tas mahal.

“Eonni…”

“Ini tas yang cocok untuk ke asosiasi.”

“Gumawoo Unnie.”

“Apanya? Ini bahkan bukan tas baru. Park pasti sedang menunggu.”

“Unnie, terima kasih. Jika sudah selesai. Maka akan kukembalikan.”

***

Langsung tas itu dipamerkan pada Park.

“Lihat bahan, warna dan desainnya. Bukan main bukan?”

“Aku tidak tahu.”

“Kamu selalu membawa koper usang. Apa yang kamu tahu? Bahkan aromanya enak.”

“Itu bahkan bukan punyamu. Kenapa kamu bahagia?”

“Orang tidak akan tahu bahwa ini adalah pinjaman. Ini akan ada di sisiku. Sehingga, anggap saja ini milikku.”

“Tunggu saja. aku akan membeli yang sama.”

“Kamu sudah gila? Ini sangat mahal. Aku sudah senang bahkan karena hanya meminjam. Yeobo… tas ini $10.000.”

“Apa?”

“Kamu sungguh tidak tahu bagaimana dunia bekerja.”

“Eun Sil bersikaplah baik pada Kang. Jangan melakukan apa pun yang mendatangkan amarahnya.”

“Tentu saja. Jika Kyeong Ja menyuruhku mati, aku bisa berpura-pura melakukannya.”

“Bagus. Aku juga harus bersikap baik pada PD Jo.”

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!