Sinopsis Hi Bye Mama Episode 11 Part 3

Sinopsis Hi Bye Mama Episode 11 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Ternyata memang ada salah satu ahjumma yang membagikan rumor di dalam grup bu ibu. Awalnya sih karena salah kirim guys. Mau ke grup dengan sedikit orang malah ke grup ibu-ibu TK.

***

Min Jeong juga membaca pesan itu. Ia mengingat pesan Yuri agar marah.

Yuri dan Hyeon Jeong juga marah besar. Dua-duanya udah ngomel.

Tbtb Min Jeong datang.

Marah juga.

“Kita perlu mencabik-cabik mereka!!!” wkwkwkwkkw teriak Min Jeong.

***

Yuri, Min Jeong dan Hyeon Jeong malah belanja di toko tempat adik Yuri bekerja.

Mereka membeli kacamata. Wkwkkwkwkw. Keren sumpah gayanya.

***

Gye dan Kang Hwa malah mengingat bagaimana Yuri dan Hyen Jeong saat pertama kali bertemu. Mereka saling merebutkan majalah dan bertengkar.

***

Hyeon Jeong menghajar salah satu ibu di tempat mandi bola.

Yuri menghajar dengan menyemprotkan air.

Min Jeong memukul dengan alat pukul di rumah balon.

KACAU CUY.

TAPI SUARANYA PIANO PELAN BANGET GITU. ADEGAN JUGA DIPERLAMBAT. WKKWKWKW.

****

Usai menghajar para ahjumma ketiganya makan daging panggang dengan gembira.

Mereka nampak gembira.

Ada kilas balik juga. Saat Yuri dan Hyeon Jeong bertengkar. Yuri malah mengambil majalahnya dan membayar. Wkwkkw.

***

“Hyeon Jeong dan Yuri mudah marah tapi bodoh.” Ucap Kang Hwa.

“Urrie Noona yang paling tua. Ketuanya.”

“Ahh selamat.” Wkwkwkwk obrolan apa sih.

“Apakah mereka bertiga baik-baik saja? jika Min Jeong tahu semuanya bagaimana?”

“Min Jeong malah menyukai Noona dan Yuri.” Ucap Kang Hwa. “Baru kali ini aku melihat Min Jeong menyukai orang seperti ini.”

“Noona memikirkan Yuri sampai rambutnya rontok.”

***

Ketiganya masih saling tertawa.

Hyeon Jeong pun keluar kedai dan melihat kebersaman Min Jeong dan Yuri. Dalam hatinya ia berpikir kenapa Min Jeong menggugat cerai Kang Hwa dan tidak minta tunjangan.

Saat Hyeon Jeong masuk ke kedai dan Yuri ke toilet.

Ia bicara dengan Min Jeong. “Min Jeong sshi. Aku bisa menanyakan sesuatu?”

“Tentu. Silakan.”

“Apa kamu akan bercerai?”

***

Kang Hwa membawa Seo Woo digendongannya. Ia melihat taman tempat pertama kali ia melihat Yuri.

***

“Ahhh Grup di kakaotalk. Tidak. Aku tidak ingin bercerai.”

“Bukankah kamu sempat ingin bercerai?”

“Akhirnya ketahuan juga. Ya sempat. Aku lelah. Semua orang tidak setuju saat aku mau nikahi Oppa. Tapi aku yakin, karena aku menyukainya. Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar ini bukan hal mudah. Pasangan suami istri biasanya membangun rumahnya satu demi satu. sedangkan aku seperti memperbaiki rumah yang sudah hancur karena bom. Dan rumah itu masih saja ada bekas pemboman.”

“Itu bukan kenangan yang mudah dilupakan.”

“Ya. ada satu tempat di hati Kang Hwa. Kamu pasti sudah tahu.”

“Ya.”

“Kalau semua orang bisa membukanya. Aku tidak bisa. Itu sangat berat. itu sebabnya aku ingin bercerai.”

“Tapi?”

“Tapi setelah dipikirkan lagi, aku terlalu mencintai Oppa.”

Hyeon Jeong pun ingat ucapan Yuri sebelumnya. Ingat juga saat Kang Hwa galau akan menikahi Min Jeong atau tidak.

Tak lama, Kang Hwa membeli bunga untuk Min Jeong.

****

Kang Hwa bersama dengan Seo Woo.

Seo Woo menempelkan stiker di foto keluarga. Stiker perempuan.

“Seo Woo ini siapa?”

“Cha Yuri.”

“Seo Woo, siapa?”

“Cha Yuri.”

*Seo Woo tahu karena saat ada hantu Yuri. Hantu lain memanggi nama Yuri. Makanya dia tahu.

Kang Hwa terdiam lama. Memandang stiker itu.

****

Tahun 2015…

Saat itu Yuri hamil besar. Marah pada Kang Hwa hanya karena penyedot debu. Dan Kang Hwa malah masuk kamar.

Saat Yuri tiada. Kang Hwa memandang penyedot debu.

“Jika aku tahu waktu kita bersama akan sesingkat ini, aku tidak akan menyepelekan semua hal-hal kecil. Namun hidup ini, memberikan hidup lain.”

Bersambung…. klik di sini episode berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!