Sinopsis Hi Bye Mama Episode 2 Part 3

Sinopsis Hi Bye Mama Episode 2 Part 3- Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. terima kasih sudah mengikuti. Drama ini update hari minggu dan senin yaaa…

“Apa kalian tak punya kesibukan?” tanya Nona Oh. “Sehingga kalian memikirkan keluarga lain? Aku akan merawat Seo Woo dengan caraku. Bisakah kalian berhenti ikut campur?” kemudian Nona Oh pergi.

***

“Apa yang dia katakan? Dia akan merawat dengan caranya? Apakah dia tak mencemaskan kondisi anaknya sama sekali?” ahjumma masih bergunjing.

“Aku yakin dia tahu semuanya.”

“Benar. Apakah dugaan kita sama? Kurasa perempuan itu hanya mengincar uang ayahnya Seo Woo. Ia dokter di salah satu rumah sakit bergengsi. Bukankah itu masuk akal.”

“Benar. Pasti begitu.”

“Tapi dia keren… dia berkata.. bisakah kalian tidak ikut campur.”

***

Nona Oh pun menelepon pengasuh untuk menjemput Seo Woo.

***

Yuri pergi ke TK. Ia melihat Seo Woo lari-lari mengikuti hantu anak-anak.

Melihat ini. Yuri memeluk anaknya yang berlarian. Ia merasakannya. Yaah…. dia bukan hantu. Sesuatu yang amat sangat ia ingin lakukan tapi nggak bisa sebelumnya.

*sedih cuy… aahh yaaa.. tisu mana tisu.

Lama banget. Sampai Yuri menangis.

“Anyong, Seo Woo ya…”

Kemudian ada gurunya datang.

“kamu siapa? Aahh pengasuhnya Seo Woo? Imonya sudah datang. Seo Woo, ibumu bilang, hari ini, kamu pulang dengan Imo…. kamu bisa membawanya pulang.”

“Apa?” ucap Yuri.

Seo Woo langsung memegang tangan Yuri.

****

Dokter Kang Hwa diomelin. “Apa kamu gila? Bagaimana kamu bisa membiarkan pasien kritis seperti itu? Buang lisensi kedokteranmu, kamu sengaja mempermalukanku? Kamu hampir membunuhnya.”

Dokter itu marah karena Kang Hwa mendiamkan pasien di ruang OP.

***

Akhirnya dokter Kye menjelaskan pada dokter Jang.

“Fobia ruang sempit? Bagaimana seorang dokter fobia di ruang OP?”

“Ya.”

“Aku tidak percaya.”

“Kenapa baru sekarang? Setelah 4 tahun dan kamu baru memberi alasan? Jika tahu dari awal. Kita bisa mengatasinya.”

“Dokter, dia tidak mau menjalani pengobatan. Aku sudah melakukan banyak hal. Dia tidak mau diobati.”

“kenapa?”

“Tidak tahu. Aku pikir dia sudah melupakannya. Sepertinya tidak.”

***

Akhirnya Kang Hwa pergi ke rumah Abu.

Ia melihat foto dirinya yang digambar oleh Yuri. Sama dengan yang digambar di tanda pengenalnya.

Sama.

***

Yuri pulang dengan Seo Woo.

“Cantik sekali. Seo Woo. Seo Woo ya, kamu kenal aku?”

“Ya.”

“Siapa aku?”

“Tidak tahu.”

“Gwencana… gwencana… ayo pulang ke rumah.” Seo Woo diam saja dan memandangi mainan di taman.

Ia ingin mainan di taman.

***

“Yeobo…. ottokeee… Seo Woo…. Seo Woo menghilang.” Ucap Nona Oh pada suaminya di telepon.

“Apa?”

***

Akhirnya dicarilah.

***

“Yuri?” tanya Hyun Jung pada suaminya dokter Kye.

“Ya. Mirip sekali. Aku pikir dia sudah melupakannya.”

“Walau sudah lupa. Pasti keingat dengan sesuatu yang serupa. Seperti hidup kembali? Aku harap itu terjadi.”

“Jangan bilang begitu. Bagaimana kalau benar-benar terjadi.”

“Yak. Walau terjadi, kenapa kamu mengangganya hal buruk?”

“pikirkan saja kondisi sekarang. Itu bencana bagi Oh Min Jeong.”

“Itu keajaiban, bila orang mati hidup kembali.”

***

Yuri sedang bermain bersama dengan Seo Woo. Bermain ayunan di taman.

Karena telalu kencang. Seo Woo jatuh deh.

“Omma mianhae…” Yuri menangis.

Ehhh keduanya menangis.

***

Kilas balik.

Yuri saat kecelakaan di jalanan. Memegang perutnya.

***

Kang Hwa… ia terus berjalan mencari anaknya.

Dan melihat Seo Woo sedang bersama dengan Yuri.

Ia berjalan perlahan sekali.

***

“Gwang Hwa sudah melewati masa sulit. Kasihan kalau dia melaluinya kembali.” Ucap Kye pada istrinya.

“Justru yang paling kasihan adalah Yuri. Ia mengandung. Belum pernah melihat anaknya. Jika ada caranya. Ia harus hidup lagi.”

Ini suara doang.

Padahal adegan ada di taman.

Saat Kang Hwa melihat anaknya dan Ibu benerannya yang hidup kembali.

Bersambung minggu depan yaa…

Tambahan.

Kang Hwa menangis di jalanan. Ada hantu Yuri meminta maaf di sampingnya.

Tak ada kata. Hanya tangis.

Di jalanan yang sama. Hantu Yuri seperti menunggu. Hingga sampai di masa Seo Woo sudah besar.

“Aku hidup di dunia tanpa suara, di musim yang terlupakan. Tapi, di dunia ini, tidak ada yang abadi dan terlupakan.”

Yaahhh… bener-bener bersambung…

klik di sini untuk kesan pertamanya.

klik di sini episode berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!