Sinopsis Hi Bye Mama Episode 7 Part 1

Sinopsis Hi Bye Mama Episode 7 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih kalian sudah mengikuti yaaa…

Kembali ke kilas balik tahun 2012. Saat Cha Yuri benar-benar bahagia bersama dengan keluarga dan teman-teman mereka. Saat ia pikir hidupnya benar-benar mekar indah.

***

Saat Hyeon Jeong berkata bahwa Min Jeong mengajukan gugatan, Yuri berkata. “Tidak mungkin Unnie, Min Jeong bukan orang seperti itu.”

“Aku pun awalnya tidak percaya. Tapi sepertinya benar. Yuri, pikirkan dirimu saja.”

“Inikah alasannya? Kang Hwa tidak boleh bercerai Unnie,”

“Kenapa tidak boleh?”

“Pokoknya tidak boleh.”

“Yuri, tataplah Unnie. Apa yang kamu sembunyikan?”

***

Hyeon Jeong merasa ada yang aneh. “Sungguh aneh. Pasti ada sesuatu. Kenapa dia bahkan tahu kebiasaan Min Jeong? Dia sepertinya mengenalnya.”

***

“Kamu galau? Kalau bukan karena bantuan dokter Jung, kamu akan dipecat.” Ucap Gye pada Kang Hwa. “Apa kamu menang lotre? Apa arena ini dibangun kembali? Kamu tidak ada harapan. Apa kamu ahli kejiwaan, dokter kulit, atau operasi plastik? Kamu hanya dokter bedah toraks! Jika kamu keluar dari rumah sakit universitas, apa yang akan kamu lakukan?”

“Geun Sang Ah…”

“Apa?”

“Kamu membuatku sakit kepala. Bisakah kamu pulang saja?”

“Kamu harus berhenti minum. Bir tidak akan menyelesaikan.”

“Kamu seharusnya bilang itu pada seseorang di sampingmu.”

Kagetlah Geun Sang karena ada istri di sampingnya lagi minum. Mereka lagi di depan mini market.

“Yak!!!! Joo Kang Hwa!!!” Ucap Hyeon Jeong. “Apa kamu tahu Min Jeong… ah lupakan saja. untuk apa aku katakan padamu?”

“Ada apa Noona? Dia sudah banyak pikiran.” Wkwkwk suaminya manggil Noona.

“Terserahlah aku tidak mau peduli lagi.”

Kemudian Kang Hwa pergi baru dua langkah.

Hyeon Jeong berkata. “Kamu tidak perlu menekan dirimu lagi. Sudah kubilang jangan memaksakan diri atau menekan dirimu sendiri. kamu bukan orang seperti itu.”

“Memang aku orang seperti apa?” Ucap Kang Hwa. “Pulanglah kamu akan kedinginan.” Kang Hwa pun pergi.

***

“Apa maksudmu Noona? Memaksakan diri?”

“Kurasa jika dia bersikap begitu, pendampingnya akan merasa kesepian.”

“Min Jeong kesepian? Kenapa? Dia baik dengannya.”

“Coba pilih, Yuri atau Min Jeong.”

“Omong kosong seperti apa itu? Ini seperti memilih Ayahan Ibu.”

“Aku pasti memilih Yuri.” Ucap Hyeon Jeong.

***

Yuri dan Min Jeong bicara di kafe.

Ternyata. Yuri jadi pengurus Seo Woo. “Pasti sulit bekerja sebagai asisten dapur TK. Tapi kamu juga mau menjadi penjemput Seo Woo?”

“Ya. pekerjaan dapur sudah selesai sebelum kelas TK usai. Aku akan menunggu dan menjemput Seo Woo. Dibandingkan dengan orang lain. Aku lebih baik.”

“Bagaimana kamu tahu? Kita tidak saling mengenal.”

“Ah ya. benar.” Yuri kayak nggak pede gitu.

“Apa kamu melakukan kesalahan di belakangku? Kemarin di kedai pun begitu,  kamu menolak bertatapan mata denganku. Kamu seperti merasa bersalah.”

“Apa aku seperti itu? Aku tidak menyadarinya.”

“Maafkan aku. Dahimu… aku yang melakukannya bukan? Aku sudah ingat semuanya.”

“Tidak masalah. Dahiku cukup kuat. Kamu mungkin lebih merasa kesakitan.”

Keduanya tersenyum dan Seo Woo ikut tersenyum juga.

***

“Seo Woo, kamu suka imo tadi?”

“Ya. aku suka Imo Cantik.”

“Kamu tidak pernah tersenyum seperti itu pada Omma. Omma sedikit kecewa.”

Kemudian Seo Woo mencium tangan Min Jeong. “Aku lebih suka Omma.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!