Sinopsis Hi Bye Mama Episode 3 Part 3

Sinopsis Hi Bye Mama Episode 3 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih telah membaca yaa.. btw, selamat minggu ya.

“Seharusnya kamu memberitahuku. Aku kira kamu pengasuhnya. Aku juga salah karena terlalu sibuk dan tidak memastikannya.”

Dan hantu anak itu masuk lagi ke dapur.

Yuri melihat papan mencari pekerja paruh waktu di TK. Ia memutuskan untuk mendapatkan wawancara hari itu.

***

Yuri menunggu Kepala Sekolah. Ia malah menguping perbincangan 3 orang ahjumma dengan KS yang mengatakan bahwa Seo Woo sangat membuat mereka mengkhawatirkan anak-anak mereka. Seo Woo suka bicara sendirian di pojok.

Dihhh ahjumma kayak gini kurang kerjaan kayaknya.

***

Yuri digandeng Seo Woo secara tbtb di TK.

Seo Woo hanya tersenyum pada Yuri kemudian mereka menyingkir dari dekat ruang KS.

***

Ibu Tiri Seo Woo baru saja keluar dari tempat pengacara. Pengacara mengarakan alasan perceraiannya sangat lemah, alasan pembebasannya juga.

Oh iya, Min Jeong juga sudah tahu bawa suaminya sedang bermasalah di RS karena membiarkan pasien luka dan diamkan saja di ruang OP.

****

Kang Hwa pergi ke TK Seo Woo.

Dari jendela. Ia melihat anak dan ibu kandung Seo Woo sedang bermain bersama.

Kang Hwa pun membiarkannya dan malah pergi.

Tbtb istrinya sms dan mengatakan akan menjemput Seo Woo. Kagetlah Kang Hwa karena ia tahu istrinya sekarang tahu wajah Yuri dari foto.

***

Yuri masih bermain dengan Seo Woo.

Kang Hwa berlari ke TK lagi.

Sedangkan Min Jeong sudah dekat dengan TK. Ia masuk TK dan… Seo Woo keluar ruangan.

Di luar ruangan sudah ada Oh Min Jeong.

Ketemulah Min Jeong dengan Yuri.

Dan pas tatap-tatapan.

Kang Hwa datang.

Wewww…

Bersambung geesss…

Tambahan.

Teman Yuri masih kehilangan Yuri. Yuri pun selalu diam-diam mengunjungi temannya. Ibu dari Yuri juga selalu mengenang anaknya. Dan Yuri selalu diam-diam mengunjungi Ibunya.

Dan begitulah Yuri yang memberikan ibunya obat diam-diam dan memberikan temannya belut bakar. Makanan kesukaannya.

“Memberi adalah suatu keindahan dan hanya terus menerima bisa membuatmu merasa bersalah. Aku baru menyadarinya setelah aku meninggal.”

Benar-benar bersambung… klik di sini kelanjutannya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!